Nusantara
Soal PTM 100 Persen, Gibran Tegaskan Tak Mau Gegabah

Vaksinasi Covid-19 anak usia 6-11 tahun di Kota Solo belum selesai 100 persen. (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menegaskan pihaknya tidak mau gegabah mengambil kebijakan melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen saat ini. Hal ini dilakukan karena vaksinasi Covid-19 anak usia 6-11 tahun di Kota Solo belum selesai.
“PTM 100 persen dilakukan bertahap, minggu depan sudah 100 persen untuk yang kelas 9, nanti bertahap minggu berikutnya yang kelas 8 dan minggu berikutnya lagi yang kelas 7. Bertahap sampai Februari yang vaksinasi anak selesai semuanya. Iya nunggu vaksinasi anak selesai,” jelas Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka kepada wartawan di sela-sela menghadiri peresmian penerbangan perdana pesawat Super Air Jet di Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, Rabu (5/1/2022).
Dirinya tidak mau gegabah dengan menerapkan PTM 100 persen tersebut meskipun daerah lain sudah banyak yang melaksanakan PTM 100 persen. Menurut Gibran, vaksinasi Covid-19 anak usia 6-11 tahun tidak bisa dilakukan cepat karena bersamaan dengan jadwal Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
“Aku gumun (heran) kota-kota lain ki opo ra ono ( apa tidak ada) BIAS, kok vaksinasinya bisa cepat,”ujarnya.
Padahal jika anak mendapatkankan BIAS harus menunggu beberapa minggu dulu sebelum divaksin Covid-19.
“Saya kemarin juga sempat protes, di sini ada BIAS kok vaksinnya bisa cepat ya. Opo ditumpuk-tumpuk vaksinnya, kan yo ra oleh (kan ya tidak boleh),” katanya.
“PTM 100 persen nanti dilakukan di SMP dan SMA dulu yang vaksinasi Covid-19 nya sudah dua dosis. Pokoknya nunggu vaksinasi selesai dulu, kasihan yang kecil-kecil,” katanya lagi.
Dalam aturan keputusan bersama empat menteri tidak disebutkan syarat PTM 100 persen adalah capaian vaksinasi dosis 2 pada pendidik dan tenaga kependidikan di atas 80 persen dan capaian vaksinasi dosis 2 pada warga masyarakat lansia di atas 50 persen. Dan tidak disebutkan syarat lainnya termasuk capaian vaksinasi anak.
“”Ya tapi kita inginnya lebih aman saja apalagi pasca Nataru. Perlu dlilihat apakah ada lonjakan kasus tidak, apakah ada varian baru virus Covid-19 di Solo atau tidak. Harus hati-hati terutama untuk anak kecil, harus kita jaga benar,” pungkasnya. ***











