Connect with us

Politik

Ketua MPP PKS Mulyanto Desak DPR Panggil Pemerintah Terkait Transparasi Partisipasi Indonesia di BOP dan ISF

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Ketua MPP PKS Mulyanto Desak DPR Panggil Pemerintah Terkait Transparasi Partisipasi Indonesia di BOP dan ISF

Ketua MPP PKS Mulyanto, DPR Wajib Awasi Partisipasi Indonesia di BOP dan ISF karena rawan disalahgunakan kepentingan asing. (Foto : Istimewa)

FAKTUAL INDONESIA: DPR RI harus berani mendesak Pemerinta untuk membuka secara transparan aspek mandat, struktur komando, independensi hingga anggaran yang dikeluarkan dalam partisipasi Indonesia di Board of Peace (BOP) dan International Stabilization Force (ISF) Gaza.

Ketua MPP PKS Mulyanto menegaskan, DPR harus menjalankan fungsi pengawasan konstitusionalnya pada kebijakan ini karena rawan disalahgunakan oleh kepentingan asing.

Dia menekankan, DPR wajib mengawasi partisipasi Indonesia dalam BOP dan penunjukan sebagai wakil ketua komandan ISF di Gaza  karena ini  bukanlah kebijakan biasa.

Baca Juga : Indonesia Pastikan Palestina Setujui Pengerahan Personel RI ke ISF Gaza

“Ini adalah keputusan strategis yang menyangkut kedaulatan negara, keselamatan prajurit TNI, penggunaan anggaran publik, serta arah politik luar negeri Indonesia,” kata Mulyanto dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).

Terkait masalah anggaran, Mulyanto mendesak DPR RI berani meminta Pemerinta untuk membuka secara transparan aspek anggaran. Berapa biaya yang dikeluarkan? Dari pos mana? Berapa lama? Publik berhak mengetahui. Tidak boleh ada kebijakan luar negeri yang berjalan dengan blank cheque menggunakan dana rakyat.

Advertisement

Dalam konteks global yang semakin kompetitif, Indonesia harus menjaga kemandirian dan prinsip politik luar negeri bebas aktif. Parlemen harus memastikan Indonesia tidak tunduk pada tekanan kekuatan besar atau kepentingan ekonomi jangka pendek yang dapat merusak posisi strategis bangsa.

Baca Juga : Inaugural Meeting Board of Peace: Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Kirim 8000 Pasukan Perkuat ISF

“Kritik seperti ini bukanlah sikap penolakan terhadap perdamaian. Justru sebaliknya, perdamaian yang adil harus dibangun di atas prinsip keadilan dan penghormatan terhadap kemerdekaan bangsa Palestina. Indonesia harus tetap menjadi moral force, bukan sekadar pelengkap dalam operasi keamanan internasional,” ucapnya.

Oleh karena itu, Mulyanto mendesak, Parlemen perlu segera menggelar rapat kerja terbuka, memanggil Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, dan pihak terkait serta membuka ruang dialog publik.

“Parlemen harus menunjukkan ketegasan politik untuk menjaga konstitusi, kehormatan bangsa, dan konsistensi perjuangan Indonesia untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan melawan segala bentuk penjajahan di muka Bumi,” tandas Mulyanto.

Baca Juga : Menlu Sugiono Bertemu Sekjen PBB dan Wakil Tetap Palestina di PBB, Bahas Board of Peace – ISF

Mulyanto menekankan, pengerahan pasukan ke luar negeri bukan keputusan administratif, melainkan keputusan politik negara. Konstitusi dan Undang-Undang TNI mengamanatkan adanya mekanisme checks and balances. Presiden tidak dapat berjalan sendiri tanpa kontrol demokratis yang kuat dari parlemen.

Advertisement

“Pembukaan UUD 1945 menegaskan komitmen Indonesia menolak segala bentuk penjajahan. Oleh karena itu, setiap kebijakan luar negeri harus berpihak pada kemerdekaan dan keadilan, bukan justru berpotensi memberi legitimasi terhadap praktik kolonialisme modern. Parlemen wajib memastikan Indonesia tidak terseret dalam skenario geopolitik yang mengorbankan prinsip tersebut,” kata Mulyanto.

Ia menambahkan transparansi harus menjadi syarat mutlak. Pemerintah wajib menjelaskan secara terbuka mandat, struktur komando, serta independensi Indonesia dalam ISF. Jika kendali operasional berada di tangan pihak lain, maka hal ini berpotensi menempatkan Indonesia sebagai alat legitimasi kepentingan kekuatan besar, bukan sebagai aktor independen.

Baca Juga : Ketua MPP PKS Mulyanto Dorong Pemerintah Bentuk Satgas Nasional Penertiban Pajak dan PNBP Sektor Mineral

“Parlemen juga penting meminta kejelasan legitimasi dari pihak Palestina. Prinsip hak menentukan nasib sendiri tidak boleh diabaikan. Tanpa persetujuan rakyat dan otoritas Palestina, kehadiran pasukan asing berisiko dipersepsikan sebagai bentuk intervensi yang justru mencederai perjuangan kemerdekaan Palestina,” ujarnya.

Tidak kalah pentingnya, tutur Mulyanto, risiko keamanan bagi prajurit TNI tidak boleh diremehkan. Konflik Gaza memiliki karakter sangat kompleks dan berisiko tinggi.

“Negara tidak boleh mempertaruhkan keselamatan prajurit tanpa mandat yang jelas, aturan keterlibatan yang ketat, serta strategi keluar yang terukur. Parlemen harus memastikan semua itu sebelum keputusan final diambil,” tegas Mantan Anggota DPR RI Periode 2019-2024 ini. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement