Connect with us

Politik

Astrid Kuya Marah Besar saat Tahu Biaya Pagar SMKN 74 Capai Rp 1.9 Miliar

Diterbitkan

pada

Astrid Kuya Marah Besar saat Tahu Biaya Pagar SMKN 74 Capai Rp 1.9 Miliar

Astrid Kuya ngamuk saat tau biaya pemagaran SMKN 74 mencapai Rp 1,9 miliar. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Anggota DPRD DKI Jakarta yang juga selebritis Astrid Kuya marah besar saat mengetahui biaya pagar SMKN 74 mencapai Rp 1,9 miliar. Selain itu, dia juga kesal biaya laptop anak sekolah dasar capai Rp 23 juta.

Hal itu terjadi saat Astrid Kuya menghadiri rapat dengar pendapat yang diunggah di Instagram miliknya, Minggu (18/5/2025).

“Pemagaran SMKN 74 Jakarta sebesar Rp 1,93 miliar untuk satu sekolah pemagarannya. Biayanya sampai sebesar itu?” tandas istri dari Uya Kuya tersebut.

Astrid mempertanyakan mengapa biaya untuk membuat pagar untuk satu sekolah mencapai miliaran rupiah. Apalagi, hingga saat ini tidak ada laporan bukti terkait biaya pemagaran untuk sekolah tersebut.

Baca Juga : Soal Video Kebakaran Los Angeles yang Viral, Uya Kuya Minta Maaf

“Boleh saya tahu berapa meter itu sekolah untuk pagarnya sampai menghabiskan dana Rp 1,9 miliar? Karena, sampai sekarang pengadaan-pengadaan ini kita enggak pernah mendapat laporan buktinya,” ungkapnya dengan nada kesal.

Advertisement

Selain murka terkait biaya pagar SMKN 74 Jakarta menghabiskan Rp 1,9 miliar, Astrid Kuya juga kesal melihat biaya laptop untuk anak sekolah dasar di Kepulauan Seribu mencapai Rp 23 juta.

“Sampai detik ini saya belum melihat dilaporannya belum ada. Bahkan, sudah tiga kali saya berbicara dari pertama laptop kemudian diganti menjadi PC juga belum ada buktinya anak-anak itu sudah diberikan apa belum,” ucapnya.

Astrid Kuya mengaku, tidak menerima apabila anggaran laptop untuk anak SD harus menghabiskan biaya besar.

Baca Juga : Kena Tipu Saat Liburan ke Bali, Polda Bali Minta Uya Kuya Buat Laporan

“Karena kita tahu kemarin saya agak keras mengenai laptop seharga Rp 23 juta itu kayaknya untuk anak SD belum waktunya untuk mempunyai laptop dengan seharga begitu mahal,” lanjutnya.

Bahkan serupa dengan biaya pagar SMKN 74 Jakarta yang menembus Rp 1,9 miliar, untuk pengadaan laptop pun tidak ada laporannya hingga saat ini.

Advertisement

“Saya juga pengen bertanya, sehabis itu diganti PC yang katanya untuk pemeliharaan dan sebagainya. Namun, sampai detik ini tidak ada laporannya sedikit pun dan jangan lupa pemagaran di Kepulauan Seribu yang Rp 1 miliar itu untuk dua sekolah, saya juga belum mendapatkan laporannya,” tutup Astrid.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement