Connect with us

News

Korban Tewas Halloween Itaewon 153, Jokowi Sampaikan Belasungkawa

Diterbitkan

pada

Presiden Jokowi sampaikan duka cita untuk korban Itaewon. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Korban tewas tragedi Halloween di Itaewon, Korea Selatan pada Sabtu malam (29/10/2022) bertambah menjadi 153 orang.

Korban meninggal diduga akibat terinjak-injak akibat semakin banyak orang berdatangan untuk merayakan Halloween saat itu.

Atas tragedi ini, Presiden Jokowi pun menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Ia menulis ungkapan duka cita itu melalui akun Twitternya.

Ucapan belasungkawa itu disampaikan Jokowi dalam bahasa Inggris bahwa ia sangat sedih mengetahui tragedi di Seoul. Ia menyampaikan belasungkawa terdalam bagi mereka yang kehilang orang-orang yang mereka cintai. Indonesia berduka bersama orang-orang Korea Selatan dan berharap mereka yang terluka cepat pulih.

“Deeply saddened to learn about the tragic stampede in Seoul. My deepest condolences to those who lost their loved ones. Indonesia mourns with the people of South Korea and wishes those injured a speedy recovery,” tulis Jokowi.

Advertisement

Untuk diketahui, warga membanjiri distrik klub malam Itaewon pada Sabtu (29/10/2022) malam untuk menikmati perayaan

Halloween pertama di Korea Selatan sejak batasan kerumunan dan aturan masker wajah yang diberlakukan oleh pandemi COVID dicabut.

Saksi mata mengatakan bahwa bahkan sebelum kekacauan terjadi, para pengunjung pesta sudah sangat padat di jalan-jalan sempit sehingga sulit untuk bergerak.

“Saya melihat orang-orang pergi ke sisi kiri dan saya melihat orang itu menuju ke sisi yang berlawanan. Jadi, orang yang di tengah macet, jadi tidak bisa berkomunikasi, tidak bisa bernapas,” kata Saksi Sung Sehyun kepada CNN.

Video yang diposting ke media sosial menunjukkan orang-orang melakukan kompresi pada pengunjung pesta lainnya yang tergeletak di tanah saat mereka menunggu bantuan medis. Tragedi itu menyebabkan seratusan orang meninggal dunia dan ratusan orang dilaporkan hilang.

Advertisement

“Kami melihat adegan dari film… seperti hal-hal yang terjadi selama perang,” kata saksi Park Jung-Hoon, 21, kepada Reuters.

“Mereka melakukan CPR di sana-sini dan orang-orang bergegas masuk karena tidak ada yang dikendalikan. Itu benar-benar di luar kendali,” kata dia.***

 

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement