Connect with us

Nasional

Terhadang Pandemi Covid-19, JakPro: Revitalisasi TIM Tetap Sesuai Target

Gungdewan

Diterbitkan

pada

 

Ada waktu yang terbuang, JakPro sebut pandemi Covid-19 jadi tantangan terberat revitalisasi TIM

Ada waktu yang terbuang, JakPro sebut pandemi Covid-19 jadi tantangan terberat revitalisasi TIM

FAKTUAL-INDONESIA: Proyek revitalisasi Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM) mendapat tantangan berat dengan adanya pandemi virus corona (Covid-19).

Namun Badan Usaha Milik Daerah Provinsi DKI Jakarta PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro menyatakan,  proses revitalisasi TIM tetap berjalan sesuai target.

Direktur Proyek Revitalisasi TIM, Lucky Ismayanti menegaskan, saat ini, sejumlah fasilitas yang sudah difungsikan, yakni Masjid Amir Hamzah dan Gedung Parkir Taman.

Sementara itu, Gedung Panjang yang terdiri dari Perpustakaan, Galeri dan Wisma Seni mencapai 99 persen dengan tahap finalisasi pada interior.

Advertisement

Pada fasilitas lainnya, yakni Planetarium dan Pusat Latihan Seni mencapai 55,35 persen, Galeri Annex mencapai 94,25 persen, Graha Bhakti Budaya mencapai 66,91 persen dan Teater Halaman mencapai 40,75 persen.

Lucky Ismayanti, mengatakan JakPro selaku perusahaan yang memimpin proyek tersebut, mulai melaksanakan revitalisasi pada pertengahan 2019.

“Kemudian terbentur dengan kondisi pandemi ketika di awal tahun 2020 sampai sekarang, pelaksanaan pembangunan ini tentunya tidak terlepas dari mobilisasi,” kata Luky Ismayanti dalam diskusi virtual di Jakarta, Jumat.

Luky menjelaskan bahwa selama pembangunan sejumlah fasilitas dan renovasi di TIM, kegiatan proyek tidak terlepas dari mobilisasi orang, peralatan hingga material.

Adanya pandemi COVID-19 yang membatasi pergerakan manusia akhirnya mau tidak mau berdampak langsung terhadap pembangunan.

Advertisement

Sebelum pandemi, pekerja asing yang didatangkan ke Indonesia dapat langsung bekerja, namun ketika pandemi, mereka harus melakukan karantina setelah perjalanan dari luar negeri.

“Tentunya ada waktu yang terbuang dalam proses itu. Belum lagi terhadap suplai material yang difabrikasi di luar, ternyata kegiatan pabriknya juga dibatasi,” kata Luky. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement