Kesehatan
7 Cara Mengatasi Insomnia pada Penderita Stroke

Foto Ilustrasi (Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Sulit tidur di malam hari termasuk gangguan tidur yang umum terjadi. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, termasuk penderita stroke. Apabila kondisi ini dialami mereka, bisa jadi menyulitkan proses penyembuhan. Jika demikian, penting untuk mengetahui cara mengatasi insomnia pada penderita stroke secara tepat.
Stroke merupakan salah satu gangguan kesehatan dimana aliran darah menuju otak mengalami gangguan, yang bisa tersumbat atau jaringan darah pecah. Kondisi ini mengakibatkan banyak sel pada otak mengalami kerusakan dan kematian.
Seseorang yang mengalami stroke tak jarang mengalami stres atau depresi yang menyebabkan munculnya insomnia. Tidur berkualitas tentu mempunyai banyak manfaat, tak terkecuali bagi penderita stroke. Sebaliknya, buruknya kualitas tidur bisa memperlambat pemulihan pasca stroke.
Baca juga: 8 Bahaya Insomnia yang Mengintai Kesehatan Fisik dan Mental
Namun Anda tak perlu khawatir, terdapat sejumlah cara mengatasi insomnia pada penderita stroke. Dengan menerapaknya, diharapkan gangguan tidur yang dialami bisa segera teratasi.
Berikut beberapa cara mengatasi insomnia pada penderita stroke yang telah faktualid.com rangkum dari doktersehat dan mhomecare.
Daftar isi
1. Relaksasi pikiran
Cara mengatasi insomnia pada penderita stroke yang pertama yaitu merelaksasi pikiran dan tubuh. Terdapat banyak cara untuk mengatasi sulit tidur seperti mengubah rutinitas sebelum tidur. Tapi, metode yang mudah diterapkan guna mengatasi sulit tidur adalah latihan relaksasi, latihan pernapasan, meditasi, serta perhatian penuh pada aktivitas sehari-hari.
2. Rutin olahraga
Tidak semua orang yang mengalami tidak bisa berjalan. Beberapa diantaranya seperti yang mengalami stroke ringan masih dikatakan mampu untuk melakukan mobilitas untuk menjalankan aktivitas keseharian.
Saat mengalami stroke ringan, bukan berarti Anda tidak dapat berolahraga. Jika memungkinkan, lakukan olahraga ringan sebagai cara mengatasi insomnia pada penderita stroke. Olahraga ringan yang bisa dilakukan di dalam rumah yakni berjalan keliling rumah atau meregangkan persendian dan sejenisnya.
Lakukan olahraga di siang hari yang bertujuan agar penderita tidak tidur siang, sehingga pada malam hari penderita bisa tidur lebih cepat.
3. Meningkatkan aliran udara dan pernapasan
Cara mengatasi insomnia pada penderita stroke berikutnya yaitu meningkatkan aliran udara dan pernapasan. Pada kasus seseorang yang mengalami sleep apnea, disarankan menjadi continuous positive airway pressure (CPAP) sebagai perawatan umum yang dianggap efektif.
Terapi ini membantu memberikan semburan udara kecil yang mencegah penyumbatan yang dapat menghalangi jalan napas. Apabila terapi tidak membuah hasil, terapi yang disarankan lainnya yakni mouthpiece untuk mencegah gigi mengatup dan menjaga lidah agar tidak menghalangi.
Baca juga: Ada Tiga Gejala Stroke yang Perlu Diketahui
4. Ubah kebiasaan dan rutinitas
Selain meningkatkan aliran udara dan pernapasan, cara mengatasi insomnia pada penderita stroke lainnya adalah mengubah kebiasaan dan rutinitas. Cobalah untuk menerapakn kebiasaan dalam meningkatkan kualitas tidur dan membantu mencegah stroke berulang, sebagai berikut:
- Buatlah kamar tetap sejuk dan gelap saat tidur
- Usahakan terpapar sinar matahari setiap harinya
- Cobalah untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari. Sehingga dapat menciptakan kebiasaan dan membantu tidur menjadi konsisten.
- Cegah kebisingan atau menghindarinya sebisa mungkin. Terlebih, jika tinggal di tempat yang bising.
- Ciptakan rutinitas yang baik sebelum tidur, misalnya, membaca buku atau mandi air hangat. Hindari penggunaan gadget 30 menit sebelum tidur.
5. Terapi koginitif perilaku
Penderita stroke dilaporkan seringkali mengalami gangguan tidur. Sebagai cara mengatasi insomnia pada penderita stroke, cobalah menggunakan terapi kognitif perilaku atau Cognitive Behavioral Therapy (CBT).
Terapi ini dianggap mampu mengatasi masalah sulit tidur. Terapi kognitif perilaku bisa diterapkan pada pasien yang membutuhkan penanganan insomnia, terutama insomnia kronis jangka panjang.
6. Suplemen melatonin
Salah satu cara mengatasi insomnia pada penderita stroke adalah mengonsumsi suplemen melatonin. Perlu diketahui, kelenjar pineal di otak akan memproduksi suatu hormon untuk membantu mengontrol jam internal dan siklus alami tidur-bangun. Hormon tersebut adalah melatonin.
Untuk mendorong rasa kantuk, Anda bisa mengonsumsi suplemen melatonin agar mudah terlelap. Tak hanya insomnia, suplemen ini kerap dikonsumsi untuk mengurangi sakit kepala cluster kronis, mengatasi jet lag, hingga gangguan afektif musiman.
Sebelum mengonsumsinya, penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar tidak menimbulkan hal-hal yang bisa memperparah keadaan, khususnya pada penderita stroke.
7. Akupuntur
Cara mengatasi insomnia pada penderita stroke yang terakhir adalah akupuntur. Menurut sebuah penelitian, akupunktur bisa menjadi metode untuk mengobati insomnia setelah serangan stroke. Meski begitu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitasnya dalam mengatasi insomnia pasca stroke.***














