Olahraga
Asean Para Games 2022 – Lampaui Target 104 Emas dengan Parade Rekor, Indonesia Dipastikan Juara Umum

Atlet Para SwimmingIndonesia merayakan kemenangan juara pertama pada nomor Men’s 4×100 M Freestyle 11th ASEAN Para Games 2022 di Venue Aquatic , Kawasan Stadion Jatidiri Semarang , Kamis, 4 Agustus 2022. (Inaspoc/Gholib)./ Ali
FAKTUAL-INDONESIA: Pesta olahraga atlet penyandang disabilitas Asia Tenggara, Asean Para Games (APG) 2022 di Solo, Jawa Tengah, baru akan berakhir Sabtu (6/8/2022), namun Kontingen Indonesia sudah melampaui target raihan 104 medali emas.
Pada hari keenam Asean Para Games 2022 , Kamis, Indonesia sudah mendulang 111 emas, 80 perak dan 61 perunggu.
Dengan terlamapuainya target itu maka Indonesia sudah memastikan menjadi juara umum Asean Para Games 2022 untuk mempertahankan gelar yang diraih tahun 2017 lalu di Malaysia.
Selain sudah memastikan juara umum Asean Para Games 2022, sukses Kontingen Merah Putih juga dihiasi pemecahan rekor.
Indonesia terus mempertahankan posisi teratas klasemen perolehan medali setelah mampu menambah 26 emas.
Dengan mendulang 111 emas, 80 perak dan 61 perunggu, Indonesia hampir dipastikan tidak akan terkejar lagi oleh negara-negara lainnya.
Termasuk oleh Thailand yang berada di peringkat 2 klasemen dengan 57 emas, 80 perak, 61 perunggu. Vietnam di posisi ketiga dengan 50 emas, 44 perak, 30 perunggu.
Cabang olahraga para-atletik menjadi penyumbang medali terbanyak dengan 32 emas, 22 perak, 15 perunggu kemudian disusul oleh cabang para-renang yang sukses mengumpulkan 23 emas, 19 perak, dan 8 perunggu.
Perenang andalan Indonesia, Jendi Pangabean, bahkan sukses menyapu bersih lima medali emas dari lima nomor cabang olahraga para-renang yang diikutinya pada ASEAN Para Games 2022 di Stadion Jatidiri Semarang.
Salah satu sukses yang ditorehkannya adalah pada nomor 200 meter gaya ganti perorangan SM9, dimana Jendi sukses mencatatkan waktu tercepat, yakni 2 menit 35,30 detik, diikuti perenang Vietnam Nguyen Ngoc Thiet (2 menit 51,75 detik) dan perenang Filipina Arbel Aba (3 menit 11,48 detik). Rekor yang dicetak Jendi di nomor tersebut pada APG Malaysia, yakni 2 menit 33,37 detik juga belum terpecahkan.
Sementara pecah rekor yang dibukukan Jendi yakni di nomor 100 meter gaya kupu-kupu putra S9 dengan catatan waktu 1 menit 4,71 detik yang mempertajam rekor perenang Vietnam Huynh Amh Khoa Vo dengan 1 menit 6,12 detik pada 2011.
Rekor kedua dicetak Jendi dkk. pada nomor estafet 4×100 meter gaya ganti putra 34 poin dengan catatan waktu 4 menit 44,92 detik. Catatan waktu itu memperbaiki rekor sebelumnya yang dicetak Jendi yang kala itu tampil bersama Guntur, M Karubaba, dan Suriansyah di APG Malaysia 2017 dengan 4 menit 46,29 detik.
Catatan sukses perenang lainnya dibukukan Zaki Zulkarnaen yang baru pertama kali turun di nomor 200 meter gaya ganti perorangan putra SM8, namun persiapan yang dilakukannya telah mengantarkan dia meraih gelar juara di nomor tersebut.
Sebelumnya, Zaki sudah mengantongi tiga medali emas, yakni 100 meter gaya bebas putra S8.
Lalu, dua nomor beregu di estafet 4×100 meter gaya ganti putra 34 point dan 4×100 meter gaya bebas putra 34 point. Dan masih ada lagi satu nomor tersisa, yakni 50 meter gaya bebas yang akan membuatnya menyapu bersih jika sukses menggondol medali emas.
Dari cabang para-angkat berat juga dilaporkan sukses besar memborong total sepuluh keping medali emas sejak pertandingan cabang olahraga itu digelar beberapa hari silam hingga hari keenam saat ini.
Dengan torehan prestasi tersebut, menurut Koordinator Pelatih Pelatnas Para Angkat Berat Indonesia Coni Ruswanta, Indonesia berhasil menjadi juara umum di cabang olahraga angkat berat.
“Dengan total hari kemarin berarti 15 emas, 3 perak. Dengan adanya hasil ini kami dipastikan menjadi juara umum di cabang olahraga angkat berat,” dia menuturkan.
Para Bulutangkis
Beralih ke cabang olahraga para-bulu tangkis. Kontingen Indonesia juga dipastikan melampaui target medali yang telah dicanangkan sebelumnya yakni enam emas, empat perak, dan empat perunggu.
Hingga Kamis, skuad Merah Putih telah sukses mengoleksi lima medali emas dan empat perunggu. Medali emas masing-masing berasal dari beregu putra, Fredy Setiawan/Khalimatus Sadiyah (ganda campuran SL3-SL4), Subhan/Rina Marlina (ganda campuran SH6), Rina Marlina (tunggal putra SH6), dan Warining Rahayu (tunggal putra SU5).
Pundi-pundi medali emas Indonesia pun dipastikan bertambah karena terdapat lima All Indonesia Final yang akan bergulir di Edutorium UMS, Solo, hari ini.
Perjuangan hebat atlet-atlet para-bulu tangkis Indonesia ini diacungi jempol oleh sang pelatih mereka, Yunita Ambar Wulandari.
“Atlet yang kami tidak targetkan juga bisa masuk final seperti nomor kursi roda. Luar biasa perjuangan mereka,” ujar Ambar.
Sementara itu dari arena pertandingan catur di Hotel D’wangsa Sukoharjo, Jawa Tengah, kontingen Indonesia dipastikan menambah dua medali emas pada kelas B2 catur cepat putra melalui Adji Hartono yang hingga putaran 5 sudah mengumpulkan empat kemenangan dan menyisakan satu putaran lagi.
Adji Hartono pada putaran terakhir akan bertemu pecatur Gayuh Satrio (Indonesia) sehingga nilai tidak bakal terkejar lagi dengan pecatur lainnya, Adji sudah dipastikan mendapat medali emas.
Potensi emas lainnya dari cabang yang sama dipastikan dari kelas B2 catur cepat putra beregu yang terdiri dari Adji Hartono, Jumadi, dan Gayuh Satrio yang mengumpulkan nilai tertinggi dan tidak bisa dikejar lagi dari negara lain.
Dengan tambahan dua emas pada hari ini, maka total medali yang berhasil disumbang kontingen catur menjadi enam keping emas.
Selanjutnya dilaporkan dari Tirtonadi Convention Hall, Surakarta, yang menjadi ajang blind judo, dimana atlet-atlet Indonesia menyapu bersih dua emas dari dua nomor yang dipertandingkan pada hari terakhir kompetisi yakni beregu putra (-60 kg, -73 kg, dan +73 kg) dan putri kelas -48 kg, -57 kg, dan +57 kg.
Dengan tambahan dua keping emas itu, maka tim blind judo Indonesia sukses mengemas sembilan medali emas, lima perak dan tiga perunggu. Hanya satu emas saja yang terlepas ke Thailand. Perolehan itu juga melebih target yang telah ditentukan, yakni tujuh medali emas.
Yang tidak kalah fenomenal adalah sukses emas tim bola voli duduk putri Indonesia yang mengulang prestasi sembilan tahun lalu di ASEAN Para Games Myanmar. Di final APG kali ini, Indonesia mengalahkan Thailand dengan skor telak 3-0.
Sementara itu dari GOR Sritex Arena tempat berlangsungnya pertandingan bola basket kursi roda, tim basket 5×5 putra Indonesia harus puas dengan medali perunggu setelah anak-anak asuh Fajar Brillianto itu mengalahkan Kamboja dengan skor 61-33 dalam perebutan tempat ketiga. Sebelumnya, skuad Merah Putih telah mengemas medali serupa di nomor 3×3.
Meski belum mendulang hasil maksimal dan hanya mampu mengawinkan perunggu 3×3 dan 5×5, menurut sang pelatih, Fajar, prestasi debut di APG 2022 kali ini tetap harus disyukuri seraya berharap hasil tersebut bisa dijadikan modal bagi Indonesia di ajang-ajang internasional berikutnya.
ASEAN Paragames Solo 2022 diselenggarakan mulai 30 Juli hingga 6 Agustus 2022 mendatang. Sebanyak 1.248 atlet berkompetisi dalam 924 pertandingan di 14 cabang olahraga. Sebagai tuan rumah, Indonesia menyandang status juara umum pada perhelatan terakhir ASEAN Paragames 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia.
APG Solo 2022 diikuti 11 negara Asia Tenggara dengan mempertandingankan 14 cabang olahraraga. Ajang ini juga melibatkan Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) Kemenpora sebagai mitra INASPOC (Panitia Pelaksana ASEAN Para Games 2022) dalam pengelolaan dana sponsor.***












