Wisata
Pantai Canada dengan Pasir Putih Kristal di Bitung ‘Masih Perawan’

Pantai Canada di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Screenshot YouTube VivaVideo)
FAKTUALid – Umumnya kalau ada informasi mengenai lokasi pariwisata alam yang indah dan masih ‘perawan’, maka hampir dipastikan lokasi tersebut berada di daerah terpencil dengan transportasi masih minim.
Tapi lain dengan Pantai Canada yang terletak di Desa Batu Putih, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, Sulawesi Utara. Pantai dengan pasir putih seperti kristal yang masih perawan ini bisa ditempuh dengan mobil dari Bandara Sam Ratulangi di Manado, hanya makan waktu sekitar satu jam saja.
“Untuk perbandingan, seperti jarak dari tengah Kota Jakarta menuju Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng. Waktu tempuhnya tergantung dengan kemacetan. Tapi rata-rata satu jam,” kata Fransiska Langelo, salah satu pemilik puluhan hektare lahan di pinggir Pantai Canada saat wawancara dengan FAKTUALid.com.
Dari Kota Bitung sendiri, jalan raya menuju Pantai Canada juga sudah beraspal hotmix. Bisa untuk dua jalur mobil berlawanan arah. Masyarakat yang ingin ke Pantai Canada tidak perlu menguras banyak uang untuk transpor. Tidak juga menguras tenaga untuk perjalanan seperti kalau mengunjungi obyek wisata alam yang masih perawan di daerah lain.
Jarak tempuh dari Bandara Sam Ratulangi ke Kota Bitung memang semakin dekat dengan diresmikannya Jalan Tol Manado-Bitung sepanjang 40 km oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo pada tanggal 29 September 2020 lalu.
Dengan jalan tol itu maka waktu tempuh perjalanan yang dilakukan masyarakat dari Manado ke Bitung dan sebaliknya menjadi jauh lebih cepat dari sebelumnya.
Dulu, sebelum ada jalan tol ini, jarak tempuh Manado-Bitung bisa mencapai 1,5 jam lebih, namun dengan adanya jalan tol ini waktu tempuh lebih singkat. Otomatis waktu tempuh menuju Pantai Canada bisa lebih singkat.
Ada alternatif lain dari Kota Manado untuk menuju Pantai Canada yaitu menggunakan speedboat. Waktu tempuh menggunakan sarana transportasi air ini juga sekitar satu jam.

Fransiska Langelo, salah satu pemilik puluhan hektare lahan di pinggir Pantai Canada di Kota Bitung, Sulawesi Utara. (Foto: FAKTUALid.com/Farhan)
Pasir Putih Kristal
Seperti apa sih yang namanya pasir putih kristal yang ada di pantai Canada? Fransiska menjelaskan bahwa kalau kita datang ke Pantai Canada memakai kaus putih, lalu tidur-tiduran di atas pasir putih kristal itu, maka saat kita bangun kaus putih kita tidak kotor.
“Pasir putih kristalnya juga tidak menempel di baju atau tubuh kita, tapi langsung berjatuhan,” katanya.
Lalu mengapa Pantai Canada disebut masih perawan ? karena hingga saat ini boleh dikatakan belum tersentuh oleh investor yang bisa mengembangkan potensi wisata alam di sekitar Pantai Canada.
Saat ini masyarakat setempat mengambil inisiatif menarik “uang kebersihan” untuk setiap pengunjung yang datang melalui pintu masuk utama. Tarif masuknya terjangkau untuk masyarakat luas. Jadi di lingkungan Pantai Canada meski belum ada ada hotel atau restaurant, namun masyarakat menyiapkan tempat sederhana untuk toilet beserta air bersih, termasuk untuk membilas tubuh seusai berenang di pantai ini.
Tidak ada pagar yang dibangun untuk menghalangi masyarakat datang ke Pantai Canada. Justru yang ada adalah pagar alami berupa tebing memanjang menjadi pagar yang menyisakan semacam jalan masuk ke pantai. Pagar alami itu menurut cerita adalah lava muntahan gunung berapi yang meletus di masa lalu.
Oh ya, mengapa pantai ini bisa dikenal dengan nama Pantai Canada ? Fransiska menjelaskan, lokasi pantai tersebut akrab disebut demikian, karena penduduk setempat mengetahui bahwa lokasi itu adalah milik seorang perempuan lokal yang menikah dengan seorang pria (bule) berkebangsaan Canada.
“Tapi pasangan Canada dengan Bitung ini sudah berpisah. Namun pantainya masih disebut Pantai Canada,” katanya sambil tersenyum.
Pemandangan Eksotis
Dari Kota Bitung , saat perjalanan menuju Pantai Canada, mata kita akan menikmati suasana pemandangan hunian perkampungan, perkebunan tani, pemandangan pegunungan (Gunung Kalabat dan Gunung Dua Saudara) serta lembah-lembah berhutan.
Di perjalanan ini kita dapat melihat pemandangan Kota Bitung dengan lautannya yang indah, juga Pulau Lembe dan pulau-pulau kecil lainnya dari kejauhan pada spot-spot tertentu.
“Sehingga perjalanan yang kira-kira dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 15 menit dengan kecepatan standar sarat akan panorama alam yang cukup eksotis,” ujar Fransiska.
Ia menambahkan, Pantai Canada di Kota Bitung yang dinamis, asri, dan bersahabat ini, memiliki banyak sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah.
“Meskipun saat ini masyarakatnya pun tidak luput dari imbas modernisasi, tapi masih banyak desa – desa pemukiman penduduk yg masih asli dan ramah serta unik,” kata Fransiska.
Mata pencaharian masyarakat setempat bukan hanya berkebun dan bertani akan tetapi juga adalah nelayan- nelayan.yang handal.
Maka jangan heran kalau melihat pantai-pantai di perkampungan wilayah sekitar lokasi dipenuhi oleh perahu-perahu nelayan. Dan pada malam hari kita akan melihat banyaknya panorama cahaya di permukaan laut seperti lampion-lampion perahu nelayan yang sedang memancing. Serta lampu rompong-rompong alias bagan-bagan atau gubuk-gubuk terapung di laut tempat menampung dan memelihara ikan hasil laut.
Lahan tanah yang terdapat di sekitar Pantai Canada sebenarnya adalah area perkebunan kelapa. Ada sekitar 2.500 pohon kelapa yang sudah berkali-kali di panen.
Di lokasi tersebut juga terdapat sungai dengan lebar lebih dari 10 meter yang di penuhi oleh pasir dan batu-batuan di tepiannya yang cukup eksotis.
Pada satu sisi lahan tanahnya yang disebut “Sungai Aerkabur” sangat jernih airnya, hanya pada waktu2 tertentu saja airnya terlihat “kabur” karena kandungan pasirnya.

Pantai Canada di Kota Bitung, Sulawesi Utara. (Screenshot YouTube VivaVideo)
Dekat Taman Nasional Tangkoko
Pantai Canada memang strategis dan menawarkan keindahan alam. Di samping pantainya yang indah, perairan di Pantai Canada juga memiliki keanekaragaman hayati laut yang sangat indah. Tidak sedikit pengunjung datang untuk menyelam di sana.
Wisatawan yang menikmati keindahan alam Pantai Canada selanjutnya bisa menikmati Taman Nasional Tangkoko atau ke The Lembeh Strait sebagai alternatif kunjungan ke Pulau Bunaken yang sama-sama memiliki keindahan taman laut.
Taman Nasional Tangkoko merupakan salah satu objek wisata alam andalan di Sulawesi Utara, tepatnya di Kota Bitung. Taman nasional seluas sekitar 8.718 hektar ini merupakan tempat tinggal Tarsius dan Yaki.
Tarsius adalah hewan khas Sulawesi Utara dan sering disebut-sebut sebagai monyet terkecil di dunia. Panjangnya sekitar 10 hingga 15 cm saja.
Keunikan hewan mungil yang satu ini tidak hanya terletak pada ukurannya saja, namun juga pada aktivitas kepalanya yang bisa diputar hingga 180°.
Sementara Yaki biasa disebut si monyet jambul kuning. Bulu yang berwarna hitam, serta seluruh tubuh yang ditumbuhi rambut kecuali muka yang berwarna hitam dan pantat yang lucunya berwarna merah muda.
Secara internasional, tarsius dikenal dengan nama latin Tarsius spectrum, sedangkan yaki atau monyet jambul kuning dikenal dengan nama Macaca nigra.
Kedua hewan langka ini hanya bisa ditemui di Indonesia (Sulawesi Utara) dan Filipina saja. Nah, di Indonesia kedua hewan lucu ini diketahui hidup di Taman Nasional Tangkoko.
Juga ada Babi Rusa, Burung Taong, Burung Maleo yang apabila bertelur telurnya berukuran sebesar bahkan lebih besar dari tubuhnya. Terpantau pula beberapa spesies kura-kura langka di Pantai Canada dan lainnya.
Selain dapat melihat aneka satwa yang ada, Anda juga dapat menikmati trekking menjelajahi hutan belantara yang terdapat di sekitar Taman Nasional Tangkoko.
The Lembeh Strait
The Lembeh Strait sesuai namanya terletak di Selat Lembeh, perairan sempit yang memisahkan daratan utama Pulau Sulawesi dengan Pulau Lembeh. Kota Bitung terletak di salah satu sisi selat ini.
Selat ini dikenal memiliki kekayaan keanekaragaman hayati laut yang sangat tinggi dan menjadi salah satu objek wisata selam utama di Sulawesi Utara. Pantai Canada sendiri terletak di ujung The Lembeh Strait.
The Lembeh Strait jadi alternatif kunjungan ke Pulau Bunaken. Kecantikan alam bawah laut pulau yang satu ini selalu membuat wisatawan dari berbagai dunia berdecak kagum. Taman laut ini memiliki biodiversitas kelautan salah satu yang tertinggi di dunia. Selam scuba menarik banyak pengunjung ke pulau ini.
Lokasi Pantai Canada sendiri masuk ke dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung dan bagian dari jalur menuju KEK Likupang di Minahasa Utara.
Tentunya potensialnya lahan tanah perkebunan di Pantai Canada yang memiliki pantai eksotis ini memang sangat menjanjikan. Bukanlah hanya janji-janji dan impian belaka, melainkan fakta. Namun untuk pengembangannya dibutuhkan investasi yang cukup besar serta investor yang tepat. ***
Pantai Canada, Kota Bitung, Sulawesi Utara
https://goo.gl/maps/86ueUbxs8bQ2














