Ekonomi
Perpanjangan Rute KRL dari Stasiun Solobalapan hingga Palur, Beroperasi Pertengahan Juli

Fasilitas loket dan akses masuk stasiun bagi pengguna KRL di Stasiun Palur. (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Elektrifikasi dari Stasiun Solobalapan hingga Stasiun Palur sudah rampung. Pertengahan bulan Juli mendatang, rute Kereta Rel Listrik (KRL) Solo-Yogyakarta akan diperpanjang hingga Stasiun Palur.
Sejak Senin (20/6/2022) hingga Minggu (26/6/2022), PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) bersama dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJP) Kementerian Perhubungan melalui Balai teknik Perkeretapian (BTP) Kelas 1 wilayah Jawa Bagian Tengah melakukan ujicoba KRL rute Stasiun Solobalapan-Stasiun Palur.
“Secara teknis sudah memenuhi persyaratan operasional KRL lintas Solobalapan sampai Palur. Tinggal tunggu sosialisasi ke masyarakat ,mudah-mudahan bisa beroperasi pertengahan Juli mendatang,” jelas Direktur Utama PT KCI Roppiq Lutfi Azhar seusai melakukan ujicoba KRL rute Solobalapan-Palur, Jumat (24/6/2022).
Dengan penambahan rute hingga Stasiun Palur tersebut, pihaknya yakin volumen penumpang KRL akan meningkat. Hal ini berdasarkan data rata-rata pengguna KA Prambanan Ekspres (Prameks) yang beroperasi hingga Stasiun Palur tahun 2009 hingga 2012 lalu, volumen penumpang mencapai 11 hingga 12 persen.
Untuk di Stasiun Palur saat KA Prameks masih beroperasi, rata-rata dalam sehari ada 798 orang perhari. Sedangkan di Stasiun Jebres sebanyak 522 orang perhari.
“Dioperasikannya kembali dua stasiun ini diharapkan jumlah penumpang semakin meningkat. Ini bentuk kolaborasi pemerintah dengan membangun infrastruktur dari Solobalapan hingga Palur yang dimulai sejak tahun 2020 sepanjang 6,8 km,” jelasnya lagi.
Pihaknya berharap penumpang yang naik dari Stasiun Palur tidak hanya dari Karanganyar saja tetapi juga Sragen dan daerah lainnya.
Saat ini untuk volume KRL Solo-Yogyakarta untuk hari biasa mencapai 40-45 persen atau 12.871 penumpang sedangkan saat jam sibuk bisa mencapai 100 persen. Volume penumpang KRL Solo-Yogyakarta saat akhir pekan bisa mencapai 16.038 penumpang perhari.
Sementara itu, Kepala Balai Teknik Perkeretapiaan Kelas I wilayah Jawa Bagian Tengah (BTP Jabagteng), Putu Sumarjaya pada kesempatan yang sama mengatakan setelah elektrifikasi Solobalapan-Palur, selanjutnya akan dilakukan pengembangan hingga Kutoarjo dan Madiun.
“Sesuai masterplan saat ini yang suah siap adalah arah selatan yakni Yogyakarta hingga Wates dan Kutoarjo. Selanjutnya ke depan sesuai arahan Menteri Perhubungan, akan sampai ke Sragen dan Madiun, tapi bertahap,” paparnya.
Selain elektrifikasi jalur KA, BTP Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah juga sedang melanjutkan pembangunan fasilitas penunjang operasional perjalanan KRL seperti Depo, gardu listrik, pembangunan jalur rel KA, serta revitalisasi stasiun Solo Jebres dan Stasiun Palur untuk menunjang pelayanan pengguna KA khususnya pengguna KRL. ***














