Otomotif
Setelah Harga Naik, Benarkah Pertalite Terasa Lebih Boros? Ini Tanggapan Pertamina

Setelah Harga Naik, Benarkah Pertalite Terasa Lebih Boros? Ini Tanggapan Pertamina (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Setelah bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi naik pada awal bulan, banyak warga mengeluh bahwa Pertalite cenderung lebih boros. Hal tersebut diungkapkan netizin melalui Twitter.
“Akhir-akhir ini, BBM Pertalite bersubsidi naik, tapi saya isi untuk di kendaraan saya sekarang kok agak boros ya, ampere indikatornya gak kaya dulu. Apa kalian juga ngerasain?” ungkap akun Twitter @amismark, yang dikutip Senin (26/9/2022).
Akun atas nama Om Wowo misalnya. Ia mengakui walau sama-sama mengisi full tank, bensin hanya dapat bertahan 2 kali pulang pergi kantor. Padahal, sebelumnya Pertalite baru habis setelah tiga kali pulang pergi kantor.
Baca juga: Uji Coba Pembatasan Pembelian Pertalite Berlaku, Segini Maksimal Pengisian Per Hari
Lalu, ada cuitan dari akun @MinandMon yang mengungkapkan keluhannya melalui Twitter bahwa Pertalite terasa lebih boros pasca naik menjadi Rp10.000 per liter.
“Gw aktivitas pakai 2 mobil, pertimbangan ganjil genap (gantian).Satu mobil 1000cc bbm Pertalite Rp10.000/lt.Satu lagi diesel 2.477cc Pakai Perta Dex, Rp17.400. Keduanya matic. Gw isi dgn liter yg sama & gunakan aktifitas yg sama. Now, lebih cepet habis yg 1000 Cc, boros,” ungkap akun @MinandMon.
Lantas, bagaimana tanggapan Pertamina mengenai penilaian netizen tersebut? Benarkah kualitas berubah dan Pertalite terasa lebih boros?
Terkait Pertalite terasa lebih boros, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan kualitas Pertalite tidak ada yang diubah.
Baca juga: Upaya Penurunan Emisi Karbon, Kementerian ESDM Bakal Hapus BBM RON 88 Tahun Depan
Pertalite dipasarkan melalui lembaga penyalur resmi di Indonesia sesuai dengan Keputusan Dirjen Migas Nomor 0486.K/10/DJM.S/2017 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin 90 Yang Dipasarkan Di Dalam Negeri.
“Pertamina berkomitmen untuk menyalurkan produk-produk BBM berkualitas sesuai dengan spesifikasi. Melalui kontrol kualitas, produk yang tidak sesuai spesifikasi tidak akan disalurkan ke lembaga penyalur,” kata Irto dalam keterangan resminya, Kamis (22/9/2022).
Irto juga membantah pernyataan bahwa Pertalite kini lebih cepat menguap. Sebab, dalam spesifikasi Keputusan Dirjen Migas, disebutkan bahwa tingkat penguapan bahan bakar pada suhu kamar di antaranya adalah parameter Reid Vapour Pressure (RVP), masih sesuai batas.
“Saat ini hasil uji RVP dari Pertalite yang disalurkan dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina masih dalam batasan yang diizinkan, yaitu dalam rentang 45-69 kPa (Kilopascal),” ujarnya.
Baca juga: Pemerintah Naikan Harga BBM, Pertamina Pastikan Stok Aman di Papua dan Maluku
Lebih lanjut, masyarakat dihimbau untuk melakukan pembelian BBM di lembaga penyalur resmi untuk memastikan produk yang didapatkan terjamin kualitasnya.
“Sebaiknya pengendara selalu konsisten dalam memilih bahan bakar yang berkualitas, agar mesin kendaraan selalu awet dan terawat. Lebih aman menggunakan bahan bakar berkualitas dengan oktan/cetane yang direkomendasikan pabrikan,” pungkasnya.
Usai banyak yang mengeluh tentang Pertalite terasa lebih boros usai naik, Pertamina mengimbau agar konsumen melakukan pembelian BBM di lembaga penyalur resmi, seperti SPBU dan Pertashop, agar produk BBM yang didapatkan terjamin kualitas dan keamanannya.***














