Kesehatan
6 Risiko Memberikan Empeng Pada Bayi, Ibu Wajib Tahu!

Foto Ilustrasi (Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Bagi seorang ibu yang mempunyai bayi, tentu tidak asing dengan empeng. Keberadaannya kerap dijadikan solusi untuk membuat bayi tenang. Penggunaan empeng pada bayi itu sah-sah saja. Namun, pahamilah wahai ibu karena ada sejumlah risiko memberikan empeng pada bayi yang mungkin terjadi.
Sejak lahir, bayi akan mengisap apapun yang disodorkan ke mulutnya, yang merupakan reflesk alami. Mengisap adalah cara bayi di bawah usia enam bulan untuk makan. Tidak heran jika bayi akan merasa nyaman saat mengisap empeng atau dot kosong tanpa botol susu.
Pacifier atau empeng merupakan dot bayi yang tidak berisi cairan. Empeng seringkali diberikan karena dapat memberikan rasa nyaman pada bayi. Alat tersebut berfungsi untuk menenangkan bayi dan menjadi salah satu cara untuk menurunkan risiko overfeeding, yakni kelebihan makan atau minum susu.
Baca juga: 6 Cara Mengatasi Cegukan Pada Bayi Beserta Cara Pencegahannya
Disatu sisi memang empeng bisa memberikan manfaat. Tapi, sebelum ibu memutuskan untuk melakukan hal tersebut, sebaiknya ketahui dulu dampak buruk atau risiko memberikan empeng pada bayi. Lantas, apa saja dampak negatif penggunaan empeng pada bayi, terlebih terlalu dini?
Berikut beberapa dampak negatif atau risiko memberikan empeng pada bayi yang telah faktualid.com rangkum dari rsud.bulelengkab.go.id dan halodoc.
Daftar isi
1. Membuat ketergantungan
Dampak negatif atau risiko memberikan empeng pada bayi yang pertama yaitu membuat si kecil ketergantungan. Jika ibu memutuskan memberikan empeng kepadanya, maka bayi akan kesulitan tidur tanpa empengnya, atau bayi akan menangis tengah malam saat empeng terlepas dari mulutnya.
Kebiasaan ini dikhawatirkan akan berlanjut sampai anak masuk usia sekolah dan menyebabkan ketergantungan. Bila anak sudah cukup besar dan masih membutuhkan empeng, itu akan membuatnya merasa minder karena diejek. Maka dari itu, sebaiknya batasi penggunaan empeng setiap harinya.
2. Menimbulkan masalah gigi
Kehadiran empeng memang dapat memudahkan ibu untuk melakukan banyak hal saat anak tenang sambil mengisap alat tersebut. Para ibu, mulai sekarang hindari penggunaan empeng karena bisa menimbulkan masalah gigi, yakni menghambat pertumbuhan giginya.
Risiko memberikan empeng pada bayi terjadi karena saat si kecil menggigit-gigit empeng, gigi yang akan keluar terus tertahan empeng, sehingga mengakibatkan gigi akan sulit tumbuh keluar. Beberapa permasalahan yang dapat muncul adalah gigi tonggos, karies, dan letak gigi yang berantakan.
3. Mengganggu proses menyusui
Risiko memberikan empeng pada bayi berikutnya yaitu mengganggu proses menyusui. Sebisa mungkin, hindari menggunakan empeng di masa awal kehidupan bayi. Pasalnya, itu bisa mengganggu proses menyusui.
Mengisap payudara akan berbeda dengan mengisap empeng. Bayi biasanya akan lebih nyaman saat mengisap empeng. Keadaan ini akan membuat bayi enggan menyusu melalui payudara ibu atau binggung puting.
4. Perubahan bentuk rahang
Selain menggangu proses menyusui, risiko memberikan empeng pada bayi juga bisa mengakibatkan perubahan bentuk rahang. Pertumbuhan gigi yang terganggu juga akan memengaruhi kondisi gusi dan rahang. Bentuknya bisa berubah atau tidak sesuai ukurannya antara yang atas dan bawah.
Saat sang bayi tumbuh gigi, adakalanya si kecil menggigit atau menarik empeng dengan giginya. Tekanan yang ditimbulkan ini bisa memengaruhi bentuk rahang dan gigi.
Baca juga: 7 Cara Membersihkan Hidung Bayi agar Bersih & Tidak Tersumbat
5. Tidak Higienis
Sama seperti barang lainnya, empeng kemungkinan kotor saat terjatuh ke lantai. Jika langsung diberikan dan diisap olehnya, tidak menutup dirinyamengalami infeksi mulut.
Untuk menghindari kuman dan virus dari lantai yang mungkin saja menempel pada empeng, sebaiknya disterilkan terlebih dahulu sebelum masuk ke mulut si Kecil. Perhatukan juga cara menyimpannya dan perawatan empeng agar senantiasa bersih supaya bayi terbebas dari paparan kuman.
6. Meningkatkan risiko infeksi telinga
Salah satu dampak negatif atau risiko memberikan empeng pada bayi yang mungkin terjadi adalah meningkatnya risiko infeksi telinga. Saat bayi mengenal empeng, maka ia akan terus menerus mengisap empeng sepanjang hari.
Kebiasaan ini nantinya akan menyebabkan ketidakseimbangan tekanan antara rongga telinga dan belakang hidung akibat hisapan secara konstan sehingga mempermudah bakteri masuk ke telinga.
Tips aman memberikan empeng pada bayi
Meski ada sejumlah dampak buruk, ibu masih tetap bisa memberikan empeng kepada si kecil. Namun, pahami aturannya agar tidak menimbulkan risiko. Berikut ini beberapa tips yang dapat ibu lakukan:
- Berikan empeng ketika anak berusia 1 bulan untuk mencegah terjadinya bingung puting.
- Cobalah untuk membuat empeng menjadi pilihan terakhir saat anak rewel agar tidak mengalami ketergantungan. Ibu perlu mencari tahu sesuatu yang membuat anak terus menangis untuk dihentikan.
- Sebaiknya pilih empeng bayi yang terbuat dari bahan silikon dan mudah untuk dibersihkan. Ibu juga perlu menyesuaikan tipe empeng dengan usia anak.
- Pastikan untuk membersihkan empeng bayi secara rutin dengan sabun dan rebus menggunakan air mendidih agar virus dan kuman yang menempel hilang. Cobalah juga untuk rutin mengganti empeng, terlebih lagi jika rusak.
Itulah beberapa risiko memberikan empeng pada bayi beserta tips yang bisa dilakukan. Sebisa mungkin ikuti tips diatas agar ini tidak menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan.***













