Ekonomi
Chip Semikonduktor Langka, Industri Otomotif General Motors Berhenti Produksi

Ilustrasi
FAKTUAL-INDONESIA: Industri otomotif raksasa di Amerika Serikat, General Motors Co, memutuskan berhenti produksi.
Pihak manajemen General Motors mengatakan, mereka akan “menganggur” selama dua minggu pada bulan April di pabrik perakitan Indiana, Amerika Serikat karena kekurangan chip semikonduktor.
Produsen mobil Detroit itu akan menghentikan produksi di pabrik perakitan Fort Wayne, yang memproduksi Chevrolet Silverado 1500 dan GMC Sierra 1500, selama dua minggu mulai 4 April.
“Masih ada ketidakpastian dan ketidakpastian dalam basis pasokan semikonduktor, dan kami secara aktif bekerja sama dengan pemasok kami untuk mengurangi potensi masalah ke depannya,” kata GM.
Seperti diberitakan Reuters, Sabtu (26/3/2022),
pembuat mobil mengatakan ini adalah waktu henti produksi truk ukuran penuh terkait semikonduktor pertama sejak Agustus.
Kekangkaan chip semikonduktor dibenarkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Industri otomotif global saat ini sedang menghadapi krisis pasokan chip semikonduktor.
Naiknya permintaan peralatan elektronik— seperti smartphone dan konsol game— di saat utilitas pabrik tengah turun akibat pandemi Covid-19 menyebabkan pasokan cip semikonduktor langka.
Selain itu badai musim dingin di Negara Bagian Texas (Amerika Serikat, AS), dan kebakaran di pabrik chip otomotif Renesas Electronic Corp makin memperparah krisis. Sesama produsen mobil pun harus bersaing untuk mendapatkan chip.
Pada awalnya, krisis pasokan chip semikonduktor hanya mempengaruhi perusahaan teknologi. Namun kondisinya makin parah, hingga akhirnya sejumlah pabrikan otomotif mengumumkan pembatasan bahkan menghentikan produksi selama beberapa waktu karena kekurangan chip. ***














