Connect with us

Olahraga

Piala Sudirman XVII: Turunkan Tim Terbaik, Skuat Garuda Susah Payah Kalahkan Denmark

Diterbitkan

pada

Pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti jadi penentu kemenangan Indonesia atas Denmark. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA: Turunkan kekuatan terbaiknya, skuat Garuda susah payah mengalahkan Denmark 3-2 untuk memastikan menjadi juara grup C kejuaraan beregu campuran dunia Piala Sudirman 2021, Rabu (29/9/2021), di Energia Arena Vantaa, Finlandia.

Poin pertama skuat Garuda diberikan ganda putra peringkat satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, dengan menyudahi perlawanan pasangan andalan Denmark, Mads Pieler Kolding/Frederik Sogaard, dengan skor 21-19, 21-15. Indonesia memimpin 1-0 atas Denmark.

Namun sepanjang pertandingan The Minions banyak bikin error karena belum panas benar. Setelah makin panas dan menemukan taktik terbaik, Minions makin bagus performanya. Mereka mampu meningkatkan intensitas serangan dan kecepatan untuk meraih poin demi poin untuk merebut kemenangan.

“Kami terlalu lambat start. Tetapi setelah lawan terkejar, mereka goyang. Defensnya juga tidak solid lagi,” kata Marcus. “Lawan juga lebih siap. Kita juga belum terlalu mau memaksa dalam menyerang. Setelah ditembak beneran, defens lawan juga goyah. Apalagi ketika mengajak bermain no lob, kami lebih enak. Ditembak sekali saja pengembalian lawan jadi tanggung,” tambah Kevin.

Kans Terbaik Indonesia Jadi Juara

Advertisement

Dua kali juara All England tersebut juga bersyukur bisa melaksanakan tugas dengan baik dan mampu menyumbangkan angka pembuka untuk Indonesia.

“Pasti saya senang bisa menyumbangkan angka pertama. Kami akan terus melakukan yang terbaik untuk Indonesia. Dari awal tahun ini kita memiliki chance besar untuk bisa merebut Piala Sudirman. Karena itu saya akan selalu menampilkan yang terbaik,”ucap Marcus. “Di gim kedua setelah menang gim pertama, kami lebih enak bermain. Semoga kami bisa selalu menyumbang poin dan menang terus,” sambung Kevin.

Namun di partai kedua, tunggal putri debutan Merah Putih, Putri Kusuma Wardana, tampil menjanjikan menghadapi Mia Blichfeldt. Putri KW memang gagal menyumbang poin namun berhasil membuat Blichfeldt yang duduk di peringkat 12 dunia harus menang dengan rubber game 11-21, 21-16 dan 14-21. Kedudukan berubah menjadi 1-1.

Hanya karena kurang konsisten, Putri KW yang berada di peringkat 136 dunia, kehilangan kesempatan pada debutnya untuk memberikan kemenangan. tunggal putri Indonesia ini belum bisa menyumbangkan poin untuk Skuad Garuda saaat lawan Denmark. Tapi juara Spain Masters 2021 ini mampu memberikan perlawanan sengit. Pemain jebolan Klub PB Exist Jakarta itu tidak ada rasa minder dan berani bertarung lawan Blichfeldt.

“Saya agak tegang juga saat di awal. Tetapi dukungan dan support dari para senior yang menyemangati saya dari pinggir lapangan membuat saya lebih tenang dan bisa bermain lebih yakin,” aku Putri, usai pertandingan. “Kena fault tadi membuat fokus saya goyah. Kehilangan dua angka di awal ini memengaruhi penampilan saya di gim penentuan,” imbuh Putri.

Advertisement

Kepala Bidangi Pembinaan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky, Putri dipilih bertanding karena dalam persiapan terakhir, lebih siap dibandingkan dengan Gregoria Mariska Tunjung. Selain itu, Putri juga memiliki kecepatan dan rasa percaya diri. “Tadi Putri cuma kurang konsisten. Ada ragu-ragu. Apalagi setelah kena fault ikut memengaruhi penampilan selanjutnya di gim ketiga,” sebut Rionny.

Pelatih tunggal putri, Herli Djaenudin, karena kurang konsisten, kemenangan di gim kedua tidak mampu dipertahankan Putri pada gim penentuan. “Kurang konsisten saja. Setelah unggul di gim kedua, Putri malah tidak bisa bermain baik lagi seperti ketika memenangi laga di gim kedua,” ucap Herli. “Semoga dia bisa belajar banyak dari pengalaman di Piala Sudirman. Kekalahan ini tentu harus menjadi pelajaran bagi Putri untuk berlatih lebih keras agar kelak bisa bersaing dengan pemain top dunia lain di laga-laga selanjutnya,” lanjut Herli.

Skuat Garuda justru harus tertinggal 1-2 dari Denmark setelah pada partai ketiga Anthony Sinisuka Ginting menyerah mudah kepada Anders Antonsen dengan straight game 9-21, 15-21. Berbekal rekor pertemuan menang 4-0 atas Antonsen, ternyata itu malah jadi blunder.

“Kali ini dia bermain lebih aman, dari awal sampai akhir Antonsen jarang membuat kesalahan. Dia juga tidak gampang mati sendiri,”aku Ginting usai pertandingan. “Harus diakui, lawan memang kebih baik. Semua pemain, termasuk saya, tentu ingin menang. Tetapi kali ini Antonsen menang dan harus diakui dia lebih baik penampilannya dibanding saya,”lanjut peraih perunggu Olimpiade Tokyo.

Beruntung, skuat Garuda mampu mengimbangi 2-2 setelah pasangan Emas Olimpiade Tokyo, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dengan percaya diri meredam perlawanan Maiken Fruergaard/Sara Thygesen dua game langsung 21-17,21-9. Mereka pun menjaga rekor pertemuan tidak pernah kalah dalam enam pertemuan sebelumnya, meski tampil belum fit benar usai sepulang dari Olimpiade.

Advertisement

“Belum pulih 100 persen sih. Mungkin baru 70-80 persen. Tetapi saya tampil dengan membawa mentalitas juara agar tidak kalah setiap diturunkan. Motivasi tidak mau kalah. Motivasi untuk diri sendiri dan untuk tim. Kepengin bisa selalu menyumbang poin bagi Indonesia.,” kata Greysia. “Tidak aneh-aneh, kami main hanya untuk menang. Meski sudah juara Olimpiade, kami tidak boleh sombong. Kemenangan di Olimpiade lalu itu membuat kami memiliki kelebihan di tengah lapangan yang bisa menambah kepercayaan diri,” timpal Apriyani

Kepastian Skuat Garuda menang dan juara grup  C dipersembahkan pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang sukses menjalankan tugas dengan memperdaya pasangan Mathias Thyrri/Amalie Magelund 21-8, 21-17. Indonesia pun unggul 3-2 dari Denmark dan tampil jadi juara grup C. ****

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement