Connect with us

Ekonomi

Pasar Tanah Abang Kembali Dipadati Pengunjung, Dishub DKI Berlakukan Sistem Buka-tutup

Diterbitkan

pada

Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (23/4/2022). Kemacetan terjadi akibat membludaknya pengunjung yang berbelanja kebutuhan Lebaran di pasar tersebut. (Antaranews.com)

FAKTUAL-INDONESIA: Pasar Tanah Abang di Jakarta Pusat kembali dipadati pengunjung menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah. Imbasnya, jalanan di sekitar pasar tersebut sering mengalami kemacetan.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta memberlakukan sistem buka-tutup lalu lintas secara situasional di sekitar Pasar Tanah Abang,  yakni jika terjadi kepadatan di kawasan tersebut.

“Memang di Tanah Abang kami tetap melakukan ‘ploting‘ petugas. Kemudian pada kondisi-kondisi tertentu dimana arus lalu lintas yang akan masuk Blok A, Blok B begitu padat, kami menerapkan sistem buka-tutup,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo kepada wartawan, Senin (25/4/2022).

Dalam sistem buka-tutup juga ada pengalihan arus. “Begitu melihat kepadatan petugas otomatis akan langsung melakukan sistem buka tutup,” katanya.

Syafrin mengatakan, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) ditempatkan di sejumlah
titik rawan kemacetan. Khususnya, di sekitar kawasan Blok A dan Blok B Pasar Tanah Abang yang kerap terjadi kerumunan.

Advertisement

“Kalau di Blok A, Blok B itu ada petugas-petugas kita di bawah sana. Di kolong melakukan pengaturan,” ujarnya.

Syafrin menyoroti salah satu titik yang kerap terjadi kepadatan, yakni di Jalan H Fachrudin sisi utara hingga selatan yang kemacetannya bisa mengekor hingga simpang Jati Baru.

“Oleh sebab itu kami melakukan pengaturan dengan kadang yang arah begitu padat yang ke arah Blok A, dari arah Fachrudin utara-selatan, kemudian tujuan ke timur akan melintas ke Blok A itu kadang kita berlakukan buka-tutup. Kita alihkan masuk kembali berputar di kawasan taman Jati Baru,” katanya dilansir antaranews.com.

Pengunjung dari luar DKI

Peningkatan pengunjung ke Pasar Tanah Abang sebenarnya sudah terjadi pada akhir Maret 2022 yang berbelanja berbagai kebutuhan menjelang Ramadhan.

Advertisement

Pada Kamis, 31 Maret 2022 siang misalnya. ratusan sepeda motor terpaksa diparkir di bahu jalan sepanjang kawasan Tanah Abang. Selain untuk parkir, sebagian bahu jalan yang seharusnya dipakai untuk pejalan kaki menjadi lapak pakaian dan pernak-pernik.

Gerai pakaian muslim seperti gamis dan baju koko menjadi tempat yang paling ramai pengunjung. Salah satu penjual baju gamis bernama Firdaus mengatakan, situasi ramai ini sudah terasa sejak 28 Maret 2022.

Pengunjung yang datang tidak hanya dari dalam kota, melainkan dari luar wilayah DKI dan pulai Jawa. “Sudah ramai sejak tanggal 28 kemarin. Biasanya sih sepi sepi aja,” kata Firdaus.

Firdaus menduga ramainya wilayah Tanah Abang lantaran pemerintah telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2.

Sebelum pemberlakuan PPKM Level 2, Firdaus mengaku situasi pasar cukup sepi. Dalam sehari dirinya hanya menjual lima sampai 10 potong pakaian.

Advertisement

Saat situasi ramai, dia bisa menjual lima sampai 10 lusin pakaian dalam satu hari dengan harga Rp150.000 per potong. “Ya Alhamdulillah jadi ramai walaupun tidak seramai waktu sebelum pandemi,” kata dia.

Hal berbeda dikatakan Yogi, selaku penjual pakaian anak. Menurut dia, situasi saat ini masih belum terlalu ramai.

Puncak keramaian terjadi 10 hari sebelum Lebaran. “Nah justru ramainya di situ. Kalau sekarang masih biasa saja,” kata dia.

“Kalau 10 hari sebelum lebaran, saya bisa narik omset Rp5.000.000 sampai Rp7.000.000 per hari,” kata dia. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement