Connect with us

Kesehatan

Bila Tekanan Darah Tinggi, Lemah dan Sulit Tidur, Waspadai Gangguan Ginjal

Avatar

Diterbitkan

pada

Foto: Istimewa

FAKTUALid – Setiap penyakit biasanya diawali dengan gejala. Tapi ketika terdeteksi tekanan darah tinggi, perubahan frekuensi dan jumlah buang air kecil dalam sehari, adanya darah dalam urin, lemah serta sulit tidur, maka harus diwaspadai ada gangguan pada ginjal.

Gangguan pada organ tubuh yang sangat vital ini jangan dibiarkan menjadi parah. Sebab ginjal berfungsi untuk mencegah penumpukan limbah dan mengendalikan keseimbangan cairan dalam tubuh.

Oleh sebab itu, jangan sampai gangguan tersebut menjadi penyakit ginjal kronis yang bisa berakibat fatal.

Penyakit Ginjal Kronis PGK merupakan kondisi kelainan pada organ ginjal yang disebabkan berbagai faktor. Kondisi tersebut dapat timbul secara perlahan dan memiliki sifat menahun. Penyakit Ginjal Kronis PGK, sering terlambat diketahui, karena pada awalnya tidak menimbulkan gejala yang khas.

Dialansir dari Instagram resmi @p2ptmkemenkesri, ada beberapa tanda atau gejala Penyakit Ginjal Kronik PGK di antaranya, tekanan darah tinggi, perubahan frekuensi dan jumlah buang air kecil dalam sehari, adanya darah dalam urin, lemah serta sulit tidur.

Advertisement

Tanda dan gejala juga dapat berupa kehilangan nafsu makan, sakit kepala, tidak dapat berkonsentransi, gatal, sesak, hingga mual muntah.  Selain itu tanda dan gejala juga dapat berupa adanya pembengkakan terutama di kaki, pergelangan kaki, dan pada kelopak mata pada waktu pagi hari.

Ada beberapa faktor resiko terjadinya Penyakit Ginjal Kronik PGK. Faktor resiko yang dapat diubah diantaranya, Diabetes (tipe 2), hipertensi, konsumsi obat pereda nyeri, pemakaian narkoba psikotropika dan zat adiktif, hingga karena radang ginjal. Sedangkan faktor resiko yang tidak dapat diubah adalah adanya riwayat keluarga penyakit ginjal,  kelahiran prematur, adanya trauma di daerah abdomen, dan karena penyakit tertentu (Lupus, AIDS, Hepatitis C, dan lain-lain).

Penyakit Ginjal Kronik PGK dapat dicegah dengan CERDIK, Cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktifitas fisik, diet kalori seimbang, istirahat cukup, dan kelola stress.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement