Connect with us

Lifestyle

Petisi Work From Home Minta Dikembalikan Ditandatangani 15.000 Orang

Diterbitkan

pada

Sebagian masyarakat Indonesia lebih suka bekerja dari rumah. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Setelah Presiden Jokowi mengumumkan pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 1 Januari 2023, kini seluruh perusahaan bekerja dari kantor.

Kebijakan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah ditiadakan. Ternyata hal ini membuat sebagian besar masyarakat Indonesia minta kebijakan work from home dikembalikan dengan sejumlah alasan.

Belakangan ribuan orang menandatangani petisi ‘kembalikan’ work from home, usai mengaku stres jika harus kembali Work From Office (WFO).

WFO juga disebut tidak lantas membuat seseorang lebih produktif. Rasa stres diakui imbas dari perjalanan ke kantor yang memakan waktu dan mengarungi kemacetan.

”Dua tahun bisa kerja dari rumah, ketika harus ke kantor lagi rasanya malah bikin tambah stress,” demikian kutipan isi petisi tersebut.

Advertisement

Berdasarkan pemantauan detikcom, petisi yang diunggah di laman change.org sudah ditandatangani lebih dari 15 ribu orang. Adapun yang membuat petisi bernama Riwaty Sidabutar.

Ia juga menekankan, dengan WFH, otomatis mengurangi polusi agar udara lebih sehat untuk masyarakat.

”Beberapa negara, seperti Belanda sudah melakukannya. Saya yakin, Indonesia juga bisa,” sambung dia.

“WFO (work from office) juga belum tentu membuat kita lebih produktif. Karena lamanya perjalanan, saya malah jadi lebih lelah, dan hasil pekerjaan tidak sebagus ketika saya bekerja dari rumah. Di rumah, saya merasa lebih percaya diri, lebih aman, dan juga merasa lebih nyaman,” tuturnya.

Bagaimana dengan Anda? Lebih memilih WFO atau WFH?***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement