Connect with us

Internasional

McDonald’s Hadir Lagi di Rusia dengan Nama Baru “Vkusno & Tochka”

Diterbitkan

pada

Seorang wanita berdiri di samping spanduk sebelum pembukaan restoran baru “Vkusno & tochka” menyusul keluarnya perusahaan McDonald’s Corp dari pasar Rusia di Moskow, Rusia, Minggu (12/6/2022). (antaranews.com)

FAKTUAL-INDONESIA: Restoran cepat saji McDonald’s (McD) kembali dibuka di Kota Moskow, Rusia pada hari Minggu  (12/6/2022) ini namun dengan nama baru yakni “Vkusno & Tochka” (Tasty and that’s it).

Pada 17 Mei 2022 lalu, McDonald’s yang sudah 30 tahun berbisnis di Rusia memutuskan untuk meninggalkan negara itu sebagai imbas konflik dengan Ukraina.

Kepala eksekutif Vkusno & Tochka Oleg Paroev mengatakan perusahaan berencana membuka kembali 200 restoran di Rusia pada akhir Juni dan 850 restoran hingga akhir musim panas.

“Tujuan kami adalah agar para tamu tidak melihat perbedaan pada kualitas maupun suasana,” kata Paroev pada pembukaan gerai Vkusno & Tochka yang tepat berdiri di atas bangunan McDonald’s pertama yang dibuka di Soviet – Moskow pada 1990.

Dilansir antaranews.com mengutip Reuters, sama seperti McDonald’s, Vkusno & Tochka merupakan restoran cepat saji dengan menu makanan dan minuman yang mirip dengan McD. Interior bangunannya tetap sama seperti sebelumnya, bahkan Oleg Paroev yang saat ini memimpin Vkusno & Tochka sebenarnya adalah CEO McDonald’s Rusia yang mulai menjabat pada Februari 2022.

Advertisement

Paroev mengatakan perusahaan akan mempertahankan “harga yang terjangkau”, namun tidak menutup kemungkinan akan mulai menaikkan harga jual dalam waktu dekat.

Krisis Kemanusiaan

McDonald’s menjadi salah satu jenama global terbesar yang meninggalkan Rusia, membuat rencana untuk menjual semua restorannya setelah beroperasi di negara itu selama lebih dari 30 tahun, menyusul invasi Ukraina. Krisis kemanusiaan dalam perang di Ukraina membuat McDonald’s memutuskan mereka tak bisa lagi berbisnis di sana.

Dalam pernyataan resmi, McDonald’s mengatakan ini merupakan langkah lanjutan setelah mereka menutup sementara restoran di Rusia dan menunda bisnis di sana.

Setelah dijual, restoran yang baru tak boleh lagi memakai nama, logo, branding dan menu McD. Jenama ini mengatakan, prioritas mereka adalah memastikan para karyawan di McDonald’s Rusia terus mendapatkan gaji hingga semua transaksi dihentikan dan mereka akan dipekerjakan oleh buyer potensial.

Advertisement

“Kami sangat bangga terhadap 62.000 karyawan yang bekerja di restoran kami, bersama ratusan pemasok Rusia yang mendukung bisnis kami dan waralaba lokal kami. Dedikasi dan kesetiaan mereka terhadap McDonald’s membuat pengumuman ini sangat sulit,” kata Presiden dan Chief Executif Officer McDonald’s Chris Kempczinski dalam pernyataan.

Jaringan restoran siap saji yang dikenal lewat burger ini mewakili ketegangan Perang Dunia yang telah mencair dan jadi cara mencicipi makanan Barat, meski harga sebuah burger beberapa kali lebih mahal dibandingkan anggaran harian banyak penduduk, dikutip Antaranews dari Reuters, Selasa (17/5/2022).

“Sebagian mungkin berargumen menyediakan akses makanan dan terus mempekerjakan puluhan ribu masyarakat adalah hal yang benar,” kata dia dalam surat terhadap karyawan. “Tapi tak mungkin mengabaikan krisis kemanusiaan yang disebabkan perang di Ukraina.”

Meski sebagian besar restoran di Rusia tutup, beberapa tetap buka, membuat popularitas McDonald’s kian meroket.

Pada akhir pekan, antrean panjang terlihat di restoran di Stasiun Leningradsky, Moskow, salah satu cabang yang masih buka di ibu kota, seperti diperlihatkan di media sosial. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement