Connect with us

News

Mahasiswa Universitas BSI Sukses Gelar UBSI CommuniScience Fair 2022: Jurnalisme Masa Depan

Diterbitkan

pada

UBSI CommuniScience Fair 2022

Mahasiswa Universitas BSI Sukses Gelar UBSI CommuniScience Fair 2022: Jurnalisme Masa Depan (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika bersama Universitas Budi Luhur sukses menyelenggarakan acara Talkshow UBSI CommuniScience Fair 2022, yang diselenggarakan pada Jumat, 10 Juni 2022.

UBSI CommuniScience Fair 2022 adalah rangkaian acara yang diselenggarakan oleh mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika yang bekerja sama dengan Pusat Studi Komunikasi Universitas Budi Luhur.

Acara yang dilakukan secara daring atau virtual melalui Zoom Meeting dan Youtube Live ini mengusung tema “Masa Depan Jurnalisme: Jurnalisme Masa Depan” sekaligus acara Bedah Buku “Jurnalisme Dasar (Panduan Teori dan Praktik Jurnalisme Di Era Perubahan)”.

Acara UBSI CommuniScience 2022 ini dijalankan oleh mahasiswa Semester 6 mata kuliah Event Management prodi Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika. Acara ini diselenggarakan sebagai proses belajar bagaimana mengelola sebuah event.

Acara tersebut menghadirkan 3 narasumber yang kompeten pada bidang jurnalistik, yaitu Michael Tjandra (News Anchor RTV), serta Dr. Dudi Iskandar dan Indah Suryawati, M.Si (Penulis buku Jurnalisme Dasar).

Advertisement

Sambutan dari Universitas BSI dan Universiras Budi Luhur Sukses

Sebelum dimulai, acara diawali dengan sambutan dari Ka Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika, Anisti S.Sos, M.Si.

“Membahas tentang jurnalisme masa depan, tak lepas kaitannya dengan Citizen Journalism. Dalam Citizen Journalism, sering kaidah-kaidah jurnalistik tidak dijalankan seperti informasi yang belum ada kebenaran namun sudah dipublikasi, sehingga akan muncul hoax. Semoga acara ini bisa menambahkan wawasan dan acara ini sukses dan berjalanan dengan baik.” Kata Anisti.

Dilanjutkan dengan sambutan dari dan Rektor Universitas Budi Luhur, Dr. Ir Wendy Usino, M.Si. Beliau mengatakan adanya kolaborasi antara Universitas Bina Sarana Informatika dan Universitas Budi Luhur semoga akan berlanjut dan semakin meningkat.

“Saat ini kita sudah masuk ke era website 3.0, dimana yang membuat berita tak hanya manusia tapi juga robot. Nantinya robot akan membuat berita yang mewakili seseorang melalui sensor-sensor, misalnya laporan cuaca,” kata Wendy.

“Hal ini yang menjadi tantangan bagi jurnalis kedepan, kita tidak hanya bersaing dengan manusia, tapi dengan robot sehingga para jurnalis dituntut lebih kreatif.” Lanjutnya.

Advertisement

Talkshow Narasumber

Rangkaian acara UBSI CommuniScience Fair 2022 dimulai dari Michael Tjandra sebagai narasumber pertama. Ketika ingin berkecimpung di dunia jurnalistik, dibutuhkan kemauan, kerja keras, dan sesuai dengan passion. Sebab, profesi ini tidak menawarkan yang lain kecuali tugas mulia.

Sebagai praktisi di bidang jurnalistik, ia menjabarkan tentang perbedaan jurnalistik saat ini dengan dahulu.

“Menurut saya jurnalisme itu-itu saja, hanya saja platform nya yang belum. Tugas kita harus beradaptasi dan adaptif dengan platform yang ada. Pada suatu kejadian, kita harus berdiri di tengah hanya saja memang pendekatannya yang berubah karena harus mencari berita di media sosial,” kata presenter RTV tersebut.

Pria kelahiran Surabaya itu juga mengingatkan netizen untuk memeriksa suatu berita tanpa memeriksa kebenarannya yang menyebabkan hoax tersebar.Tak lupa Michael Tjandra mengingatkan para mahasiswa yang ingin terjun di dunia jurnalistik harus pandai mentransformasi nilai-nilai yang ada.

Talkshow dilanjutkan oleh Dr Dudi Iskandar, yang merupakan Dosen tetap sekaligus Ketua Pusat Studi Komunikasi Universitas Budi Luhur. Di kesempatan tersebut, ia menyampaikan tentang apa itu jurnalistik, khususnya bagi para Citizen Journalism (CJ).

Advertisement

“Secara sederhana, jurnalisme merupakan informasi yang terkonfirmasi, terklarifikasi, dan terverifikasi, itu aja kuncinya. Jika kita ingin menjadi CJ, harus memenuhi ketiganya” ujar Dudi.

Ketua Pusat Studi Komunikasi Universitas Budi Luhur ini mengatakan ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan oleh para Citizen Journalism, yakni pastikan informasi yang berikan berkaitan dengan nyawa, ancaman atau bencana alam, dan berkaitan dengan harta publik (korupsi).

Jika terjemahan fenomena yang tepat tentang CJ adalah Citizen Reportase karena warga yang membuat laporan. Itulah mengapa mereka tidak memerhatikan kode etik jurnalistik. Lebih tepatnya, para CJ berlandasan pada aturan UU ITE.

Masih dikesempatan yang sama, Dudi juga menjelaskan bahwa CJ memiliki keuntungan berada di lokasi kejadian sehingga tahu persis apa yang terjadi di lapangan. Namun, jarang memerhatikan batasan yang ada.

“Sebagai contoh, saya warga ingin melaporkan sebagai CJ batasannya hanya satu, apakah penting bagi public atau tidak. Balik lagi ke informasi yang penting pada jurnalistik tadi” terang Dudi.

Advertisement

Faktor yang membuat jurnalisme berkembang, lanjut Dudi, tak lepas dari perkembangan teknologi, komunikasi dan informasi. Selain itu, faktor bisnis dan kultur juga menjadi penyebab jurnalisme makin berkembang seperti sekarang.

Dr. Dudi Iskandar juga menjelaskan tentang tantangan dan kesulitan menjadi jurnalis. Wartawan di era sekarang ini cukup kesulitan karena banyaknya informasi yang ada.

“Wartawan saat ini harus mampu mengolah di saat banjir informasi dan sangat perlu untuk terjun ke lapangan. Tapi dijaman sekarang mereka (wartawan) hanya copy-paste saja. Pahami juga batasan-batasan yanga ada” jelas Dudi.

Setelah, Indah Suryawati, M.Si juga berbicara tentang Citizen Journalism. Bekal menjadi CJ yang perlu di pahami adalah tentang kepantasan dan etika yang berlaku di masyarakat. Kemudahan akses menyebarkan informasi saat ini juga membuat mudahnya tersebar berita hoax.

“Para pembaca perlu diberikan literasi sehingga dapat membedakan berita yang layak dan tidak dan perlu dibuktikan. Setelah mengetahuinya pastikan lagi dengan memverifikasi supaya tidak ditunggangi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab” imbuh Indah.

Advertisement

Indah juga menceritakan tentang alasan membuat buku Jurnalistik Dasar dan kendala yang dihadapi tentang bagaimana menyatukan ketiga kepala untuk menghasilkan sebuah buku tersebut.

“Tujuan membuat buku ini diantaranya agar masyarakat, khususnya mahasiwa, memahami tentang jurnalistik secara dasar”

Satu hal menarik yang disampaikan Indah adalah jurnalistik bukan hanya profesi melainkan suatu keterampilan. Pada dasarnya, mahasiwa jurnalistik harus pandai menulis, meskipun tidak menulis berita.

“Berita bagus dan jelek bukan tergantung pada penulisannya, jika ada peristiwa bagus tapi jika kita tidak tahu hal itu bagus, maka beritanya tidak akan bagus. Terutama news valuenya.” Jelas indah.

Acara UBSI CommuniScience Fair 2022 ditutup dengan games dan pertanyaan terkait Talkshow tersebut.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement