Kesra
Begini Hasil Pantauan Hari Pertama TKA yang Diikuti Jutaan Siswa, Pelaku Live Sudah Ditangani

Suasana pemantauan hari pertama pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diikuti jutaan siswa di berbagai daerah Indonesia, Senin (3/11/2025). (Kemendikdasmen)
FAKTUAL INDONESIA: Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang merupakan upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) untuk memperkuat profil lulusan dan memastikan capaian kompetensi dasar peserta didik secara merata di seluruh Indonesia, untuk tahun 2025 telah dilaksanakan Senin (3/11/2025).
Pelaksanaan hari pertama TKA 2025 ini berlangsung di berbagai daerah di Indonesia dengan diikuti jutaan siswa.
Berdasarkan data sementara dari pusat pemantauan Posko TKA Kemendikdasmen, sebanyak 20.156 satuan pendidikan. Terdiri atas 1.583.765 peserta moda daring dan 368.918 peserta moda semi daring yang berasal dari jenjang SMA dan sederajat. Pelaksanaan TKA hari pertama terbagi dalam tiga sesi dan berfokus pada mata pelajaran wajib.
Seperti dilansir siaran pers Kemendikdasmen, pelaksanaan di lapangan secara umum berlangsung tertib dan kondusif. Sejumlah daerah melaporkan tingginya antusiasme siswa dalam mengikuti tes, dengan dukungan aktif dari sekolah dan pemerintah daerah.
Baca Juga : Ibu-ibu, Bapak-bapak Ingat, Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa akan Diberlakukan Kembali di SMA
“Kami mengapresiasi semangat para siswa, guru, dan panitia di seluruh Indonesia yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan hari pertama TKA. Ini menunjukkan komitmen kuat untuk memastikan penilaian pendidikan yang terstandar,” ujar Kepala BSKAP, Toni Toharudin, saat memantau berjalannya pelaksanaan TKA di Command Center Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Jakarta, Senin (3/11/2025).
Selain itu, Toni kembali mengingatkan pada seluruh pengawas dan peserta untuk terus memastikan bahwa TKA dapat berjalan dengan jujur dan penuh integritas.
“Kami kembali mengimbau pada seluruh pengawas, penyelia dan peserta untuk terus menjunjung tinggi kejujuran dalam seluruh proses penyelenggaraan TKA, agar kita mendapatkan gambaran yang tepat terkait dengan kemampuan dan minat bakat anak anak kita,” ujarnya.
Baca Juga : Kanwil Kementerian Hukum Bali dan Undiknad Jalin Sinergi Perkuat Tridharma Perguruan Tinggi dalam Implementasikan Kampuk Berdapak
Sebagai informasi, pada hari pertama terdapat 22.172 satuan pendidikan yang melaksanakan TKA dengan moda daring sedangkan 4.516 lainnya menggunakan moda semi daring. Pegawas yang terlibat sebanyak 28.372 degnan 1.710 penyelia dari perguruan tinggi, serta 31.483 proktor moda daring dan 6.904 proktor moda semi daring. Untuk pelaksanaan TKA hari kedua, akan dilaksanakan dengan teknis yang kurang lebih sama dengan hari pertama, pengawas dan peserta diharapkan dapat mengikuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Siaran Langsung Saat TKA
Dalam bagian lain Toni Toharudin, mengatakan, terkait video peserta yang melakukan siaran langsung (live) saat pelaksanaan TKA sudah ditangani langsung oleh pihak pengawas di lokasi. “Terima kasih kepada masyarakat yang telah melaporkan dugaan pelanggaran berupa siaran langsung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di media sosial,” tutur Toni.
Ia menambahkan, bahwa Kemendikdasmen saat ini sedang menindaklanjuti laporan tersebut berkoordinasi dengan dinas pendidikan provinsi dan kanwil kemenag serta tim pelaksana dan pengawas ujian di lapangan.
Baca Juga : Menag Nasaruddin Sampaikan Pendidikan Islam Harus Mampu Memadukan Kekuatan Akal dan Kedalaman Rasa
“Perlu kami tegaskan bahwa berdasarkan Kepmendikdasmen Nomor 95 Tahun 2025 Tentang Pedoman Penyelenggaraan TKA, disebutkan peserta tidak diperbolehkan membawa atau menggunakan gawai selama ujian berlangsung. Apabila terbukti melakukan pelanggaran, peserta dapat dikenai sanksi berupa pembatalan hasil TKA ujian sesuai dengan ketentuan tata tertib pelaksanaan TKA,” tegas Toni.
Adapun kekhawatiran peserta hari ke-1 yang merasa dirugikan dengan beredarnya rekaman soal ujian, Toni memastikan bahwa setiap sesi pada setiap wilayah memiliki variasi soal yang berbeda, sehingga tidak ada peserta yang diuntungkan dari tindakan tersebut.
“Kemendikdasmen berkomitmen menjaga integritas dan keadilan dalam setiap pelaksanaan TKA, serta mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas akademik. Untuk mendukung itu, kami juga membuka posko pemantauan pelaksanaan TKA guna memantau TKA dari berbagai daerah serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan panitia pelaksana di daerah secara daring,” pungkas Toni. ***