Connect with us

Nasional

Sedang Reuni, Guru Besar UGM Meninggal Terseret Ombak Pantai Pulang Sawal Yogyakarta

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Korban sedang berfoto bersama rombongan di bawah tebing sebelah barat Pantai Pulang Sawal terhantam gelombang besar dan terseret hingga ke tengah perairan

Korban sedang berfoto bersama rombongan di bawah tebing sebelah barat Pantai Pulang Sawal terhantam gelombang besar dan terseret hingga ke tengah perairan

FAKTUAL-INDONESIA: Salah seorang Guru Besar Universitas Gajah Mada (UGM) meninggal dunia terseret ombak saat foto-foto dalam acara reuni.

Rektor UGM Prof Ova Emilia membenarkan bahwa Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Prof Samekto Wibowo meninggal dunia setelah terseret ombak di Pantai Pulang Sawal, Tepus, Gunungkidul, DIY, Sabtu.

Saat ini, menurut Ova, jenazah Guru Besar Samekto masih di RSUD Wonosari, Gunungkidul.

“Iya. Memang betul, jadi sedang reuni sejak semalam. Lagi foto-foto terus kemudian ada ombak beliau jatuh katanya. Jadi telungkup gitu terus ada ombak lagi, keseret belum sempat bangun,” kata Ova saat dihubungi di Yogyakarta, Sabtu.

Terkait rencana proses pemakaman almarhum, menurut dia, masih dimusyawarahkan bersama keluarga.

Advertisement

UGM, kata Ova, sangat kehilangan sosok guru besar yang peduli dengan yang lebih muda.

“Kebetulan saya sangat dekat ya, orangnya sabar dan kalau ngajarin itu sabar banget, dan orangnya tidak neko-neko kok. Jadi kita sangat kehilangan,” ujar dia.

Berdasarkan pantauan media antaranews.com, Koordinator SAR Linmas Wilayah II Pantai Baron Marjono menjelaskan bahwa korban bersama beberapa rekan-rekannya berfoto di sekitar bawah tebing Pantai Sawal pada Sabtu (24/9) sekitar pukul 11.00 WIB.

“Korban sedang berfoto bersama rombongan di bawah tebing sebelah barat Pantai Pulang Sawal. Sudah berkali-kali petugas mengimbau agar menepi, tetapi tidak dihiraukan,” kata dia.

Tanpa menghiraukan imbauan, menurut dia, Prof Samekto terhantam gelombang besar dan terseret hingga ke tengah perairan.

Advertisement

Petugas Satlinmas yang mengetahui peristiwa itu, kata dia, langsung mengevakuasi korban ke tepi pantai dan kemudian membawa ke Puskesmas Tepus.

Prof Samekto, kata dia, mengalami pingsan dan mulut berbusa diduga akibat terlalu banyak kemasukan air.

“Namun korban mengalami henti nafas dalam perjalanan menuju Puskesmas Tepus. Selanjutnya, jenazah dibawa ke ruang jenazah RSUD Wonosari,” ujar Marjono. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement