Nusantara
Mau Ikut Kelas Tari di Mangkunegaran Solo, Yuk Mumpung Masih Libur Lebaran

Pura Mangkunegaran Solo membuka kelas tari saat libur Lebaran. (Foto: istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Libur Lebaran masih beberapa hari lagi. bagi yang liburan di Solo yuk ikut kelas tari di Pura Mangkunegaran Solo. Masih ada waktu lho sampai hari Minggu (8/5/2022) mendatang.
Kelas tari di Pura Mangkunegaran ini bertujuan memperkenalkan tarian gaya Mangkunegaran kepada masyarakat. Caranya, tinggal mendaftarkan diri secara online melalui linktr.ee/puromangkunegaran maupun datang langsung di Kantor Dinas Pariwisata Pura Mangkunegaran Solo.
Kelas tari dibagi dalam 2 sesi, sesi pertama pukul 10.00-11.00 WIB dan sesi kedua pukul 13.00-14.00 WIB. Untuk biaya sekali pertemuan sebesar Rp100.000 ditambah dengan tiket masuk Pura Mangkunegaran sebesar Rp20.000 sehingga total menjadi Rp 120.000.
Tari yang diajarkan adalah Gambyong Retno Kusumo untuk putri dan Tari Bondoboyo untuk putra.
“Masyarakat diajarkan gerakan dasar tarian ini. Kelas tari ini dilaksanakan dari Kemantren Langenpraja sebagai lembaga kesenian Pura Mangkunegaran yang dibina oleh GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo,” jelas Pengageng Pariwisata Pura Mangkunegaran, Joko Pramudya.
Menurut panri senior Pura Mangkunegara, Rosini, pengunjung akan diajarkan tari Gambyong Retno Kusuma, tarian yang sudah ada sejak zaman Mangkunegara I.
“Peserta kelas tari kan sebagian besar belum bisa menari sehingga diajarkan dasar-dasarnya seperti cara berdiri, jengkeng, jalan, cara seblak sampur dan gerakan dasar lainnya. Kalau ingin memperdalam bisa diteruskan di hari lain ,” katanya.
Tidak hanhya kelas tari, pengunjung juga bisa melihat koleksi kereta kencana yang dipajang di pendopo Pura Mangkungaran. Pengunjung juga bisa berfoto dengan menggunakan busana adat dan busana tari gaya Mangkunegaran.
Selain itu juga jangan sampai ketinggalan ada penyajian Apem khas Mangkunegaran. Selain mengenalkan Apem khas Mangkunegaran juga ada kolak dan ketan Mangkunegaran. Penyajian Apem, Kolak, dan Ketan merupakan tradisi khas ruwahan di Pura Mangkunegaran.
Ketiganya disajikan bersama memiliki makna bahwa setiap manusia pasti melakukan kesalahan, sehingga perlu untuk meminta pengampunan dan bertobat, sehingga kehidupan di masyarakat semakin harmonis dan lebih baik lagi. Apem, Kolak, dan Ketan khas Mangkunegaran dapat dinikmati oleh wisatawan setelah selesai mengikuti tur museum.
Jika tertarik segera mendaftar ya, karena kuotanya terbatas. ***













