Connect with us

Nusantara

Catat! Kebun Binatang TSTJ Solo Akan Ditutup Usai Libur Lebaran

Diterbitkan

pada

Desain kebun binatang TSTJ Solo yang lebih modern.(Foto; Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Kebun Binatang Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, Jawa Tengah akan ditutup paling tidak selama enam bulan. Penutupan dilakukan seusai libur Hari Raya Idul Fitri mendatang.

Kebun binatang yang terletak di bagian timur Kota Solo dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Karanganyar itu, ditutup selama enam bulan untuk direvitalisasi.

TSTJ akan disulap menjadi kebun binatang modern yang konsepnya  binatang koleksi tidak lagi menempati kandang-kandang kecil. Revitalisasi Jurug Zoo itu dilakukan dengan menggandeng investor dari Taman Safari Indonesia.

“Kemarin sudah bertemu dengan pihak Taman Safari Indonesia. Mulai Mei habis libur Lebaran akan dirutup selama enam bulan,” jelas Gibran kepada wartawan di ruang rapat Wali Kota Solo, Senin (25/4/2022).

Revitaliasi akan dilakukan dan dikebut dalam waktu enam bulan mendatang sehingga bulan Desember sudah bisa dibuka kembali.

Advertisement

“Desember kita bukan kembali dengan rebranding. Untuk nama setelah rebranding saya usulkan kemarin Bengawan Solo Zoo tapi kalau ada usulan Jurug yang bisa, nanti juga minta masukan dari masyarakat,” jelasnya lagi.

Meskipun investornya dari Taman Safari Indonesia, tetapi konsepnya tidak akan sama dengan Taman Safari.  Pengunjung tetap bisa melihat koleksi kebun binatang dengan berjalan kaki dan bukan dengan mobil seperti di Taman Safari.

“Nanti juga ada open stage untuk pertunjukan. Kita manfaatkan juga danau yang ada di tengah Jurug, tidak ada kerangkeng-kerangkeng kecil lagi untuk binatangnya,” katanya.

Termasuk untuk hewan harimau juga tidak akan ditempatkan di kandang-kandang kecil. Semuanya akan dikembalikan seperti pada habitat aslinya.

Selama revitalisasi, ada beberapa koleksi binatang yang diungsikan tetapi ada juga masih tetap berada di TSTJ. Untuk hewan yang diungsikan akan menjadi tanggungjawab Taman Safari.

Advertisement

“Saya juga sudah minta tambahan koleksi hewannya. Tapi nanti saja,” katanya lagi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan menanggung kompensasi selama enam bulan ditutup. Untuk biaya gaji pegawai dan dokter hewan serta pakan ternak. Setiap bulan biaya operasional TSTJ mencapai Rp350 juta.

“Tiap bulan biaya opersional mencapai Ro350 juta, nanti kita tanggung dulu. Ada beberapa hal yang kita talangi dulu,”  ujarnya.

Untuk pengelolaan TSTJ seusai revitalisasi, nantinya akan menggunakan sistem bagi hasil dengan investor. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement