Connect with us

Nasional

Ngeri! Wanita di Pulau Taliabu Tewas Setelah Diserang Ular Piton 7,8 Meter Saat Memindahkan Sapi

Diterbitkan

pada

Ilustrasi ular piton yang menelan wanita di hutan, Pulau Taliabu Barat, Maluku Utara. (Foto : istimewa)

AKTUAL-INDONESIA : Seorang wanita bernama Elisabet Yamalau (44) meninggal dunia setelah diserang ular piton sepanjang 7,8 meter di Desa Ratahay, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara. Peristiwa tragis itu terjadi saat korban pergi ke kebun untuk memindahkan sapi.

Kapolres Pulau Taliabu AKBP Adnan Wahyu Kashogi mengatakan korban berangkat seorang diri menuju kebun pada Selasa (9/6) sekitar pukul 15.30 WIT. Lokasi kebun diketahui berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya.

Namun hingga petang, korban tidak kunjung pulang. Suaminya, Benyamin Lanto (52), yang mulai khawatir kemudian menyusul ke kebun untuk memastikan kondisi istrinya.

“Korban pergi ke kebun untuk memindahkan sapi. Karena belum kembali hingga malam, suaminya memutuskan menyusul ke lokasi,” ujar Adnan.

Saat tiba di kebun, Benyamin menemukan pemandangan mengejutkan. Istrinya sedang diserang seekor ular piton berukuran besar dan sebagian tubuh korban telah berada di dalam mulut reptil tersebut.

Advertisement

Melihat kondisi itu, Benyamin berusaha menyelamatkan korban dengan memotong bagian kepala ular menggunakan alat yang tersedia di lokasi. Setelah ular berhasil dilumpuhkan, korban dievakuasi dari lilitan dan mulut ular.

Namun upaya penyelamatan tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa Elisabet. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Setelah memastikan kondisi istrinya, Benyamin meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan evakuasi. Sekitar pukul 21.00 WIT, warga bersama keluarga berhasil membawa jenazah korban dari kebun menuju rumah duka.

“Jenazah kemudian dibawa ke rumah untuk disemayamkan sebelum dimakamkan oleh pihak keluarga,” kata Adnan.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat setempat karena melibatkan ular piton dengan ukuran yang sangat besar. Kepolisian mengimbau warga yang beraktivitas di kebun maupun kawasan hutan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada musim hujan ketika satwa liar lebih sering muncul di sekitar permukiman dan lahan pertanian.

Advertisement

Polisi juga meminta masyarakat segera melapor kepada aparat setempat apabila menemukan hewan liar berbahaya guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement