Ekonomi
BBM Mulai Sulit Diperoleh, Warga di Sulsel Rela ke SPBU Sejak Subuh

BBM kini mulai sulit diperoleh di sebagian wilayah Indonesia? (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Dampak perang Amerika-Israel melawan Iran mulai dirasakan masyarakat Indonesia. Warga di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel), dilaporkan mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite.
Mengutip detik.com, pada Minggu (29/3/2026), warga rela antre sejak subuh di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sinjai, Bone, Enrekang, hingga Bulukumba.
Warga mengantre selama 3 jam lamanya hingga kendaraan mengular sampai 1 kilometer ke jalanan.
Baca Juga : Pemerintah Siap Umumkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
Warga Sinjai berinisial AT (33) mengatakan terjadi antrean hingga 1 kilometer di SPBU Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara, pada Minggu (29/3) pagi. Dia menyebut ada warga yang antre dari subuh.
“Tadi pagi itu pas saya sampai SPBU di Balangnipa antreannya sudah sekitar 1 kilometer. Banyak orang yang antre dari subuh,” ujar AT seperti dikutip detik.com, Minggu (29/3/2026).
Dia mengaku datang ke SPBU Balangnipa sekitar pukul 07.00 Wita dan antrean kendaraan sudah sekitar 1 km. Dia mengatakan antrean kendaraan di SPBU sudah berlangsung sekitar 3 hari sebelum Lebaran.
“Saya yang datang setengah 7 pagi saja antreannya sudah 1 kilometer lebih. Kejadian ini sudah berlangsung sejak 3 hari sebelum Lebaran,” sebut AT.
Dia menerangkan, untuk mengisi pertalite 4 liter harus menunggu sekitar 3 jam. Bahkan jika ada yang menjual eceran dengan harga lebih mahal akan dibeli, selama tidak antre lama.
Baca Juga : BBM Terancam Melonjak Tinggi, Ojek Online Harus Pindah ke Motor Listrik
“Saya beli pertalite 4 liter menunggu 3 jam lebih. Seandainya ada menjual eceran Rp 15 ribu per liter, mending itu saya beli dari pada antrenya berjam-jam,” jelasnya.
Warga lainnya, Mauluddin (29) menambahkan, antrean biasanya terjadi mulai pagi hari hingga siang hari. Bahkan ada juga yang membawa kendaraannya ke SPBU untuk antre selepas salat tahajud.
“Antrean di SPBU ini hampir di semua Sinjai terjadi mulai pagi sampai siang. Kemarin, ada teman saya yang bawa motornya ke SPBU pas sudah selesai salat tahajud, karena kalau lambat dia bawa antreannya akan semakin panjang,” ucapnya.***









