Kesra
Pengemudi Ojek Online Jadi Sosok Menginspirasi di Hari Ibu

Mantan Guru TK, Tri Desi AN Br Pandiangan yang pilih jadi mitra GrabBike
FAKTUAL-INDONESIA: Para wanita yang mencari nafkah di jalanan sebagai mitra pengemudi Grab, menginspirasi publik dalam Peringatan Hari Ibu. Dua sosok ibu rumah tangga masing-masing Tri Desi AN Br Pandiangan dan Corry TM Lumbantoruan, bahkan mampu menghidupi keluarganya dengan mengandalkan profesi sebagai pengemudi ojek online tersebut.
Seorang mantan Guru TK asal Surabaya, Tri Desi AN Br Pandiangan misalnya, mengaku memutuskan menjadi sopir ojek online di Kota Pahlawan, sejak ditinggal suaminya pada 2014 lalu. “Saya sempat menjadi guru homeschooling TK, pernah mengikuti pelatihan dari yayasan untuk mendapatkan sertifikat bukti layak mengajar, tapi penghasilannya tak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar ibu 4 anak tersebut, Selasa (21/12/2021).
Wanita yang akrab dipanggil Bunda Dea ini akhirnya memutuskan berhenti jadi guru TK, lalu alih profesi sebagai sales multi level marketing. Tapi karena penghasilannya tak bisa diandalkan, dia akhrinya memutuskan bergabung menjadi mitra pengemudi GrabBike sejak Februari 2019 hingga sekarang.
Dia mengaku statusnya sebagai orangtua tunggal menjadi pemicu untuk tetap semangat menjalani profesi barunya ini. Kebetulan, kata dia, menjadi mitra pengemudi GrabBike memudahkan Dea untuk memperhatikan perkembangan pendidikan keempat anaknya.
Bahkan selama dua tahun, pendapatan harian saya mengalami peningkatan sehingga bisa menafkahi keluarga, dan memberikan pendidikan yang terbaik bagi keempat anaknya. Dia mengaku sengaja memilih sekolah terbaik agar anak-anak bisa mengembangkan talentanya.“Saya percaya, bahwa kecerdasan anak itu tidak hanya dapat dilihat dari nilai akademis saja tapi bisa melalui kecerdasan non akademik,” ujarnya.
Keputusan serupa ditempuh oleh seorang ibu pensiunan salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bernama Corry TM Lumbantoruan. “Karena sudah terbiasa bekerja setiap hari, jadi saya sempat kebingungan saat tidak ada aktivitas rutin selepas pensiun,” ujar wanita 62 tahun ini.
Setiap hari, Corry bersemangat mencari nafkah sebagai mitra pengemudi GrabCar di Kota Medan. Wanita yang sudah terbiasa menyetir sendirian ini sudah sempat mendiskusikan keputusan ini dengan suaminya, sejak sebelum pensiun.
Meski usianya yang sudah tidak muda lagi, Corry kini tetap bisa mendapatkan penghasilan tambahan untuk membantu perekonomian keluarga. Apalagi saat itu, suaminya tengah sakit keras dan harus menjalani pengobatan rutin di rumah sakit.
Penghasilan yang dia peroleh setiap harinya juga bisa digunakan untuk membiayai pendidikan putrinya yang waktu itu masih kuliah di salah satu perguruan tinggi di Bandung. Wanita ini juga mendapatkan banyak pengalaman dan hal menarik saat melayani penumpang.
Ia pun membagikan pesan bagi para mitra pengemudi perempuan lainnya, agar tetap semangat dan selalu berpikir positif. “Meski usia saya saat ini sudah 62 tahun, semangat saya masih seperti anak muda yang berusia 26 tahun,” ujarhya.
Dia berpesan kepada para sopir taksi online perempuan baik yang ibu rumah tangga maupun orang tua tunggal, untuk tetap semangat dan jangan hanya berdiam diri saja. “Sebagai perempuan, kita dapat melakukan pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang kita miliki. Sudah saatnya bagi para perempuan dapat turut mendukung perekonomian keluarga,” ujarnya.Corry.
Grab sendiri terus berkomitmen untuk memberikan kesempatan bagi siapa pun, termasuk para Ibu agar dapat mengeluarkan seluruh potensinya melalui teknologi yang inklusif. Dengan membawa semangat GrabForGood, diharapkan akan semakin menciptakan keseharian yang lebih baik bagi para Ibu lewat teknologi sehingga dapat berperan dalam mendukung perekonomian keluarga.**














