Connect with us

Olahraga

Peluncuran Buku For The Love of Tennis jadi Kado HUT ke-80 Tahun Martina Widjaja

Gungdewan

Diterbitkan

pada

 

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pelti dua periode Martina Widjaja, Jumat (26/8/2022), diisi dengan acara 3 in 1.

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pelti dua periode Martina Widjaja, Jumat (26/8/2022), diisi dengan acara 3 in 1.

FAKTUAL-INDONESIA: Kejutan dari  pihak keluarga dan insan tenis Indonesia menghadirkan suasana haru dan bahagia pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pelti dua periode Martina Widjaja, Jumat (26/8/2022).

Peringatan HUT yang berlangsung di kediaman Martina di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, diisi dengan acara 3 in 1 yaitu reuni insan tenis, pertandingan dan launching buku berjudul “For The of Tennis, Martina Widjaja: Menebar Cinta, Mengukir Sejarah”.

Kolaborasi antara pihak keluarga dan para insan tenis sudah menghadirkan kejutan untuk Martina yang masih lincah bermain tenis dalam usia 10 windu.

Para undangan yang harus menjalani tes antigen terlebih dahulu sudah berdatangan sejak pagi hari.

Advertisement

Setelah Martina melakukan tiup lilin lalu dilanjutkan dengan kesan-kesan para pemain, peluncuran buku dan kemudian pertandingan tenis.

Martin sempat tampil bermain tenis berpasangan dengan petenis putra terbaik Indonesia saat ini Christopher Rungkat melawan duet Suwandi/Bonit Wiryawan.

Turnamen ulang tahun ini dijuarai pasangan Surya Wijaya/Marieke Gunawan yang di final mengalahkan Faisal/Wynne Prakusya.

Rangkaian acara itu benar-benar menjadi kejuatan buat Martina karena serba dirahasiakan penyelenggaraannya terhadap wanita pengusaha sukses itu.

Penerbitan buku juga benar-benar dirahasiakan sehingga Martina tampak terkejut ketika menerima buku itu saat launching sebagai hadiah spesial peringatan hari lahirnya.

Advertisement

“Saya benar-benar terharu mendapat hadiah ulang tahun berupa buku yang mengejutkan saya karena saya sama sekali tidak tahu pembuatan dan penerbitannya. Soal isinya saya belum baca karena baru menerimanya hari ini. Tapi saya berterima kasih karena para wartawan yang dulu aktif meliput tenis sudah menulis buku untuk saya,” ujar Martina saat diwawancarai wartawan.

Martina yang didampingi oleh suaminya Johnny Widjaja menerima buku itu dari dua putrinya Shinta dan Paquita Widjaja. Turut hadir juga para cucu Martina.

Buku “For The of Tennis, Martina Widjaja: Menebar Cinta, Mengukir Sejarah” bukan biografi Martina namun merupakan sajian penilaian dan kesaksian para insan tenis nasional maupun internasional dalam menguji kecintaan Martina terhadap tenis.

Olahraga yang digeluti sejak kecil sampai usia 80 tahun saat ini dan mengantar Martina mengukir sejarah sebagai perempuan pertama menjadi Ketua Umum PP Pelti dua periode mulai 2002 – 2007 dan 2007 – 2012.

Buku ditulis oleh empat wartawan yang aktif meliput tenis ketika Martina aktif menjadi pengurus PP Pelti dan Pengprov Pelti DKI Jakarta yaitu Gungde Ariwangsa, Amin Pujanto, Yuliani S Prawiradiredja dan Bambang Prihandoko. Gungde Ariwangsa dan Yuliani S Prawiradiredja juga menjadi editor.

Advertisement

Ditampilkan juga tulisan khusus dari wartawan peliput tenis Jimmy S Harianto, Ida Farida, Diana Runtu dan Agung Setiawan.

Dari 80 nara sumber terpilih tersajikan kisah yang mengungkap cinta Martina pada tenis sangat luar biasa bahkan melebihi dari apa yang dikatakan.

Martina dengan izin sang suami yang juga gemar bermain tenis menyediakan rumah kediamannya sebagai tempat pembinaan para pemain mulai dari tingkat junior sampai pemain elit nasional.

Dalam program pembinaan para pemain itu, Martina tidak hanya terbatas memperhatikan peningkatan prestasi dengan menyediakan asrama, mendatangkan pelatih berkualitas dari dalam dan luar negeri serta juga dikirim bertanding ke luar negeri.

Di sisi lain Martina juga memperhatikan sisi manner pemain sehingga siap untuk terjun dalam menekuni bidang lain.

Advertisement

Masih banyak kisah menarik lainnya sebagai bukti begitu besarnya cinta Martina pada tenis yang disajikan dalam bukun setebal 262 halaman dan diterbitkan oleh Kompas itu.

Setelah acara peluncuran maka buku ini bisa didadaptakan di toko buku Gramedia.

Dari penilaian dan kesaksian insan tenis dalam dan luar negeri terhadaop kiprah Martina di tenis maka buku ini bukan saja pantas dimiliki para pembina tenis namun juga cabang olahraga lainnya. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca