Connect with us

Ekonomi

Bulog Pastikan Cadangan Beras Cukup Jaga Kebutuhan Pangan hingga Lebaran 2026

Diterbitkan

pada

Bulog Pastikan Cadangan Beras Cukup Jaga Kebutuhan Pangan hingga Lebaran 2026

Bulog pastikan persediaan beras hingga Idul Fitri 2026 aman. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Perum Bulog memastikan ketersediaan beras nasional berada dalam kondisi aman untuk menghadapi sejumlah momentum konsumsi besar sepanjang awal 2026.

Mulai dari perayaan Tahun Baru Imlek, bulan suci Ramadan, hingga Hari Raya Idul Fitri, cadangan beras pemerintah dinilai memadai untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat masyarakat.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang Bulog di seluruh Indonesia saat ini mencapai 3.351.900 ton.

Baca Juga : Pimpinan Bulog Bakal Dicopot Jika Petani Tak Dapat Harga Rp 6.500

Jumlah tersebut berfungsi sebagai cadangan strategis nasional yang siap digunakan sewaktu-waktu guna mengantisipasi lonjakan permintaan maupun gangguan distribusi.

“Total stok beras Bulog di seluruh tanah air saat ini mencapai 3.351.900 ton,” ujar Rizal dalam konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Advertisement

Ia menegaskan, ketersediaan tersebut disiapkan secara khusus untuk menghadapi rangkaian hari besar keagamaan dan perayaan nasional yang biasanya diikuti peningkatan konsumsi rumah tangga. Dengan stok yang ada, Bulog optimistis distribusi beras ke berbagai daerah dapat berjalan lancar tanpa memicu gejolak harga.

Baca Juga : Anda Perlu Tahu, Dapat Anggaran Rp16 Triliun, Bulog Siap Serap 3 Juta Ton Beras dalam 3 Bulan

Menurut Rizal, peran cadangan beras pemerintah sangat krusial sebagai instrumen stabilisasi pangan. Selain menjaga kecukupan pasokan, stok ini juga menjadi alat intervensi pasar ketika terjadi tekanan harga di tingkat konsumen.

Tak hanya mengandalkan stok yang ada, Bulog juga menyiapkan langkah antisipatif dengan memperkuat serapan beras dari dalam negeri. Seiring masuknya musim panen di sejumlah sentra produksi utama, volume cadangan diperkirakan akan terus bertambah.

Pada 2026, Bulog ditargetkan menyerap hingga 4 juta ton beras setara beras dari petani. Upaya ini menjadi bagian dari strategi penguatan ketahanan pangan nasional sekaligus perlindungan harga gabah dan beras di tingkat produsen.

Baca Juga : Presiden Jokowi Instruksikan Stabilkan Harga Beras, Mendag Dorong Bulog Percepat Pendistribusian

“Dengan potensi panen yang ada, stok akan terus meningkat. Tahun ini target serapan Bulog sebesar 4 juta ton,” jelas Rizal.

Advertisement

Jika target tersebut tercapai, total stok beras Bulog sepanjang 2026 diproyeksikan mendekati 7 juta ton. Cadangan besar ini akan diprioritaskan untuk kebutuhan domestik, terutama selama periode konsumsi tinggi seperti Ramadan dan Idul Fitri.

Bulog juga menegaskan komitmennya untuk mengelola stok secara optimal melalui distribusi yang tepat sasaran dan koordinasi dengan kementerian serta pemerintah daerah.

Langkah ini dilakukan agar masyarakat tetap mendapatkan akses beras dengan harga yang wajar, sekaligus memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi dan cuaca.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement