Kesehatan
7 Cara Merawat Luka Diabetes, Cepat Sembuh dan Cegah Amputasi

Foto Ilustrasi (Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Diabetes merupakan salah satu penyakit yang cukup berbahaya. Penderitanya bisa mempunyai luka membusuk dan bernanah yang mengharuskannya untuk mengamputasi kaki atau tangan. Sebelum hal tersebut terjadi, penting untuk mengetahui cara merawat luka diabetes secara tepat.
Umumnya, kadar gula darah yang tinggi menjadi penyebab penyembuhan luka diabetes menjadi lama. Kondisi tersebut akan merusak saraf, menurunkan sistem kekebalan tubuh, dan menyebabkan sirkulasi darah memburuk, sehingga menghambat proses perbaikan jaringan tubuh yang mengalami kerusakan.
Adapun ciri-ciri luka diabetes di kaki yang muncul, yakni terdapat cairan atau darah dari luka atau borok yang merembes di kaus kaki, luka tampak kemerahan dan bengkak, dan jika luka sudah parah, muncul bau tak sedap.
Baca juga: JIka Cepat Merasa Haus dan Mengantuk Saat Jam Sibuk, Patut Waspada Terkena Diabetes
Apabila tidak dirawat dengan baik, bukan tidak mungkin luka yang terinfeksi tersebut semakin berkembang dan menyebar ke area tubuh lainnya. Pada akhirnya, terpaksa harus mengamputasi bagian tubuh yang terdampak. Itulah mengapa cara merawat luka diabetes yang baik sangat dibutuhkan guna mencegah terjadinya amputasi.
Berikut beberapa cara merawat luka diabetes yang telah faktualid.com rangkum dari alodokter, doktersehat, dan sumber lainnya.
Daftar isi
1. Rutin membersihkan luka

Foto Ilustrasi (Istimewa)
Cara merawat luka diabetes yang pertama yaitu rutin membersihkan luka. Untuk membersihkannya, bisa dilakukan menggunakan air bersih (dingin atau hangat) yang mengalir. Bersihkan luka setiap hari untuk membunuh bakteri dan kuman yang bersarang di luka tersebut.
Bila dibiarkan, nantinya bakteri atau kuman akan semakin berkembang dan bisa menginfeksi area tubuh lainnya. Sebenarnya Anda bisa membersihkannya menggunakan sabun dan antiseptik. Akan tetapi, berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter supaya aman.
2. Kontrol gula darah
Sudah disinggung sebelumnya bahwa kadar gula darah menjadi penyebab luka semakin lama dan parah. Untuk itu, penderita luka diabetes perlu mengontrol gula darah sebagai cara merawat luka diabetes. Terdapat beberapa cara untuk mengontrolnya, antara lain menerapkan pola makan sehat, mengonsumsi obat antidiabetes, olahraga hingga memberi suntikan insulin jika diperlukan.
Pastikan makanan yang dikonsumsi sehat dan rendah gula untuk diet. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter mengenai pola diet yang tepat untuk mengendalikan gula darah.
3. Tutup luka dengan perban

Foto Ilustrasi (Istimewa)
Cara merawat luka diabetes berikutnya yaitu menutup luka dengan perban. Hal ini perlu dilakukan guna melindungi area kulit yang terdapat luka dari paparan debu, kotoran, maupun mikroorganisme. Dengan begitu, bisa mencegah dari risiko terjadinya infeksi dan mempercepat penyembuhan.
Namun, pastikan Anda memilih perban yang sesuai dan direkomendasikan oleh dokter. Tak lupa untuk mengganti perban secara berkala, yakni 2 kali dalam sehari. Tujuannya adalah supaya perban tetap dalam keadaan steril, mengingat perban yang sudah terpakai juga akan kotor akibat terpapar debu dan kotoran.
Baca juga: 7 Makanan Penurun Gula Darah bagi Penderita Diabetes
4. Kurangi tekanan
Selain menutup dengan perban, mengurangi tekanan pada luka bisa dijadikan cara merawat luka diabetes. Lakukan cara ini dengan tidak mengenakan pakaian ketat. Berkurangnya tekanan memungkinkan luka diabetes tidak bertambah parah dan lebih cepat sembuh.
Jika luka terdapat di telapak kaki, sebaiknya gunakan sepatu yang dirancang untuk penderita diabetes atau penyangga kaki agar tidak memperberat kerusakan akibat luka diabetes.
5. Cukupi nutrisi harian

Foto Ilustrasi (Istimewa)
Anda dapat menerapkan cara merawat luka diabetes dari dalam, yaitu dengan makanan. Pilihlah makanan berprotein karena sebagai nutrisi penting yang harus dipenuhi sehari-sehari untuk merawat luka diabetes.
Pasalnya, protein bisa bantu memperbaiki jaringan kulit dan jaringan tubuh lainnya yang mengalami kerusakan. Selain protein, kebutuhan kalori, lemak, serat, vitamin dan mineral, seperti zinc dan vitamin C, juga penting untuk tercukupi agar mempercepat penyembuhan luka.
6. Gunakan obat topikal yang diresepkan dokter
Penggunaan rutin obat topikal yang diresepkan oleh dokter juga bisa membuat luka diabetes cepat kering. Penggunaan obat-obatan juga bertujuan untuk menghentikan penyebaran infeksi lebih luas. Biasanya, salep ini bersifat antibiotik yang berfungsi untuk mengatasi infeksi bakteri. Pastikan untuk menggunakan krim sesuai dengan petunjuk dari dokter.
7. Cara merawat luka diabetes lainnya
- Menghindari berjalan kaki tanpa alas kaki
- Hati-hati saat memotong kuku kaki
- Rajin-rajin memeriksa kondisi kaki
- Ganti kaos kaki setiap hari. Hindari penggunaan kaos kaki yang kotor dan ketat
- Periksa terlebih dahulu apakah ada serpihan, batu atau benda lain yang berpotensi menyebabkan iritasi pada kaki ketika menggunakan sepatu.
Itulah pembahasan tentang cara merawat luka diabetes. Jika luka diabetes disertai dengan sensasi terbakar, geli, mati rasa, pembengkakan, hingga rasa sakit yang terjadi terus menerus, segera hubungi dokter.***














