Kesehatan
Jangan di Tahan, Ini 8 Cara Melampiaskan Kemarahan Secara Tepat

Foto Ilustrari (Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Marah merupakan salah satu respons normal yang dialami manusia. Semua orang di dunia tentu pernah merasa emosi atau marah. Melampiaskan amarah dengan cara yang tidak tepat dapat melukai orang disekitar. Maka dari itu, penting untuk mengetahui cara melampiaskan kemarahan secara tepat dan benar.
Kemarahan atau amarah kerap terjadi saat menunggu antrean panjang atau mengalami macet berjam-jam. Melampiaskan amarah menurut sebagian orang dianggap sebagai hal yang tidak baik. Melampiaskan kemarahan tidak selalu dilakukan dengan marah-marah.
Menyalurkan kemarahan dengan cara yang benar bisa membuat seseorang merasa lebih lega. Bahkan bisa memotivasi supaya lebih cermat dangan melakukan tindakan yang tepat.
Akan tetapi, Anda perlu cemas. Pasalnya ada cara melampiaskan kemarahan yang benar menurut sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2010. Bahkan mengekspresikan kemarahan tersebut, bahkan bisa mengurangi risiko penyakit jantung.
Baca juga: 6 Penyebab Mood Swing, Perlu Kamu Ketahui Mulai dari Sekarang
Berikut beberapa cara melampiaskan kemarahan yang telah faktualid.com rangkum dari Healthline dan sumber lainnya.
Daftar isi
1. Tarik napas
Cara melampiaskan kemarahan yang pertama yaitu menarik napas dalam-dalam. Seseorang yang tersulut amarahnya, kerapkali melupakan teknik pernapasan yang baik biasanya terabaikan. Hal tersebut bisa membuat seseorang bertindak tanpa berpikir panjang ketika rasa marah mendominasi.
Supaya tidak terjadi, lakukan pernapasan diafragma. Ambil napas perlahan lewat perut samput membuncit, dan bukan dari dada. Buang napas melalui mulut. Lakukan latihan pernapasan tersebut 3 kali sehari selama 5-10 menit atau sesuai kebutuhan. Teknik bernapas ini akan memberikan efek menenangkan.
2. Visualisasi
Terdapat banyak faktor yang menyebabkan Anda menjadi marah. Jika demikian, coba visualisasikan tempat yang bisa membuat Anda bahagia sebagai cara melampiaskan kemarahan. Hal ini akan membuat Anda lebih santai dalam sejenak.
Coba bayangkan tempat nyata yang membuat Anda merasa bahagia. Fokus pada detail yang ada saat Anda berada di tempat tersebut, yakni seperti apa aroma yang hadir, pemandangan, dan suara-suara yang Anda dengar. Lakukan cara ini sambil bernapas secara perlahan hingga kecemasan mulai menghilang.
3. Ucapkan ‘mantra’
Cara melampiaskan kemarahan berikutnya yaitu mengucapkan ‘mantra’. Saat emosi datang, ucapkan kalimat-kalimat positif untuk diri Anda sendiri. Coba ulangi kata-kata seperti ‘Tenang saja’ atau ‘Semuanya akan baik-baik saja’. Mengucapkan kalimat mantra tersebut secara perlahan dan rasakan perbedaannya.
4. Ekspresikan kemaharan dan kecemasan
Selain mengucapkan mantra, cara melampiskan kemarahan akan lebih baik ketika Anda mengekspresikannya. Daripada marah-marah tidak jelas, sebaiknya ceritakan amarah tersebut kepada teman, keluarga, atau orang-orang terdekat yang dipercaya dapat membantu Anda lebih tenang.
Baca juga: 7 Cara Mengendalikan Emosi di Kantor agar Tetap Produktif
5. Redakan dengan jenaka
Amarah terkadang datang secara tiba-tiba. Ketika ini terjadi, cobalah temukan sesuatu yang jenaka saat cemas agar dapat membantu Anda dalam menjaga perspektif tetap seimbang. Carilah beberapa video di YouTube yang dianggap bisa membuat Anda tertawa.
Meski begitu, cara melampiaskan amarah ini tidak berarti Anda harus menertawakan masalah, tetapi melihatnya dengan cara yang lebih ringan.
6. Kunjungi tempat yang nyaman
Masing-masing dari Anda pasti memiliki tempat yang dirasa dapat menenangkan dan nyaman. Kunjungilah tempat tersebut saat sedang marah. Kebun, taman, pantai, atau ruang santai merupakan tempat yang sunyi dan asri. Tempat tersebut cocok didatangi ketika amarah sedang memuncak. Jika memungkinkan, cobalah rekreasi untuk penyegaran diri.
7. Cari lingkungan baru
Istirahatkan diri Anda dari hal-hal yang memicu stres. Ambil waktu pribadi dari lingkungan sekitar. Semisal Anda emosi dengan rumah yang berantakan, cobalah untuk jalan-jalan sejenak. Kegiatan ini dianggap bisa menjadi cara melampiaskan kemarahan untuk menghindari kekacuan yang bisa terjadi di rumah.
8. Kenali pemicu dan temukan jalan keluar
Cara melampiaskan kemarahan yang terakhir adalah mengenali pemicunya. Dengan memahami hal-hal yang memicu kemarahan. Anda bisa mengambil langkah-langkah untuk menghindarinya. Misalnya, perjalanan sehari-hari ke kantor meningkatkan amarah dan frustrasi, cobalah cari rute alternatif. Atau, bisa juga pergi lebih awal untuk bekerja.
Jika masih tidak yakin darimana asal amarah tersebut, ingatkan diri untuk mengambil waktu sejenak saat Anda merasa marah. Manfaatkan waktu ini untuk mencatat apa yang terjadi pada saat-saat menjelang perasaan marah dan apa yang menjadi penyebabnya.***














