Lifestyle
6 Bahaya Makanan Kaleng, Praktis tapi Berbahaya untuk Kesehatan

foto ilustrasi: istimewa
FAKTUAL-INDONESIA: Makanan kaleng memang lebih praktis, kamu hanya perlu memanaskan dan kemudian langsung mengonsumsinya. Meski demikian, ada beberapa penelitian yang telah membuktikan bahaya makanan kaleng untuk kesehatan.
Tidak dipungkiri lagi bahwa makanan instan merupakan makanan yang paling banyak dicari orang. Salah satu makanan instan yang sering menjadi stok makanan dirumah adalah makanan kaleng.
Mulai dari buah yang dikemas dalam kaleng, ikan dan jenis makanan lainnya. Namun, jika makanan kaleng berdampak negatif untuk kesehatan?
Berikut beberapa bahaya makanan kaleng yang sudah faktualid.com lansir dari orami.co.id.
Daftar isi
1. Penyebab Kanker
Bahaya makanan kaleng yang pertama adalah dapat menyebabkan kanker. Klaim bahwa makanan yang dikemas dalam kaleng tidak terpapar bakteri dan bisa menjadikan makanan tahan lebih lama bisa dibilang salah.
Karena setiap makanan kaleng pasti menggunakan bahan pengawet biasanya yang membedakan hanya kadar tiap kemasannya saja. Bahan pengawet makanan yang dikonsumsi dalam jangka panjang dapat memicu pertumbuhan sel kanker.
Dilansir dari BMJ Journals, terdapat peningkatan yang signifikan terkait konsumsi makanan olahan terhadap risiko kanker, terutama kanker payudara.
Riset ini menambah bukti bahwa terdapat hubungan yang kuat antara pola makan yang buruk dengan kelebihan berat badan dan risiko terserang kanker.
2. Gangguan Saluran Kemih
Bahaya makanan kaleng yang kedua adalah gangguan saluran kemih. Bahan pemanis dalam makanan kaleng biasanya sering kali ditemukan dalam jenis buah atau jamur kalengan. Jenis pemanis yang biasa digunakan siklamat.
Siklamat yang tidak terurai dalam proses detoksifikasi alami tubuh akan menyebabkan gangguan saluran kemih. Saat kamu terkena ISK, bakteri bisa naik dan masuk ke dalam ginjal.
Alhasil, kondisi ini membuat kamu rentan terkena infeksi ginjal yang ditandai dengan nyeri punggung, demam, mual dan menggigil.
Baca juga: 6 Penyebab Mual Setelah Makan, Salah Satunya Gangguan Psikologis
3. Kurang Nutrisi
Bahaya makanan kaleng yang pertama adalah kurang nutrisi. Pada makanan kemasan pasti kamu sering menemukan jumlah nutrisi yang terkandung dalam satu kemasan tersebut.
Ternyata hasil penelitian dari American Journal of Preventive Medicine menyatakan bahwa, kandungan nutrisi yang tertulis dalam kemasan makanan kaleng tidak sama dengan isi makanan yang diteliti.
4. Keracunan
Bahaya makanan kaleng yang keempat adalah keracunan. Makanan kaleng yang dibiarkan berbulan-bulan akan menjadi sarang bakteri berbahaya yang bernama Clostridium. Bakteri ini menghasilkan spora, yaitu struktur reproduksi yang mampu bertahan dalam tubuh.
Spora ini menghasilkan racun yang jika dimakan dapat menyebabkan keracunan makanan parah bahkan jika dikonsumsi dalam jumlah kecil. Efek yang paling ringan dari kontamnasi bakteri ini adalah rasa gatal pada tenggorokan.
5. Diabetes
Bahaya makanan kaleng yang kelima adalah diabetes. Sewajarnya material kaleng pasti akan berkarat jika disimpan berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Maka dari itu, biasanya produsen penghasil makanan kaleng menambahkan zat anti karat atau yang biasa disebut dengan Bisphenol A.
Kandungan ini menurut penelitian Harvard Public School of Health menyimpulkan tentang bahaya zat anti karat. Konsumsi Bisphenol A secara terus menerus akan menyebabkan penghambatan insulin yang dapat mengontrol gula darah dalam tubuh yang mengakibatkan diabetes.
6. Alergi
Bahaya makanan kaleng yang terakhir adalah alergi. Bahan Tambahan Makanan atau BTM sering kali ditambahkan pada makanan kemasan kaleng. Tujuannya untuk menambah rasa dan mewarnai makanan agar lebih menggoda selera.
Perlu kamu ketahui, BTM bukan nutrisi alami yang dibutuhkan oleh tubuh. Sehingga pada seseorang yang reaktif dengan bahan kimia tersebut akan mengalami beberapa gejala alergi. Seperti gatal-gatal, bengkak pada bagian tubuh tertentu, hingga gangguan pernapasan.***