Connect with us

Hukum

Kronologi Cuitan soal Iriana-Kim Keon Hee, Diproses Polisi

Avatar

Diterbitkan

pada

Foto Ibu Iriana dengan Ibu Negara Korea Selatan yang jadi viral.(ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Belakangan viral cuitan tentang foto Iriana Jokowi dengan istri Presiden Korea Selatan, Kim Keon Hee yang diunggah oleh akun Instagram @KoprofilJati.

Bahkan nama Ibu Negara sempat jadi trending di Twitter. Hal itu bermula dari cuitan akun tersebut yang memasang foto Iriana bersama Kim Keon Hee, Ibu Negara Korea Selatan.

Akun tersebut juga menuliskan caption untuk foto tersebut.

“Bi, tolong buatkan tamu kita minum.”
“Baik, Nyonya.”

Setelah mengunggah cuitan tersebut, pemilik akun langsung diserang netizen. Alasannya, postingan itu dianggap telah menghina Iriana.

Advertisement

Bahkan Kaesang pun turut kesal dengan cuitan tersebut. Namun luar biasanya, Iriana hanya meminta Kaesang untuk bersabar.

Pemilik akun @KoprofilJati menghapus cuitan soal foto Iriana dengan Kim Keon Hee. Cuitan itu dihapus karena mendapat banyak tanggapan negatif dari netizen.

Ia juga menuliskan beberapa hal setelah menghapus cuitannya itu.

“Sorry, gaes. Postingan dgn gmbr ibu negara sy hapus. Kyny banyak yg salah paham menganggap sy merendahkan org di gmbr tsb,” ungkap akun tersebut.

“Menjadi ibu negara ga ada hubungannya dgn tampilan fisik. Semua orang tahu itu fakta. Semua ras dan suku bangsa itu setara,” lanjutnya lagi.

Advertisement

“Justru kebiasaan masyarakat kita yg suka menilai sesuatu dari tampilan fisik. Itu yg sepatutnya jadi bahan ejekan,” imbuhnya.

Diproses polisi

Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar mengatakan pihaknya telah mendapatkan identitas pemilik akun Twitter yang mengunggah postingan diduga menghina Ibu Negara Iriana Jokowi.

“Identitas terduga sudah kami dapatkan,” kata Vivid dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (20/11/2022).

Saat dikonfirmasi apakah identitas terduga penghina Ibu Negara itu adalah seorang komikus berinisial KJ yang berdomisili di Yogyakarta, Vivid enggan membeberkan informasi tersebut.

Advertisement

Namun, ia menjelaskan kasus ini telah masuk ranah penyelidikan Dittipidsiber Bareskrim Polri.

Ia juga menjelaskan, informasi tentang kasus tersebut bermula dari hasil patroli siber yang dilakukan oleh jajaran Dittipidsiber Bareskdim Polri.

Menurut Vivid, patroli itu tidak hanya dilakukan oleh Dittipidsiber Bareskrim Polri, tapi juga oleh jajaran direktorat krimsus (subdit siber) polda seluruh Indonesia.

Patroli tersebut, kata dia, dilakukan secara rutin dengan tujuan agar tidak ada ruang bagi masyarakat untuk menyebarkan hal-hal negatif serta bisa berimplikasi hukum terhadap pelanggaran.

“Jadi Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar media sosial yang ada hendaknya digunakan untuk hal-hal yang positif, jangan disalahgunakan untuk menyebarkan SARA, penghinaan, pornografi, kebencian serta hal negatif lainnya,” ujarnya.

Advertisement

Lewat imbauan itu, Vivid menegaskan bahwa Polri akan melakukan proses hukum kepada pengguna media sosial yang menyebarkan konten bermuatan negatif tersebut.

“Apabila tetap dilakukan, maka akan kami proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” katanya lagi.***

Lanjutkan Membaca