Connect with us

Internasional

Alireza Arafi Calon Kuat Pengganti Ali Khamenei, Diangkat sebagai Ahli Hukum Dewan Kepemimpinan Sementara Iran

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Alireza Arafi Calon Kuat Pengganti Ali Khamenei, Diangkat sebagai Ahli Hukum Dewan Kepemimpinan Sementara Iran

Setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei (kiri) tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel, nama ulama senior dan berpengaruh Alireza Arafi (kanan) mencuat sebagai calon pengganti.

FAKTUAL INDONESIA: Ulama senior dan berpengaruh Alireza Arafi menjadi calon kuat pengganti Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei yang  tewas dalam serangan gabungan Amerika dan Israel.

Alireza Arafi tampaknya tengah dipersiapkan untuk menduduki posisi tertinggi kekuasaan di Iran itu setelah secara tiba-tiba namanya mencuat setelah diangkat sebagai sebagai anggota ahli hukum Dewan Kepemimpinan sementara Iran.

Menurut kantor berita ISNA, dewan ini bertanggung jawab untuk melaksanakan tugas-tugas pemimpin tertinggi hingga Majelis Pakar memilih pengganti Ali Khamenei.

Baca Juga : Iran Dikabarkan Serukan Berkabung 40 Hari, Menyusul Tewasnya Ali Khamenei

Business Standard News melaporkan, Arafi yang diangkat hari ini, Minggu (1/3/20260,   seorang ulama yang bertugas di Dewan Penjaga Konstitusi. Dia akan bergabung dengan Presiden Masoud Pezeshkian dan Ketua Mahkamah Agung Gholamhossein Mohseni Ejei di badan sementara tersebut.

Pengangkatannya menyusul laporan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan Israel dan AS, yang memicu seruan pembalasan dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Advertisement

Televisi pemerintah hari ini mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan menetapkan tujuh hari libur nasional setelah dilaporkan tewasnya pemimpin berusia 86 tahun itu, yang telah berkuasa sejak tahun 1989.

IRGC bersumpah akan membalas dendam atas apa yang mereka sebut sebagai pembunuhan Khamenei. Media Iran juga melaporkan bahwa putri, menantu, dan cucu pemimpin tertinggi itu tewas dalam serangan AS dan Israel yang sama.

Pada hari Sabtu, Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa Khamenei telah “meninggal.”

Baca Juga : Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Dinyatakan Tewas, Trump Umumkan Kematiannya

Serangan itu bertepatan dengan pertemuan para pejabat senior.

Menurut dua sumber AS dan seorang pejabat AS lainnya yang mengetahui masalah ini, Israel dan Amerika Serikat mengoordinasikan waktu serangan mereka agar bertepatan dengan pertemuan yang diadakan Khamenei dengan para pembantu seniornya pada hari Sabtu.

Advertisement

Israel mengatakan Khamenei tewas bersama beberapa tokoh penting lainnya, termasuk Ali Shamkhani, mantan sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran yang berpengaruh, dan Mohammad Pakpour, komandan IRGC.

Dua sumber Iran mengatakan kepada Reuters bahwa sesaat sebelum serangan dimulai, Khamenei telah bertemu dengan Shamkhani dan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Ali Larijani di lokasi yang aman.

Pengaruh dan Pengalaman Arafi

Pengangkatan Alireza Arafi sebagai bagian dari pengaturan kepemimpinan sementara untuk membimbing negara tersebut hingga pengganti tetap dipilih. Langkah ini bertujuan untuk mencegah ketidakstabilan dan memastikan bahwa sistem politik dan keagamaan Iran terus berfungsi dengan lancar selama momen yang sensitif. Iran memasuki masa transisi kritis setelah meninggalnya Pemimpin Tertinggi yang telah lama berkuasa, Ayatollah Ali Khamenei.

Baca Juga : Trump dan Israel Klaim Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Meninggal Dunia

Sundayguardian melansir, Arafi adalah seorang ulama Iran yang berpengaruh dengan akar yang kuat di lembaga-lembaga keagamaan dan politik negara tersebut. Ia menjabat sebagai anggota Dewan Penjaga, sebuah badan yang meninjau undang-undang dan menyetujui calon-calon pemilihan. Ia juga merupakan anggota Majelis Pakar, kelompok yang bertanggung jawab untuk memilih Pemimpin Tertinggi Iran.

Advertisement

Selain itu, Arafi memimpin Basij, sebuah organisasi paramiliter sukarelawan besar, dan sebelumnya memimpin lembaga-lembaga keagamaan utama di Qom, kota ulama terpenting di Iran.

Karena latar belakang kelembagaannya yang kuat dan hubungan dekatnya dengan pusat-pusat kekuasaan utama, banyak analis telah menganggapnya sebagai calon pengganti Khamenei. Pengangkatannya ke struktur kepemimpinan sementara mencerminkan pengaruh dan pengalamannya.

Khamenei memerintah Iran selama hampir empat dekade dan memegang otoritas tertinggi atas militer, peradilan, dan kebijakan luar negeri negara itu. Kematiannya menciptakan kekosongan kepemimpinan yang tiba-tiba di puncak sistem politik Iran.

Dengan memilih Arafi untuk peran kepemimpinan sementara, lembaga keagamaan Iran memberi sinyal bahwa mereka menginginkan kesinambungan daripada perubahan mendadak. Arafi mewakili struktur keagamaan konservatif yang telah membimbing Iran sejak Revolusi Islam 1979.

Pengangkatannya meyakinkan para pendukung sistem tersebut bahwa negara itu tidak akan menyimpang dari landasan ideologisnya selama masa transisi.

Advertisement

Kematian Ali Khamenei

Baca Juga : Presiden Amerika Trump Memveto Rencana Israel untuk Membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia setelah serangan terkoordinasi yang menargetkan para pemimpin senior Iran dan infrastruktur militer. Kematiannya yang dilaporkan menandai salah satu momen paling dramatis dalam sejarah politik modern Iran.

Khamenei menjadi Pemimpin Tertinggi pada tahun 1989 setelah wafatnya Ayatollah Ruhollah Khomeini. Selama bertahun-tahun, ia membentuk kebijakan dalam negeri Iran, memperkuat aliansi regionalnya, dan mempertahankan pendirian yang tegas terhadap pengaruh Barat. Kepergiannya tidak hanya memengaruhi Iran secara internal tetapi juga membentuk kembali keseimbangan kekuatan di seluruh Timur Tengah.

Laporan menunjukkan bahwa Khamenei tewas akibat serangan udara yang menargetkan lokasi-lokasi penting kepemimpinan. Media Iran menggambarkan serangan itu sebagai bagian dari operasi militer yang lebih luas yang ditujukan pada struktur komando Iran.

Situasi seputar kematiannya telah meningkatkan ketegangan regional. Iran telah bersumpah akan membalas dendam, dan para pemimpin global memantau dengan cermat dampak yang ditimbulkannya. Penyebab kematiannya, yang terkait dengan serangan militer, membuat transisi ini jauh lebih sensitif daripada proses suksesi alami. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca