Connect with us

Nasional

BMKG Operasikan Radar Cuaca S-Band di Cilacap, Perkuat Sistem Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Indonesia

Diterbitkan

pada

BMKG Operasikan Radar Cuaca S-Band di Cilacap, Perkuat Sistem Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Indonesia

BMKG operasikan radar cuaca di Cilacap untuk memantau cuaca ekstrem di Indonesia. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengoperasikan Radar Cuaca S-Band di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada Rabu (8/7/2026). Hal ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem pemantauan atmosfer dan layanan peringatan dini bencana di Indonesia pada Rabu, 8 Juli 2026.

Peresmian fasilitas tersebut menjadi langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan akurasi informasi cuaca, khususnya di kawasan pesisir selatan Pulau Jawa yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap cuaca ekstrem.

Berdasarkan siaran pers resmi BMKG pada Rabu (8/7/2026) Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan radar cuaca berteknologi S-Band mampu mendeteksi kondisi awan hujan, intensitas curah hujan, pergerakan sistem cuaca, hingga pertumbuhan awan konvektif secara cepat dan real-time. Informasi tersebut sangat penting dalam mendukung berbagai aktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Baca Juga : Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Menurut Faisal, Cilacap dipilih sebagai lokasi pemasangan radar karena memiliki posisi strategis yang langsung menghadap Samudra Hindia. Kawasan ini menjadi pusat berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari perikanan, pelayaran, industri, hingga pelabuhan. Dengan tersedianya data cuaca yang lebih akurat, nelayan dan pelaku usaha maritim diharapkan dapat menjalankan aktivitas dengan lebih aman dan produktif.

Selain mendukung sektor ekonomi, radar ini juga berperan penting dalam mitigasi bencana. Data yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi potensi hujan lebat, banjir, angin kencang, hingga memantau perkembangan bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia.

Advertisement

Pengalaman menghadapi Siklon Seroja, Cempaka, dan Dahlia menjadi pelajaran penting bahwa sistem deteksi dini yang andal sangat dibutuhkan untuk meminimalkan korban jiwa maupun kerugian ekonomi.

Plt. Direktur Instrumentasi dan Kalibrasi BMKG Hartanto menjelaskan bahwa data real-time dari Radar Cuaca S-Band akan menjadi tulang punggung layanan prakiraan cuaca jangka pendek atau nowcasting. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga instansi terkait dalam mengambil langkah cepat ketika muncul potensi cuaca ekstrem.

Baca Juga : BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami Pascagempa Mindanao, Gelombang Tertinggi Capai 75 Sentimeter di Talengan

Pengoperasian radar di Cilacap merupakan bagian dari proyek nasional Marine Meteorological System Phase II (MMS-2). Melalui program ini, BMKG membangun empat Radar Cuaca S-Band baru di Cilacap, Natuna, Tanjung Pinang, dan Saumlaki, serta melakukan modernisasi Radar Cuaca C-Band di Tangerang untuk memperkuat cakupan pengamatan wilayah Jabodetabek.

Saat ini BMKG telah mengoperasikan 45 radar cuaca dari total kebutuhan nasional sebanyak 75 unit. Penambahan jaringan radar akan dilakukan secara bertahap guna meningkatkan kualitas layanan informasi cuaca di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Plt. Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya menyambut baik hadirnya infrastruktur tersebut. Menurutnya, karakteristik geografis Cilacap yang mencakup kawasan pesisir, perbukitan, pelabuhan, kawasan industri, hingga sentra pertanian menjadikan daerah ini rentan terhadap dampak perubahan iklim. Kehadiran Radar Cuaca S-Band diharapkan mampu meningkatkan ketahanan wilayah sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat melalui informasi cuaca yang cepat, akurat, dan dapat diandalkan.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement