Nasional

1 Meninggal Tertimpa Pohon, Ambon Dilanda Banjir dan Tanah Longsor Akibat Hujan Lebat Dua Hari

Published

on

1 Meninggal Tertimpa Pohon, Ambon Dilanda Banjir dan Tanah Longsor Akibat Hujan Lebat Dua Hari

Suasana penyelamatan yang dilakukan petugas dan warga dalam bencana tanah longsor, banjir dan pohon tumbang yang melanda Puala Ambon, Maluku, akibat hujan deras selama dua hari

FAKTUAL INDONESIA: Satu (1) orang meninggal dunia tertimpa pohon tumbang setelah hujan lebat selama dua hari melanda Ambon, Maluku, yang mengaibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah titik.

Banjir dan tanah longsor melanda Pulau Ambon akibat guyuran hujan lebat selama dua hari berturut-turut.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon Kamari sejak awal bulan ini telah mengeluarkan peringatan dini kepada warga guna mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.

“Akibat hujan deras yang tidak henti-hentinya sejak kemarin, baru saja terjadi longsoran talud di samping rumah saya, namun syukurlah tidak ada yang terluka dalam musibah malam ini, termasuk rumah tetangga yang temboknya terkena material longsoran,” kata Frengky M, warga Kelurahan Karangpanjang, Kecamatan Sirimau (Kota Ambon) di Ambon, Minggu.

Baca Juga : Banjir Bandang akibat Hujan Deras dan Tanggul Jebol Terjang Permukiman KAT Didingga Gorontalo Utara

Bencana alam berupa pohon tumbang terjadi di kawasan Batugantung menimpa rumah keluarga Romer dan mengakibatkan seorang warga bernama Albert meninggal dunia pada Sabtu (21/6/2025) malam.

Advertisement

Sementara bencana tanah longsor terjadi di Kezia, Kecamatan Nusaniwe (Kota Ambon).

Sedangkan pada kawasan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) di Kecamatan Sirimau serta Hative Kecil terjadi banjir akibat luapan sungai menyebabkan banyak rumah warga terendam banjir dan mereka sementara ini menyelamatkan diri ke ke tempat yang dirasa lebih aman.

Sejumlah ruas jalan di Kota Ambon juga tidak bisa dilewati sementara ini akibat luapan banjir, seperti di kawasan Perigi Lima, Jalan AY Patty, Jalan Baru, serta kawasan Waehaong maupun kawasan Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

Kondisi cuaca ekstrem ini berpotensi terjadi si wilayah Kota Ambon, Kabupaten Buru dan Buru Selatan, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur hingga Maluku Tenggara, Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya.

Karena itu masyarakat diimbau mewaspadai cuaca buruk, tanah longsor dan banjir hingga ancaman gelombang tinggi disertai angin kencang.

Advertisement

Baca Juga : Hujan Deras, Gunung Semeru Erupsi Dua Kali dan Hadirkan Getaran Banjir Lahar

Peringatan ini dikeluarkan BMKG berdasarkan hasil analisis, kondisi atmosfer yang dapat memicu terjadinya cuaca signifikan di wilayah Maluku akibat adanya daerah pertemuan angin serta percepatan massa udara, suhu muka laut yang hangat antara 28-32 derajat Celcius dengan anomali -1.0 hingga 2.4 derajat Celcius.

Kemudian faktor aktifnya gelombang Rossby dan kelembaban udara lapisan atas yang relatif basah, dsertaMaluku saat ini sudah memasuki periode musim hujan.

Demikian informasi bencana alam di Puala Ambon yang dikutip dari laman berita antaranews.com dalam laporannya Minggu (22/6/2025) pagi. ***

Advertisement
Exit mobile version