Hukum
Korban Peluru Nyasar di Bekasi Buka Donasi, Biaya Pengobatan Capai Rp64 Juta Tak Ditanggung BPJS

Lokasi tempat Alika terkena peluru nyasar di Desa Lubang Buaya Bekasi. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Keluarga Alika Putri (9), bocah korban peluru nyasar di Kabupaten Bekasi, membuka donasi untuk membantu biaya pengobatan setelah diketahui perawatan yang dijalani tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Hingga kini, total tagihan rumah sakit telah mencapai lebih dari Rp64 juta.
Ibu korban, Marni, mengaku semula mendaftarkan putrinya menggunakan BPJS Kesehatan saat menjalani perawatan. Namun, menjelang operasi pengangkatan proyektil peluru, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa biaya pengobatan tidak dapat dijamin oleh BPJS.
“Sejak awal saya mendaftar menggunakan BPJS, tetapi saat akan operasi diberi tahu bahwa pengobatannya tidak ditanggung,” ujar Marni, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, tagihan sementara telah melampaui Rp64 juta. Biaya tersebut mencakup tindakan operasi serta perawatan intensif di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) selama tiga hari.
Meski kondisi Alika terus menunjukkan perkembangan positif dan sudah bisa diajak berkomunikasi, keluarga belum dapat membawanya pulang karena masih harus memenuhi persyaratan administrasi berupa pembayaran uang jaminan atau deposit kepada rumah sakit.
Marni mengatakan pihak rumah sakit tidak mempersulit proses kepulangan pasien, namun meminta keluarga terlebih dahulu memenuhi kewajiban administrasi. Di sisi lain, keluarga juga sedang mengajukan permohonan bantuan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), meski prosesnya masih berlangsung.
Selain itu, keluarga telah berupaya meminta bantuan kepada pemerintah daerah. Namun hingga saat ini belum ada kepastian mengenai bentuk bantuan yang akan diberikan, sementara Alika dijadwalkan segera diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
Karena keterbatasan ekonomi, keluarga akhirnya memutuskan membuka donasi dengan harapan mendapat bantuan dari masyarakat. Marni mengaku suaminya bekerja sebagai buruh harian sekaligus pengemudi ojek dengan penghasilan yang tidak menentu, sehingga kesulitan menanggung biaya pengobatan yang mencapai puluhan juta rupiah.
“Saya hanya orang biasa. Mudah-mudahan ada orang baik yang bersedia membantu,” katanya.
Alika menjadi korban peluru nyasar saat bermain bersama tiga temannya di dekat rumahnya di Kampung Baru, Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, pada Minggu (5/7/2026). Peluru mengenai bagian dada korban sehingga ia harus menjalani operasi pengangkatan proyektil di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.
Saat ini, kondisi Alika dilaporkan terus membaik. Keluarga berharap adanya dukungan dari pemerintah maupun masyarakat agar beban biaya pengobatan yang harus ditanggung dapat diringankan, sembari menunggu proses hukum untuk mengungkap pelaku penembakan tersebut.***














