Connect with us

Olahraga

Sheikh Joaan Presiden OCA, Okto Harap Bawa Manfaat Besar bagi Indonesia dan Tingkatkan Dominasi Asia

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Sheikh Joaan Presiden OCA, Okto Harap Bawa Manfaat Besar bagi Indonesia dan Tingkatkan Dominasi Asia

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI)/National Olympic Committee of Indonesia (NOCI), Raja Sapta Oktohari memberikan ucapan selamat kepada Sheikh Joaan bin Hamad bin Khalifa Al Thani dari Qatar yang terpilih sebagai Presiden Olympic Council of Asia (OCA) periode 2026–2028. (NOC Indonesia)

FAKTUAL INDONESIA: Terpilihnya Sheikh Joaan bin Hamad bin Khalifa Al Thani dari Qatar sebagai Presiden Olympic Council of Asia (OCA)  periode 2026–2028 diharapkan membawa manfaat besar bagi Indonesia.

Selain itu naiknya Joaan sebagai Presiden OCA mampu menyatukan kekuatan Asia dan meningkatkan dominasi benua tersebut dalam percaturan olahraga global.

Demikian harapan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI)/National Olympic Committee of Indonesia (NOCI), Raja Sapta Oktohari menanggapi ditetapkannya secara aklamasi Sheikh Joaan yang Presiden NOC Qatar sebagai Presiden OCA periode 2026–2028 pada General Assembly Olympic Council of Asia (OCA) di Tashkent, Uzbekistan. Joaan menggantikan Raja Randhir Singh, Presiden OCA sebelumnya yang tidak bisa aktif untuk memimpin roda organisasi.

Baca Juga : Ketum KOI Okto Tegaskan Arahan Presiden Prabowo Sinyal Kuat Pencak Silat Harus Dikelola Lebih Serius dan Profesional

Menurut Raja Sapta Oktohari yang akrab disapa Okto, naiknya Joaan sebagai Presiden OCA akan mambawa manfaat besar bagi Indonesia. Apalagi selama ini  hubungan NOC Indonesia dan NOC Qatar sangat erat. Ini juga menjadi modal penting dalam memperkuat kerja sama dan keselarasan visi di tingkat Asia.

“Harapan kita, Asia sebagai kekuatan besar dapat semakin terunifikasi dan tampil lebih dominan di kancah olahraga dunia. Ini tentu juga akan membawa manfaat besar bagi Indonesia. Saya mengenal Sheikh Joaan sudah cukup lama. Hubungan NOC Indonesia dan NOC Qatar sangat erat, bahkan sering disebut sebagai satu suara dan satu kekuatan,” kata Raja Sapta Oktohari, Jumat (29/1/2026).

Advertisement

Sheikh Joaan yang Presiden NOC Qatar ditetapkan secara aklamasi sebagai Presiden OCA periode 2026–2028 pada General Assembly Olympic Council of Asia (OCA) di Tashkent, Uzbekistan. Joaan menggantikan Raja Randhir Singh, Presiden OCA sebelumnya yang tidak bisa aktif untuk memimpin roda organisasi.

Baca Juga : Terima Kunjungan Presiden AIMS, Ketum KOI Okto: Indonesia Siap Mengambil Peran Lebih Besar dalam Olahraga Global

Okto mengemukakan, terpilihnya Joaan menandai babak baru bagi OCA dan olahraga Asia secara keseluruhan. Pemilihan secara aklamasi tersebut merupakan bagian dari kesepakatan bersama negara-negara anggota OCA untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan organisasi.

“Alhamdulillah, General Assembly OCA telah selesai dan secara aklamasi memilih Presiden OCA yang baru, Sheikh Joaan dari Qatar. Selamat kepada Sheikh Joaan bin Hamad bin Khalifa Al Thani. Ini akan membawa babak baru bagi Olympic Council of Asia,” ujar Okto.

Dia menegaskan bahwa inisiatif untuk mendorong pemilihan kepemimpinan baru tersebut berasal dari Indonesia dan telah disuarakan dalam forum resmi OCA di Kuwait, Mei 2025 lalu. Hal ini sesuai dengan OCA Constitution Article Nomor 16 tentang Executive Board Poin 16.5 yang berbunyi apabila terjadi kekosongan dalam jabatan Presiden OCA dan/atau apabila Presiden OCA secara tetap atau sementara berhalangan untuk melaksanakan fungsi-fungsi resminya, Wakil Presiden Pertama akan mengambil alih wewenang dan tanggung jawab Presiden untuk sisa masa jabatan tersebut hingga terpilihnya Presiden OCA yang baru dalam Sidang Umum (GA) berikutnya.

Baca Juga : Penyerahan Bonus SEA Games, Ketua Umum KOI Okto: Penghargaan Presiden Prabowo Terhadap Perjuangan Para Atlet

“Inisiatif untuk menyerukan pemilihan Presiden OCA yang baru datang dari Indonesia. Kami secara resmi mengajukan usulan ini dalam pertemuan OCA sebelumnya, karena kami meyakini bahwa kepastian kepemimpinan sangat penting bagi stabilitas dan pertumbuhan organisasi di masa depan. Transisi ini mencerminkan komitmen kami untuk memperkuat tata kelola dan persatuan di Asia,” tegas Okto dalam pernyataannya.

Advertisement

Di sisi lain, seperti dilansir dalam rilis NOC Indonesia, Okto menilai Sheikh Joaan sebagai sosok pemimpin muda yang karismatik dan memiliki pengalaman panjang di dunia olahraga internasional. Komitmen Qatar yang menjadikan olahraga sebagai kepentingan nasional diyakini akan membawa dampak positif bagi penguatan Asia di panggung olahraga dunia.

“Asia adalah benua terbesar, dengan jumlah penduduk terbesar, sponsor terbesar, dan penyelenggaraan multi-event olahraga yang sangat beragam, mulai dari Asian Games, Asian Beach Games, Asian Indoor and Martial Arts Games, hingga Asian Winter Games. Dengan kepemimpinan yang tepat, seluruh potensi ini bisa dimonetisasi dan dikonsolidasikan menjadi kekuatan besar,” tegas Okto. ***

Lanjutkan Membaca