Wisata
Malam 1 Suro di Keraton Surakarta, Dipadati Ratusan Orang

Kebo bule yang berjalan paling depan saat Kirab 1 Suro. (ist)
FAKTUAL-INDONESIA : Kirab Malam 1 Suro di Keraton Surakarta yang digelar setiap tahunnya menjadi salah satu budaya tradisional di Indonesia yang harus dilestarikan keberadaannya.
Pada Jumat malam (29/7/2022), ratusan orang berkumpul sejak pukul 22:00 WIB untuk menyaksikan Kirab Malam 1 Suro yang digelar Keraton Surakarta Hadiningrat.
Bundaran Gladag di Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah yang biasanya sepi saat tengah malam, pada Jumat (29/7/2022) dipadati ratusan orang.
Sebelum pandemi Covid-19, acara ini selalu ramai mengundang perhatian turis mancanegara.
Adapun Bundaran Gladag dipenuhi masyarakat karena merupakan rute yang dilewati rombongan kirab usai keluar dari kompleks Keraton Surakarta Hadiningrat.
Biasanya kirab dimulai pada pukul 23:00 WIB. Namun kali ini kirab baru dimulai pukul 00:15 WIB atau Sabtu dini hari, karena rombongan kirab baru tiba di Bundaran Gladag.
Masyarakat pun sangat antusias menyaksikannya. Petugas keamanan sampai beberapa kali berusaha membuka jalan bagi rombongan kirab dari masyarakat yang berkerumun.
Kerbau bule jadi yang pertama lewat, kemudian diikuti peserta kirab yang mengenakan pakaian hitam-hitam.
Sementara abdi dalem keraton yang membawa pusaka dengan dipikul. Tampak pula rombongan yang membawa obor dan lampu ting.9
Rombongan kirab berjalan melalui Bundaran Gladag ke utara sampai Jalan Jenderal Sudirman, memutari Benteng Vastenburg ke timur melalui Jalan Mayor Kusmanto, lalu ke selatan melintasi Jalan Kapten Mulyadi, lantas menuju barat memasuki Jalan Veteran.
Masyarakat ternyata tidak hanya berkumpul di Bundaran Gladag. Kerumunan orang di sepanjang jalan juga tampah di sekitar perempatan Luwes Loji Wetan. Mereka menunggu rombongan kirab melintas.
Kirab berlanjut ke utara melintasi Jalan Yos Sudarso, lalu belok timur melalui Jalan Slamet Riyadi, dan di Bundaran Gladag belok kanan (selatan) kembali masuk ke keraton.
Saat akan masuk keraton, sama seperti sebelumnya, petugas keamanan terlebih dahulu membuka jalan untuk peserta dari kerumunan masyarakat.
“Jangan memotret pakai flash,” teriak petugas keamanan saat membuka jalan.
Imbauan tersebut ditujukan agar kerbau bule yang jadi peserta kirab tidak terganggu atau mengamuk.
Pastinya, momen ini akan menjadi kenangan tak terlupakan sepanjang masa. Bagi Anda yang belum berkesempatan melihat Kirab 1 Suro, bisa merencanakannya tahun depan ya.***













