Nusantara
Bayi Meninggal Malah Dititipkan Ke Rumah Neneknya

Ilustrasi
FAKTUAL-INDONESIA: Seorang bayi laki-laki ditemukan tewas membusuk di rumah neneknya di Jalan Siwalankerto Tengah Gang Anggur No 121, Kelurahan Siwalankerto, Kecamatan Wonocolo, Surabaya.
Korban yang masih berusia 5 bulan itu diduga sudah tak bernyawa sejak Rabu (22/6/2022) lalu itu, diduga sengaja dititipkan oleh orangtuanya di rumah neneknya berinisial ES (46) tersebut.
Menurut Ketua RT 7, RW 2 Kelurahan Siwalankerto, Mashuri, kasus itu terungkap berkat keterangan sang nenek yang memberi tahu tetangganya bernama Adam, bahwa cucunya itu telah meninggal sejak empat hari lalu hingga menimbulkan bau tidak sedap.
“Adam melapor ke saya, dia juga melapor ke puskesmas, kemudian diarahkan ke 112. Setelah itu laporan diteruskan ke polisi. Dan saat dicek, ternyata benar bayinya sudah meninggal,” ujarnya.
Sejauh ini warga sekitar tidak ada yang mengetahui kejadian tersebut. Buntut kejadian tersebut, sang nenek akhirnya harus menjalani pemeriksaan di kepolisian.
Kepada polisi, sang nenek mengaku bayi itu dititipkan oleh ibunya berinisial E yang merupakan putri sang nenek pada Kamis (23/6/2022) dini hari. Bayi itu dititipkan karena dia hendak mengikuti acara liburan kantor di Jogjakarta.
Tapi ternyata bayi itu sudah dalam kondisi meninggal. Selanjutnya dia menghubungi putrinya untuk memberitahukan soal kondisi bayinya tersebut.
Di luar dugaan ternyata sang nenek malah diminta merahasiakan kondisi sang bayi dan mengancam akan dibunuh kalau memberitahukannya kepada orang lain. Sang nenek yang ketakutan akhirnya membiarkan bayi itu membusuak di rumahnya.
Tapi pada sabtu (25/6/2022) sang nenek kasihan dan mulai tidak tahan dengan bau dari mayat sang bayi yang semakin menusuk hidung. Dia kemudian memberitahukannya kepada tetangganya bernama Adam.
Berdasarkan keterangan sang nenek, korban ternyata sudah sering dianaya ibu kandungnya ketika rewel. “Korban bayi itu sebelum diketahui meninggal diduga sempat dianiaya oleh ibu kandungnya dengan cara dibanting di tempat tidur,” ujar Kanit Reskrim Polsek Wonocolo Surabaya AKP Ristitanto.***













