Lifestyle

6 Dampak Buruk Workaholic yang Dapat Mengganggu Kesehatan

Published

on

dampak buruk workaholic

FAKTUALid – Bekerja keras untuk suatu hal merupakan sesuatu yang baik. Hal itu menunjukkan keseriusan dan dedikasi seseorang akan pekerjaannya.

Tetapi perilaku tersebut juga bisa menjadi tidak baik dan berdampak buruk jika dilakukan secara berlebihan. Untuk itu anda perlu mengetahui dampak buruk workaholic.

Bekerja secara terus menerus hingga mengabaikan kesehatan tubuh untuk beristirahat, justru menunjukkan suatu sejala yang dikenal dengan istilah workaholic.

Workaholic bisa dikatakan sebagai sindrom bagi seseorang yang kecanduan kerja. Ambisiusnya dalam melakukan pekerjaan sudah melebihi batas wajar di mana mereka akan merasa bersalah dan gelisah jika tidak bekerja.

Advertisement

Seseorang yang tadinya memang pekerja keras, karena alasan tertentu bisa menjadi seseorang yang gila kerja. Apakah itu karena ingin mengejar materi, status, jabatan, kepercayaan ataupun karena adanya teknologi yang memudahkan kita untuk melakukan apapun di dalam pekerjaan.

Berikut beberapa dampak buruk bagi anda seorang workaholic yang sudah faktualid.com rangkum dari berbagai sumber

Dampak Buruk Workaholic

1. Gangguan Kesehatan Mental

Dampak buruk workaholic yang pertama adalah dapat mengganggu kesehatan mental. Selain masalah kesehatan fisik, masalah kesehatan mental juga menjadi ancaman bagi workaholic. Beberapa masalah yang paling sering dijumpai adalah depresi, kelelahan emosional, perasaan sinisme, dan dapat menyebabkan masalah kesehatan OCD
(Obsessive Compulsive Disorder).

OCD merupakan gangguan psikologis yang mempengaruhi perilaku dan pikiran penderitanya. Pengidap penyakit ini akan merasa takut dan khawatir tanpa alasan yang jelas dan terobsesi akan sesuatu secara berlebihan.

Pelaku kompulsif ini seperti sering terbangun berkali-kali saat tidur malam untuk memastikan pintu rumah sudah terkunci, mencuci tangan berkali-kali karena takut kotor, menyusun pakaian secara berurutan untuk mengurangi rasa cemas dan lain sebagainya.

Advertisement

2. Gangguan Kesehatan fisik

Dampak buruk workaholic yang kedua adalah dapat mengganggu kesehatan fisik. Tubuh baik fisik maupun pikiran yang diforsir untuk terus bekerja tentu akan membuat kesehatan menurun. Hal ini juga didukung oleh hasil penelitian sebagaimana yang dimuat dalam Harvard Business Review.

Dalam artikel yang ditulis oleh Lieke Ten dan Nancy P.Rothbard tersebut dinyatakan bahwa mereka yang mengalami workaholic lebih cenderung mengeluhkan masalah kesehatan fisik seperti sindrom metabolik, sulit tidur, penyakit kardiovaskular, diabetes dan lain sebagainya.

3. Emosi dan Mudah Tersinggung

Dampak buruk workaholic yang ketiga adalah emosi dan mudah tersinggung. Bekerja terlalu berlebihan tanpa sadar membuat seseorang menjadi pemarah dan mudah emosi. Pikirannya selalu fokus pada pekerjaan dan tidak mempunyai waktu untuk memikirkan dunia luar. Sehingga perasaannya menjadi lebih sensitif untuk hal-hal yang tidak diketahui diluar sana.

Baca juga: 7 Cara Mengendalikan Emosi agar Tidak Berdampak Negatif

4. Kurangnya Waktu Tidur

Dampak buruk workaholic yang keempat adalah kurangnya waktu tidur. Bekerja overtime juga dapat mengurangi waktu tidur anda. Orang yang kurang tidur akan meningkatkan hormon stres dalam tubuh. Hormon stres tersebut bisa mempengaruhi kerja jantung dan dapat merusak pembuluh darah yang bisa menyebabkan tekanan darah tinggi.

Tidak hanya itu, kurang tidur dapat membuat metabolisme tubuh berkurang dan menurun, dimana kemampuan tubuh untuk mencerna glukosa semakin berkurang. Inilah yang akan menyebabkan kita terkena penyakit diabetes serta obesitas.

Advertisement

Baca juga: 4 Cara Cepat Tidur Cocok Bagi Penderita Insomnia

5. Berdampak Buruk Terhadap Bisnis

Dampak buruk workaholic yang kelima adalah Karyawan yang bekerja 60,70 dan 80 jam per minggunya kelihatannya akan menguntungkan sebuah perusahaan, Tetapi penelitian membuktikan sebaliknya. Dikutip dari Harvard Business Review, karyawan yang gila bekerja sesungguhnya sangat berkontribusi dalam peningkatan biaya asuransi kesehatan perusahaan.

Oleh sebab itu, bekerjalah sesuai dengan waktunya agar semua yang ada dalam kehidupan kita bisa berjalan dengan baik dan kesehatan kita tetap terjaga.

6. Hubungan Sosial yang tidak Baik

Dampak buruk workaholic yang keenam adalah hubungan sosial menjadi tidak baik. Orang yang gila bekerja tidak memiliki waktu yang cukup untuk bisa berkomunikasi, bercerita atau mengobrol dengan orang lain. Akibatnya, salah paham pun akan sering terjadi.

Penelitian yang dilakukan oleh University of North Carolina menemukan fakta bahwa rata-rata dimana satu pasangan yang salah satunya adalah workaholic, maka kemungkinan perceraian lebih tinggi dua kali lipat dari pasangan biasa.***

Advertisement

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version