Connect with us

Nasional

Kepada 100 Peserta AKMINAS Menag Nasaruddin Ungkap Jalan Utama Mencapai Kebenaran dan Menjadi Pemimpin Bijak

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Kepada 100 Peserta AKMINAS Menag Nasaruddin Ungkap Jalan Utama Mencapai Kebenaran dan Menjadi Pemimpin Bijak

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menjadi narasumber pada Acara AKMINAS 2025 di Jakarta, Jumat (10/10/2025). (Kemenag)

FAKTUAL INDONESIA: Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan dua jalan untuk mencapai kebenaran dan menjadi pemimpin yang bijak ketika memberi pesan khusus kepada 100 peserta Akademi Kepemimpinan Mahasiswa Nasional (AKMINAS) Tahun 2025.

Menurut Menag Nasaruddin, perlunya menempuh dua jalan utama, yaitu Konsentrasi dan Kontemplasi untuk mencapai kebenaran dan menjadi pemimpin yang bijak.

“Konsentrasi menekankan pada kekuatan pikiran dan analisis saat siang hari, sedangkan kontemplasi menekankan pada kedalaman rasa dan spiritual, terutama pada malam hari. Inilah yang dicontohkan cara Rasulullah dalam belajar dan mengambil keputusan,” kata Menag Nasaruddin di Jakarta, Jumat (10/10/2025).

Baca Juga : Menag Nasaruddin Tegaskan MQK bukan Sekadar Mengadu Otak dan Sampaikan Pentingnya Religious Diplomacy

AKMINAS berlangsung di Wisma Pamentas, Jakarta. Giat ini mengusung tema “Meneguhkan Keberagaman, Membangun Peradaban, untuk Indonesia Emas 2045”. Ini merupakan acara perdana Kemenag yang diikuti 100 mahasiswa terbaik dari berbagai jenjang dan Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) se-Indonesia.

Dikutip dari laman Kemenag, Nasaruddin berharap bibit pemimpin masa depan bangsa ini kuat dalam konsentrasi dan kontemplasi. Dikatakan Menag, generasi muda tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga harus memiliki kekuatan spiritual dan logika yang seimbang.

Advertisement

“Jangan selalu larut dalam keadaan. Seorang pemimpin harus berani berbeda untuk sesuatu yang lebih baik. Berpikirlah konstruktif, karena di tangan kalian lah peradaban bangsa akan ditentukan,” ujarnya.

Baca Juga : Ambruknya Bangunan di Ponpes Sidoarjo Jadi Pelajaran, Kata Menag Nasaruddin Umar

Kontrol Diri

Selain kecerdasan spiritual dan intelektual, Nasaruddin mengingatkan pentingnya pengendalian emosi. Dia berpesan agar mahasiswa tidak mudah terprovokasi dan lebih dominan menggunakan otak ketimbang otot.

“Kalian harus bisa memposisikan diri. Pahami kapan dan bagaimana memerankan diri di setiap kondisi. Jangan gampang terpancing dan fokuslah pada solusi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nasaruddin  memberikan kata kunci untuk sukses dan menguasai masa depan, yakni memperbanyak literasi dan memperkuat ibadah malam.

Advertisement

“Saya titipkan kata kunci sukses untuk menguasai masa depan, yaitu perbanyak literasi dan perkuat ibadah malam,” tegasnya.

“Dalam Islam, kita bisa contohkan dengan perbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, dan memaksimalkan kontemplasi pagi dengan tidak tidur setelah Subuh,” lanjutnya.

Aspek praktis lain yang ditekankan Nasaruddin adalah keberanian untuk mencoba, termasuk dalam menguasai bahasa asing.

Baca Juga : Nasaruddin, Menag Pertama Hadiri Tahbisan Imam, Serukan Rumah Ibadah Jadi Rumah Persaudaraan

“Tidak masalah jika Bahasa Inggrisnya masih belepotan. Yang terpenting adalah niat untuk terus belajar. Salah satu cara menguasai dunia adalah melalui bahasa,” pesannya.

“Dan yang tak kalah penting, kalian harus melek teknologi. Tapi ingat, kemajuan teknologi harus dibarengi dengan integritas. Pastikan diri kalian bersih dari sanksi sosial, tidak ada catatan kriminal, dan apalagi catatan hitam di bank. Itu adalah kunci kredibilitas pemimpin masa depan,” tambahnya.

Advertisement

Menag sangat mengapresiasi program AKMINAS ini dan memastikan komitmen untuk melanjutkan program ini agar dapat diselenggarakan angkatan kedua. Acara ditutup dengan Menag memimpin doa bersama, berharap seluruh peserta menjadi generasi emas yang akan mencerahkan dan menentramkan bangsa.

“Mari kita akhiri dengan doa, memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kalian semua, para peserta AKMINAS, benar-benar menjadi generasi emas dan harapan bangsa yang membawa pencerahan dan ketentraman bagi Indonesia,” pungkasnya. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement