Connect with us

Nusantara

Dipantau Kapolda Pangdam Gubernur, Natal di Semarang Meriah dan Aman

Diterbitkan

pada

Gubernur bersama Pangdam dan Kapolda Jateng pantau langsung perayaan Natal. (Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengajak Kapolda, Pangdam IV Diponegoro beserta jajaran Forkompimda berkeliling memantau pelaksanaan natal di Kota Semarang, kemarin.

Mereka ingin memastikan, pelaksanaan Natal di ibu kota Provinsi Jateng ini berlangsung meriah, aman, lancar dan selalu taat protokol kesehatan. Dua lokasi yang dikunjungi dengan jumlah jemaat besar, yakni Holy Stadium Marina dan Gereja Katedral Santa Perawan Maria Ratu di kawasan Tugu Muda.

Baik Gubernur, Pangdam dan Kapolda, tak henti-henti mengingatkan kepada jamaah dan panitia untuk ketat dalam melaksanakan protokol kesehatan.

“Bapak ibu yang saya hormati, ini tahun ketiga bapak ibu merayakan Natal. Suasananya masih pandemi. Rasanya memang tidak enak tapi kita harus melakukannya. Maka kami datang ke sini untuk ikut bergembira. Silahkan merayakan Natal, biar kami yang menjaga,” kata Ganjar.

Ia melanjutkan: “Semoga ini menjadi cara kita untuk saling bersuka cita. Sampaikan salam saya untuk keluarga. Cukup dengan berdoa saja, pokoknya i love you full,” kata Ganjar pada para jamaah di Holy Stadium.

Advertisement

Dari Holy Stadium, Gubernur, Pangdam, Kapolda menuju Gereja Katedral di Tugumuda. Di sana, ia juga menyapa para jemaat yang sedang bersiap melaksanakan ibadah natal.
Mereka mengecek langsung bagaimana cara jemaat  beribadah. Ternyata, tidak semua jemaat bisa datang ke gereja. Mereka dibatasi dan harus mendaftar terlebih dulu.

“Meski pandemi, namun semangat jemaat tetap meriah. Tapi apapun yang terjadi, kita harus membatasi jumlah. Kita cek bersama Forkompimda dan senang karena prokesnya sangat ketat. Mereka disiplin memakai masker, jaga jarak dan kapasitasnya dibatasi,” terangnya.

Di Holy Stadium, sebut Ganjar, yang biasanya bisa menampung 12.000 jemaat, tahun ini hanya diisi 3.000 jemaat saja. Begitu juga di Gereja Katedral, kapasitasnya dibatasi.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar, prokes ketat dan jemaat mendaftar jauh-jauh hari. Mereka dapat kartu dan dicek satu-satu. Ini kontrol yang sangat bagus,” jelasnya.

Meski begitu, Ganjar senang melihat para jemaat tertib. Jumlah jemaat yang datang ke gereja untuk ibadah tahun ini juga lebih banyak dari Natal dua tahun lalu.

Advertisement

“Karena perayaan Natal itu bagi umat yang merayakan sangat dinanti. Saya senang, dibanding tahun lalu, sekarang lebih banyak yang bisa hadir. Mudah-mudahan semua bisa melaksanakan ibadah kebaktiannya dengan lancar dan senang,” pungkasnya.

Vikaris Paroki Keuskupan Agung Semarang, Romo Didik Mardiyanto mengatakan, tahun ini jumlah jemaat yang beribadah ke gereja memang lebih banyak dibanding tahun lalu. Meski begitu, prokes tetap dijalankan ketat dan semua harus mendaftar untuk mendapat kartu khusus.

“Selain dari umat Paroki kami, kami juga membuka untuk umat Paroki lain. Tapi prokes sangat ketat dan harus mendaftar. Memang tahun ini lebih banyak dari tahun lalu, dimana maksimal satu perayaan saat ini sebanyak 450 orang di dalam gereja, ditambah 75 di gedung sebelah gereja,” katanya.

Romo Didik juga sangat senang dan berterima kasih atas perhatian Gubernur Ganjar Pranowo bersama Pangdam, Kapolda dan jajaran Forkompimda Jateng.

“Dengan begitu kami menjadi tersemangati. Dalam arti, pelaksanan Natal bukan hanya perayaan kami sebagai umat Kristiani, tapi semua pihak. Pemerintah membantu, menemani dan mendukung kami sehingga kami merasa aman dan nyaman dalam merayakan Natal,” pungkasnya.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement