Nasional

Bencana Tanah Longsor: 3 Rumah Tertimbun di Samarinda, Akses Majalengka – Kuningan Terputus

Published

on

Bencana Tanah Longsor: 3 Rumah Tertimbun di Samarinda, Akses Majalengka - Kuningan Terputus

FAKTUAL INDONESIA: Bencana banjir disertai tanah longsor menerjang Kota  Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (Jabar).

Di Kota Samarinda, hujan dengan intensitas  Senin (12/5/2026), sejak pukul 05.15 WITA hingga 07.25 WITA menyebabkan 21 titik genangan air dan tiga rumah tertimbun material longsor yang diduga ada sekitar empat orang di dalamnya.

Sedangkan di Majalengka, tepatnya di Desa Sindangpanji, Kecamatan Cikijing,
Minggu (11/5) malam, tanah longsor menutup akses jalan penghubung Majalengkab- Kuningan. Tanah longsor menyebabkan dua pemotor sempat terjebak di lokasi kejadian.

“Hujan deras yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut mengakibatkan peningkatan volume air di berbagai drainase dan sungai di Samarinda. Akibatnya, sejumlah ruas jalan utama dan pemukiman warga terdampak luapan air,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda Suwarso di Samarinda, Senin.

Advertisement

Menurut Suwarso, selain genangan air, dampak hujan deras juga menyebabkan terjadinya tanah longsor di beberapa lokasi.

Baca Juga : Kali Wanggu Kendari Sultra Meluap Menyebabkan 50 KK Tergenang Banjir, Tana Toraja Darurat Tanah Longsor

Suwarso mengaku pihaknya menerima laporan adanya longsor di Jalan Bengkuring Raya (Gang Kangkung), Jalan Belimau RT 07 Kelurahan Lempake yang merusak berat bangunan rumah, dan yang mengkhawatirkan adalah longsor di Jalan Belimau Raya RT 22 Lempake.

“Untuk longsor di Jalan Belimau Raya RT 22, berdasarkan informasi awal yang kami terima, ada tiga rumah tertimbun material longsor. Kami juga mendapatkan informasi kemungkinan ada warga yang berada di dalam rumah saat kejadian,” kata Suwarso.

Berdasarkan pantauan tim BPBD di lapangan, ada 21 titik yang teridentifikasi mengalami genangan dengan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 100 sentimeter.

Adapun 21 titik yang terdata mengalami genangan air meliputi sejumlah ruas jalan dan kawasan pemukiman padat penduduk, di antaranya jalan poros Samarinda – Bandara APT Pranoto (simpang Lempake hingga Alaya), Jalan Bitek (RT 07 dan RT 01 Kelurahan Sempaja Siring), Jalan Citandui dan Serayu (Tanah Merah), Jalan Gunung Kapur, Giri Rejo, Kebun Agung, dan Kartini (Lempake).

Advertisement

Selain itu, Jalan Daman Huri (Sungai Pinang), Jalan Gerilya (Sungai Pinang), Jalan Pramuka, Juanda, Kadri Oneng, AW. Syahranie, Lejen Suprapto, Wahid Hasyim I, KS. Tubun, Belimau (sekitar SMAN 9), Mugirejo Dalam, Talangsari Luar, dan Jalan Sayur (Sempaja Utara) dengan ketinggian air mencapai 100 sentimeter.

Saat ini, tim BPBD Kota Samarinda diterjunkan ke lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan pendataan lebih lanjut, membantu evakuasi warga yang terdampak genangan, serta melakukan asesmen terhadap kerusakan akibat longsor.

Baca Juga : Korban Tanah Longsor Pekalongan Bertambah Jadi 25 Orang Tewas

Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga, terutama di lokasi longsor yang diduga menimbun rumah.

“Kami sedang berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya, termasuk aparat kepolisian dan relawan, untuk segera melakukan upaya pencarian dan pertolongan di lokasi longsor Jalan Belimau Raya RT 22. Kami mengimbau kepada masyarakat di sekitar lokasi untuk berhati-hati dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan,” kata Suwarso.

Tutup Majalengka – Kuningan

Advertisement

Sementara itu Penata Penanggulangan Bencana Ahli Pertama BPBD Majalengka Wawan Suryawan mengatakan longsor pertama terjadi sekitar pukul 16:30 WIB, saat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur kawasan tersebut.

“Tadi pukul 18:00 WIB kami melakukan penanganan karena longsornya kecil. Ternyata setelah Isya terjadi longsor susulan yang mengakibatkan dua pemotor terjebak,” katanya di Majalengka, Minggu.

Ia menyebutkan kedua korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan hanya mengalami luka ringan. Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan BPBD, TNI, Polri, serta warga sekitar.

Baca Juga : Masyarakat Tangerang Selatan Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan setelah Banjir dan Tanah Longsor Landa Ratusan KK

Menurut dia, material longsoran berupa tanah dan batu menutup seluruh badan jalan tersebut, sehingga arus lalu lintas dari arah Majalengka maupun Kuningan tidak dapat dilalui.

“Ruas jalan ini tertutup total. Akses dari dua arah tidak bisa digunakan sementara waktu,” ujarnya.

Advertisement

Ia menyampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka bersama dinas teknis, saat ini telah melakukan asesmen dan penanganan darurat di lokasi kejadian.

Adapun penangan itu, lanjut dia, difokuskan pada pembersihan jalur dengan menerjunkan alat berat ke lokasi kejadian.

Pihaknya kini terus melakukan koordinasi lintas sektor, untuk mempercepat proses penanganan dan pembukaan kembali jalur yang terdampak longsor.

Baca Juga : Bencana Negeriku: Cari Satu Korban Tanah Longsor Blitar, BPBD Jatim Terjunkan TRC

“Masyarakat diimbau untuk menggunakan jalur alternatif melalui Cidulang–Cipulus menuju Gunungsirah, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan,” tuturnya.

Ia juga meminta warga agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun dan melintasi jalur minim penerangan.

Advertisement

“Segera laporkan kepada kami jika terjadi bencana di wilayah sekitar, agar bisa langsung ditangani,” ucap dia.

Informasi banjir dan tanah longsor di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (Jabar) ini dikutip dari laman berita antaranews.com seperti dipantau pada media online, Senin (13/5/2025). ***

Exit mobile version