Politik
Presiden Jokowi Bertemu PM Kishida di Tokyo, Perkuat Perdagangan dan Investasi

Presiden Jokowi Bertemu PM Kishida di Tokyo (Foto: Kiyoshi Ota/Pool via REUTERS)
FAKTUAL-INDONESIA: Setelah menempuh tiga jam perjalanan dari Beijing, China, Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Jokowi beserta rombongan tiba di Bandar Udara Haneda, Tokyo, Jepang pada Rabu pukul 00.30 waktu setempat.
Di pagi hari, Presiden Joko Widodo mengawali agenda kunjung kerjanya di Jepang dengan melakukan pertemuan bersama Perdana Menteri Jepang, Kishida Fumio, di Kantor PM Jepang, di Tokyo, Rabu pagi waktu setempat.
Dalam sambutan pengantarnya, Kishida mengapresiasi kedatangan kunjungan dia ke Jepang.
“Selamat datang di Jepang, saya sangat mengapresiasi kedatangan Presiden Jokowi sebagai ketua G20. Terima kasih juga atas sambutan hangatnya saat saya ke Indonesia akhir April lalu,” kata dia.
Sementara itu Jokowi juga menyampaikan terima kasih atas penyambutan hangat dalam kunjungannya ke Jepang. Ia kembali menyampaikan belasungkawanya atas meninggalnya Abe.
“Atas nama masyarakat Indonesia, sekali lagi saya menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe. Beliau adalah pemimpin Jepang yang telah membawa hubungan kedua negara kita menjadi Kemitraan Strategis,” kata Jokowi.
Baca juga: Xi Jinping kepada Presiden Jokowi, Yang Mulia yang Pertama Diterima setelah Olimpiade Musim Dingin
Dalam pertemuan itu, pemimpin negara sepakat memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi. Jokowi meminta protokol Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) dapat segera diselesaikan.
“Kita sepakat protokol perubahan IJEPA dapat diselesaikan dan ditandatangani pada KTT G20 di Bali, November mendatang,” kata Jokowi saat menyampaikan keterangan pers bersama usai pertemuan dikutip dari laman Setkab, Rabu (27/7/2022).
Dalam bidang investasi, Presiden Jokowi menyambut baik sejumlah investasi baru Jepang di Indonesia, dan menghargai proyek-proyek yang diselesaikan tepat waktu, dan juga mengundang investasi baru Jepang lainnya di berbagai bidang.
“Beberapa proyek strategis yang saya sampaikan agar dipercepat penyelesaiannya antara lain MRT Jakarta North-South Fase II dan East-West Fase I, Kawasan Industri Papua Barat, perluasan Pelabuhan Patimban dan Jalan Tol Akses Patimban, dan kami juga membahas komitmen kerja sama bagi kelanjutan Proyek Gas Masela,” ujar Jokowi.
Presiden Jokowi juga mendorong dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi baru Jepang untuk mendukung beberapa proyek strategis Indonesia, terutama untuk hilirisasi komoditas alam, pengembangan mobil dan motor listrik, serta sektor kesehatan dan pangan.
“Secara khusus saya mengajak Jepang untuk mendukung percepatan pencapaian target net zero emission Indonesia melalui advokasi innovative technology seperti teknologi hidrogen dan amonia,” jelas Jokowi.
Baca juga: Presiden Jokowi Tiba di Beijing Disambut Menlu Wu Jiang Hao, Bertemu Xi Jinping Selasa Sore
Dalam keterangannya, Presiden Jokowi juga menawarkan kerja sama yang lebih intensif untuk pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Jepang. Presiden berharap dukungan Jepang dalam mempersiapkan tenaga kerja yang akan bekerja di Jepang.
Sementara itu, PM Kishida dalam keterangannya menyampaikan, Indonesia merupakan mitra strategis Jepang. Sejak kunjungannya ke Indonesia pada akhir April lalu, PM Kishida mengaku senang dapat kembali bertemu untuk bertukar pandangan secara terbuka, dan hal tersebut merupakan bukti erat hubungan antara kedua negara.
“Kami akan menjadikan kunjungan Presiden Joko Widodo hari ini sebagai monentum untuk mempererat hubungan dengan Indonesia, mengingat kita akan memperingati 65 tahun hubungan diplomatik kedua negara,” imbuh PM Kishida.
Sejak Senin (25/7/2022), Presiden Jokowi memulai rangkaian kunjungan luar negeri ke tiga negara di kawasan Asia Timur yaitu China, Jepang, dan Korea Selatan yang merupakan mitra strategis Indonesia di bidang ekonomi.
Ketiga negara tersebut juga merupakan mitra penting ASEAN sekaligus mitra penting dalam konteks G20.
Presiden Jokowi akan bertemu dengan pemimpin dari ketiga negara untuk membahas sejumlah isu mulai dari isu global hingga kerja sama di sejumlah bidang termasuk kerja sama perdagangan, investasi, kesehatan, infrastruktur hingga perikanan.***














