Connect with us

Politik

Bekali Mahasiswa Unik Wawasan Kebangsaan, Kasad Ingatkan Teroris Menyatakan Paling Benar Sendiri

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Dudung Abdurachman membekali mahasiswa Universitas Kadiri (Unik) di Kediri, Jawa Timur, wawasan kebangsaan dalam kuliah umum yang digelar secara daring.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Dudung Abdurachman membekali mahasiswa Universitas Kadiri (Unik) di Kediri, Jawa Timur, wawasan kebangsaan dalam kuliah umum yang digelar secara daring. (Ant)

FAKTUAL-INDONESIA: Saat memberikan kuliah umum secara daring kepada mahasiswa Universitas Kadiri (Unik) di Kediri, Jawa Timur, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Dudung Abdurachman mengingatkan, ancaman internal sudah jelas-jelas ada di pelupuk mata.

Kasad Dudung Abdurachman menegaskan, paham intoleransi tersebut terus merongrong NKRI dari berbagai lini.

Dalam kuliah umum itu Kasad Dudung Abdurachman membekali mahasiswa wawasan kebangsaan.

Dia mengemukakan pemahaman tentang wawasan kebangsaan harus disampaikan kepada generasi saat ini, agar tidak terpapar paham terorisme dan masuk ke lembaga-lembaga pendidikan seperti kampus.

“Ancaman internal sudah jelas-jelas ada di pelupuk mata kita sendiri. Mereka (teroris) jelas-jelas menyatakan paling benar sendiri, paling sempurna sendiri, mereka menyalahkan orang lain, dan sebagainya,” kata Jenderal TNI Dudung, Selasa.

Advertisement

Padahal, kata dia, nilai-nilai bangsa Indonesia yang tergali, yang tercantum dalam Pancasila, adalah menghormati perbedaan seperti dengan gotong royong, optimisme, dan nasionalisme.

Seperti dipantau dari media antaranews.com, Dudung berharap mahasiswa benar-benar memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Rektor Universitas Kadiri Djoko Rahardjo mengatakan pihaknya sengaja menggelar kuliah umum dengan menghadirkan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Dudung Abdurachman.

Ia mengatakan kuliah umum ini diikuti seluruh mahasiswa dan mengambil tema “Mewujudkan Pertahanan Negara dengan Memperkuat Wawasan Kebangsaan, Toleransi, dan Memberantas Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme”.

Dirinya berharap mahasiswa Universitas Kadiri memiliki karakter sebagai benteng untuk membendung paham paham-paham anti-Pancasila.

Advertisement

“Kami mengarahkan mahasiswa untuk mempunyai karakter. Di dalam diri mahasiswa harus tertanam rasa membela NKRI, Pancasila, maupun UUD 1945. Harapan saya ini menjadi benteng yang tangguh dan kuat untuk menghalau paham-paham yang merongrong NKRI,” kata Djoko.

Pihaknya sangat tidak setuju adanya paham-paham yang justru merongrong NKRI. Bahkan, sampai masuk memengaruhi pikiran mahasiswa.

Seperti yang baru terjadi di Malang, penangkapan terduga terorisme yang ternyata adalah seorang mahasiswa dari kampus negeri ternama di Kota Malang.

“Kami tidak setuju dengan paham-paham seperti itu. Di kampus harus bebas dari itu. Kampus ini harus benar-benar menanamkan hal positif untuk mempertahankan bangsa dan negara,” kata dia.

Acara seminar itu, selain daring juga diikuti secara langsung dengan jumlah peserta terbatas. Hadir dalam kegiatan itu, jajaran Kodim 0809 Kediri, dan tamu undangan lainnya. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement