Ekonomi
Transjakarta Siapkan Rute Baru Blok M–Bandara Soekarno-Hatta Jelang Lebaran

Bus TransJakarta ke Bandara Soetta dari Blok M akan segera beroperasi. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Jelang Lebaran, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mematangkan persiapan operasional rute baru bus menuju Bandara Soekarno-Hatta menjelang Idulfitri 1447 H/2026.
Rute Blok M–Bandara (SH2) direncanakan mulai beroperasi sebelum Lebaran guna memperkuat layanan transportasi publik serta mendukung kelancaran arus mudik. Tanggal pastinya akan diumumkan.
Dalam keterangan persnya di Jakarta pada Kamis (5/3/2026), Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Welfizon Yuza mengatakan proses administrasi dan teknis saat ini terus diselesaikan, termasuk koordinasi dengan pengelola bandara.
“Kami telah melakukan pertemuan dengan Angkasa Pura Indonesia untuk membahas kerja sama operasional. Draf nota kesepahaman atau MOU sudah ditandatangani oleh Transjakarta dan kini sedang dalam proses penandatanganan di pihak Angkasa Pura,” kata dia.
Menurutnya, pengelola bandara pada prinsipnya mendukung penuh pembukaan rute baru tersebut karena akan menambah alternatif transportasi masyarakat menuju dan dari bandara.
Sejumlah penyesuaian teknis masih dibahas, terutama terkait pengaturan arus kendaraan di kawasan terminal bandara serta integrasi dengan moda transportasi internal seperti Kalayang Soekarno-Hatta yang melayani perpindahan antarterminal.
“Beberapa hal masih disesuaikan, terutama pengaturan lalu lintas kendaraan di area terminal dan integrasi dengan sistem transportasi di dalam bandara,” kata dia.
Setelah proses MOU rampung, Transjakarta akan mempercepat pengurusan perizinan di Kementerian Perhubungan Republik Indonesia agar rute baru tersebut dapat segera beroperasi sebelum periode mudik Lebaran.
Rute Blok M–Bandara (SH2) akan melengkapi layanan yang sudah ada, yakni rute Kalideres–Bandara (SH1). Trayek baru ini direncanakan melintasi koridor Sudirman, Semanggi, kawasan MPR/DPR, lalu masuk jalan tol menuju bandara.
Untuk melayani rute tersebut, Transjakarta akan mengoperasikan bus Metrotrans low entry berwarna oranye dengan lantai rendah. Bus jenis ini dinilai lebih ramah bagi penumpang yang membawa koper atau barang bawaan karena akses naik turun lebih mudah.
“Pola pemberhentian dirancang di halte sisi trotoar, bukan di jalur tengah, sehingga memudahkan penumpang ketika naik maupun turun, termasuk saat tiba di kawasan bandara,” ujarnya.
Terkait titik akhir pemberhentian di bandara, Transjakarta masih berkoordinasi dengan pengelola untuk menentukan lokasi yang paling efektif. Salah satu opsi yang dibahas adalah pemberhentian yang terintegrasi dengan akses Kalayang guna mengurangi kepadatan kendaraan di depan terminal.
Penguatan layanan transportasi publik menuju bandara penting mengingat tingginya penggunaan kendaraan pribadi oleh penumpang. Dari sekitar 50 juta penumpang bandara tahun lalu, sebagian besar masih menggunakan kendaraan pribadi sehingga memicu kepadatan lalu lintas di akses menuju terminal.
Rute Blok M–Bandara direncanakan beroperasi pukul 05.00 hingga 22.00 WIB dengan tarif mengikuti ketentuan reguler Transjakarta, yakni Rp3.500 dan Rp2.000 pada jam layanan tertentu.
“Target kami rute SH2 sudah bisa beroperasi sebelum Lebaran sebagai bagian dari dukungan terhadap kelancaran arus mudik serta peningkatan akses transportasi publik menuju bandara,” pungkasnya.***














