Connect with us

Nusantara

Jadikan Aku Halalmu, Program Kantor Kemenag Solo Banyak Diminati

Diterbitkan

pada

Program Jadikan Aku Halalmu Kantor Kemenag Solo. (Foto: istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Jadikan Aku Halalmu, program perjodohan yang digagas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo, ternyata banyak diminati. Pada periode kedua, ada 555 peserta yang mendaftar.

Dari jumlah itu, hanya dua yang tidak lolos verifikasi. Hal ini berbeda dengan periode pertama, dimana dari 543 peserta yang lolos hanya 398 pendaftar.

“Untuk periode kedua sudah kita tutup hanya ada dua yang tidak lolos. Kalau periode kedua peminatnya lebih serius ya, kalau yang pertama kemarin kan banyak yang coba-coba,” jelas Kepala Kantor Kemenag Solo, Hidayat Maskur, Sabtu (19/3/2022).

Setelah proses verifikasi, dilanjutkan dengan zoom meeting. Menurut Hidayat, sebelum zoom meeting,  peserta diklasifikasi dibagi kelas-kelas.

“Berdasarkan kelas-kelas, kan pendaftarnya beragam. Ada yang lulusan S2, ada yang dosen ada juga yang hafidz Al Quran, macam-macam. Jadi variasinya banyak, makanya dibagi kelas-kelas yang sepadan,” jelasnya lagi.

Advertisement

Pendaftar program tersebut yang paling tua berusia 56 tahun.  Mereka yang tidak lolos verifikasi diantaranya karena banyak dokumen yang tidak asli, diantaranya foto yang dikirimkan banyak yang menggunakan aplikasi sehingga tidak sesuai dengan aslinya.

“Kita kan kemudian pakai video call kan ketahuan wajahnya yang asli. Kita minta diperbarui, kalau gak diperbarui kita gugurkan, kita butuh jujur,” katanya.

Lebih lanjut Hidayat mengatakan untuk peserta program Jadikan Aku Halalmu di tahap kedua ini, pesertanya tidak berimbang. Jumlah laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan. Untuk perempuan 188 dan sisanya laki-laki.

“Kita bagi berdasarkan klasifikasi karena ada yang kaya dan miskin ada yang berpendidikan tinggi ada yang tidak. Kita carikan yang sekelas biar saat zoom meeting tidak asing,” katanya lagi.

Melalui zoom meeting pendaftar akan saling berkenalan. Mereka memperkenalkan diri mereka. Selain itu, Kemenag juga tetap memberikan materi diantaranya terkait psikologi pernikahan, kesehatan reproduksi, serta stunting.

Advertisement

“Kita juga melibatkan KUA untuk penyuluhanmya,” ujarnya.

Untuk tahap pertama lalu, dari 398 peserta ada tujuh pasangan yang berhasil hingga menikah. Kantor Kemenag Solo juga memfasilitasi pernikahan tujuh pasangan tersebut. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement