Connect with us

Kesra

Para Mahasiswa-Mahasantri Diminta Beradaptasi Dengan Kemajuan Teknologi

Diterbitkan

pada

Gubernur Khofifah disela kuliah umum. (foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan Kuliah Umum (Stadium General) Kepada Mahasiswa – Mahasantri Baru Penerima Beasiswa Program Peningkatan Kualifikasi Akademik Guru Madrasah Diniyah Jawa Timur. Kegiatan ini digelar untuk memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman tentang kebijakan Pemprov Jawa Timur dalam Program Nawa Bhakti Satya khususnya Jatim Berkah.

Dalam kegiatan yang digelar di Gedung Islamic Center Surabaya itu, Gubernur Khofifah menjelaskan tentang perubahan dunia melalui perkembangan kemajuan teknologi, terutama teknologi informasi sehingga dunia digital yang berbasis internet ini telah merubah dunia. “Semua mahasiswa mahasantri harus beradaptasi, harus siap konversi dari sistem-sistem yang lama menjadi sistem baru yang banyak sekali terkait dengan transformasi digital global innovation index,” ujarnya.

Dia menyatakan bahwa setuju atau tidak setuju, kita tetap membutuhkan inovasi. Era perubahan besar untuk mengikuti dan diikuti hanya dengan adaptasi sikap menyesuaikan diri di era teknologi informasi ini menjadi sangat penting bagi semua orang. Tidak terkecuali bagi para santri dan bagi pondok pesantren itu sendiri atau perguruan tinggi.

Para santri, pelajar dan mahasiswa di Jawa Timur yang di sekolah umum maupun di pondok pesantren ini, membutuhkan lompatan inovasi kreativitas yang sungguh luar biasa untuk memanfaatkan teknologi digital ini. Tapi temuan inovasi dari para santri-pelajar ini baru untuk kalangan internal dan tidak ketemu dengan dunia industri dunia usaha.

Oleh karena itu, kata dia, para pimpinan sekolah, ponpes atau perguruan tinggi harus membangun partnership yang kuat dengan dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja. Sehingga hasil kreativitas dan inovasi ini bisa ketemu pasar, karena kalau tidak ketemu pasar, maka kreativitas berhenti di kreativitas, inovasi berhenti di inovasi karena tidak ketemu dengan dengan dunia usaha dunia industri dan dunia kerja.

Advertisement

Dinas Pendidikan, kata dia, pernah mengadakan Expo Teknologi SMK se Jawa Timur. “Saya menyampaikan SMK SMK yang berbasis pesantren itu, kalau kita mau bilang ini miracle ya miracle, luar biasa lompatan pikiran lompatan inovasi, lompatan kreativitas anak anak SMK berbasis pesantren,” ujarnya.

Melalui beasiswa ini, para mahasiswa-mahasantri baru ini diharapkan menempuh pendidikan secara sungguh-sungguh. Setelah lulus, ilmu pengetahuannyaa dapat diterapkan pada saat mengajar di pondok pesantren masing-masing, sehingga bisa meningkatkan index pembangunan manusia di Jatim.

Kuliah umum ini diikuti 180 peserta yang hadir secara langsung tatap muka dan 175 peserta mengikuti melalui virtual dari kampus masing-masing. Program beasiswa ini diberikan kepada 1245 orang mahasiswa-mahasantri baru tahun 2021 meliputi 510 mahasiswa-mahasantri baru program Strata 1 yang kuliah di 17 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, 320 mahasiswa-mahasantri baru Strata 2 yang menempuh kuliah di 6 Perguruan Islam Negeri 10 PT Keagamaan Islam Swasta dan 425 program Strata 1 Ma’had Aly pada 17 ponpes di Jawa Timur.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement