Nusantara
Proyek Waterpark Tak Sesuai Harapan, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Geram

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka geram melihat pembangunan proyek Waterpark Jurug, lamban. (Foto: istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka dibuat geram saat meninjau proyek pembangunan Waterpark Jurug, Selasa (17/5/2022). Pasalnya, proyek yang sudah dimulai sejak dua tahun lalu itu, sampai saat ini tidak ada kemajuan.
“Progres belum apa-apa. Ini cek progres, makanya kita kejar biar tidak kelamaan tidak selesai-selesai,” ujar Gibran seusai mengecek langsung ke proyek Waterpark Jurug.
Menurut Gibran pembangunan berjalan sangat lamban. Pihaknya menargetkan Desember 2022, selesai untuk fase 1. Sehingga bisa dilakukan soft opening.
“Mungkin yen ora tak nesoni yo (kalau tidak saya marahi) mangkrak. Tapi tadi oenegasan direkturnya fase 1 akan selesai Desember. Itu baru separuh,” jelasnya.
Pihaknya akan menunggu apakah bulan Desember mendatang bisa menyelesaikan target fase 1. Setelah itu, dalam waktu satu tahun mendatang proyek waterpark selesai semua.
“Komunikasi ya harus terus. Makanya tadi habis dari lapangan tak panggil ke Loji juga. Ya dikebut sampai selesai, la aku lewat sana gak ada aktivitas, tukangnya juga sedikit,” jelasnya lagi.
Proyek senilai sekitar Rp50 miliar tersebut menurut Gibran harus sesuai dengan kontrak kerjanya. Pihaknya akan melihat komitmen dari investor apakah bulan Desember selesai sesuai target.
“Tadi saya tanya time line sampai mana, om track atau tidak,” katanya.
Dari puluhan proyek pembangunan di Kota Solo, hanya proyek tersebut yang pembangunannya lamban.
Sementara itu, Direktur Utama PT Artha Tirta Mulya, Mulyono selaku investor mengaku ada sejumlah kendala teknis yang dihadapi. Diantaranya kontur tanah yang tidak rata. Selain itu juga karena pandemi Covid-19.
“Kalau prosentase pembangunan saya belum hitung. Tapi sesuai pembicaraan rencana sofr opening fase 1 bulan Desember,” kata Mulyono.
Mulyono juga mengungkapkan saat pertama kali, lahan masih dipenuhi pepohonan. Kontir tanah juga bergunung-gunung.
“Kemarin saat membangun pondasi juga terkendala hujan. Pondasi kan di bawah tanah jadi kendalanya cuaca,” katanya lagi.
Untuk.fase 1, ada lima fasilitas dalam waterpark tersebut. Diantaranya kolam arus dan water splash.
“Kita yakin bisa karena dengan kontraktor janjikan lima bulan selesai dan kita masih punya tenggang waktu. Untuk status lahan pinjam pakai selama 30 tahun,” pungkasnya. ***














