Connect with us

News

Parapanahan Gagal All Indonesian Final di Individual Recurve Men Open

Avatar

Diterbitkan

pada

Atlet para archery Indonesia Sadikin mengikuti seleksi penyisihan cabor para archery 11th ASEAN Para Games Solo 2022. di Lapangan Kota barat Solo,01 Agustus 2022. ( INASPOC/Boy T Harjanto)

FAKTUAL-INDONESIA: Persaingan wakil Indonesia di cabor Para Archery atau Parapanahan di ajang ASEAN Para Games yang digelar di Lapangan Kottabarat, Solo, Jawa Tengah benar-benar ketat.
Termasuk di babak eliminasi di kelas individual recurve men open. Dimana wakil Indonesia dan Kholidin gagal sama-sama melaju ke babak final.

Setiawan sukses melaju ke final. Dia yang sempat ada di posisi rangking keempat di babak kualifikasi, memperlihatkan ketenangan dan ketepatan tembakannya.

Di babak 8 besar, dia mengalahkan wakil Thailand Phithong 6-4 (22-25, 22-20, 21-22, 22-20).
Setelah itu peringkat satu di babak kualifikasi asal Malaysia, Suresh Selvatamby juga dia kalahkan. Tepatnya di babak semifinal. Dimana Setiawan menang 6-4 (24-29, 28-27, 27-27, 24-23, 24-24).

Atas hasil ini, dia akan melaju ke final, yang rencananya akan digelar Rabu (3/8). Dia akan melawan Hanreuchai Netsiri asal Thailand.

Bukan lawan yang mudah pastinya, karena di final round brackets, dia mengalahkan dua wakil Indonesia.
Mulai dari Sadikin di babak 8 besar 6-0 (27-22, 28-25, 23-22), dan andalan utama Indonesia di kelas ini, yakni Kholidin yang dipaksa legowo karena kalah tipis 4-6 (27-25, 26-25, 22-24, 20-26, 25-26) di babak semifinal.

Advertisement

“Ikut senang juga dengan pencapaian Setiawan. Dia masih muda, dan masih sangat potensial sekali. Tadi dia juga bisa mengalahkan Suresh yang kemarin memiliki catatan rangking terbaik. Saya tetap yakin dia bisa membawa bendera Indonesia berkibar paling tinggi di final nanti,” ucap Pelatih Parapanahan Indonesia Tri Sugeng Purwanto.

Terkait Kholidin yang gagal masuk ke final di kelas individual recurve men open, dia mengakui hal itu wajar karena persaingan sangatlah ketat.

“Tadi memang sempat unggul, tapi lawan memang berat. Dia (Hanreuchai Netsiri) punya jam terbang yang tinggi, karena selalu ikut kejuaraan di berbagai negara,” ucapnya. ****

Advertisement
Lanjutkan Membaca