Connect with us

Internasional

Perhatian! Sekarang Arab Saudi Melarang Siapapun Pergi Umrah Berulangkali saat Ramadan

Diterbitkan

pada

Setiap Ramadan, Masjidil Haram selalu dipadati pengunjung dari berbagai negara di dunia.(ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Jika biasanya Arab Saudi mengizinkan siapapun pergi umrah berulangkali saat Ramadan, tahun ini mereka membatasi dan melarang hal tersebut. Seperti diketahui, banyak juga warga Indonesia yang bolak-balik pergi umrah saat Ramadan karena ingin mendapat pahala berlipat ganda.

Kebijaksanaan Arab Saudi itu diumumkan pada Minggu (17/3/2024). Mereka menyatakan, tak akan memberi izin untuk jemaah melakukan umrah berulang selama bulan suci Ramadan. Keputusan itu dikeluarkan untuk mengurangi kepadatan.

Ramadan, yang dimulai sejak pekan lalu, biasanya menandai puncak musim umrah di Masjidil Haram, tempat paling suci umat Islam.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengatakan, tidak ada izin yang dikeluarkan untuk melakukan dua atau lebih umrah di bulan Ramadan, dan mendesak umat beriman untuk melakukan satu kali ibadah haji kecil di bulan suci tersebut.

Kementerian tersebut menjelaskan, pembatasan ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan, memberikan kesempatan kepada orang lain untuk melakukan umrah, dan membantu dalam manajemen kerumunan.

Advertisement

Platform pemerintah Saudi yang memfasilitasi prosedur umrah secara elektronik Nusuk menyatakan, jika orang yang sama mencoba mendapatkan izin umrah kedua, akan muncul pesan yang berbunyi: “Penerbitan izin gagal. Untuk memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk menunaikan umrah, maka ibadah haji kecil tidak dapat diulangi di bulan Ramadan”.

Di bulan Ramadan, umat Islam dari dalam dan luar Arab Saudi akan berbondong-bondong menuju Masjidil Haram untuk menunaikan umrah dan salat tarawih.

Untuk mengatasi gelombang kedatangan jemaah, pihak berwenang Saudi telah meluncurkan serangkaian langkah yang bertujuan membantu jemaah melaksanakan ibadah dengan lancar dan nyaman. Di antaranya, halaman keliling masjid di sekitar Ka’bah dan lantai dasar diperuntukkan bagi jamaah umrah selama Ramadan.

Pihak berwenang juga telah mengalokasikan gerbang tertentu di masjid-masjid yang luas tersebut sebagai tempat masuk dan keluarnya jamaah guna mencegah kepadatan yang berlebihan. Dalam beberapa bulan terakhir, Saudi telah memperkenalkan sejumlah fasilitas bagi umat Islam luar negeri untuk datang ke negara tersebut untuk melakukan umrah.

Umat Muslim yang memegang berbagai jenis visa masuk seperti visa pribadi, visa kunjungan dan pariwisata diperbolehkan untuk melakukan umrah dan mengunjungi Al Rawda Al Sharifa, di mana terletak makam Nabi Muhammad Saw di Masjid Nabawi di Madinah. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement